BLITAR KAWENTAR – Layanan bus sekolah Kabupaten Blitar akan kembali beroperasi bersamaan dengan dimulainya tahun ajaran baru setelah sempat dihentikan sementara selama masa libur kenaikan kelas. Penghentian layanan dilakukan mengikuti kalender pendidikan dan dimanfaatkan Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Blitar untuk melakukan pemeliharaan armada agar tetap aman dan nyaman digunakan para pelajar.
Kepastian beroperasinya kembali bus sekolah Kabupaten Blitar disampaikan Kepala Bidang Angkutan Dishub Kabupaten Blitar, Anik Yuanawati. Menurutnya, penghentian operasional selama libur sekolah merupakan kebijakan rutin yang diterapkan setiap tahun sebagai bentuk penyesuaian terhadap aktivitas belajar mengajar.
Selain mengikuti kalender pendidikan, penghentian sementara tersebut juga menjadi kesempatan bagi Dishub melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap kondisi kendaraan. Dengan begitu, seluruh armada bus sekolah Kabupaten Blitar dipastikan siap melayani siswa sejak hari pertama masuk sekolah.
Operasional Mengikuti Kalender Pendidikan
Anik menjelaskan, operasional bus sekolah selalu mengacu pada kalender pendidikan yang diterbitkan Dinas Pendidikan Kabupaten Blitar. Selama kegiatan belajar mengajar dihentikan, layanan angkutan pelajar juga ikut dihentikan.
"Kalau libur sekolah, kita juga libur operasional. Pembiayaannya kita sesuaikan dengan kalender pendidikan. Jadi pelayanan mengikuti kalender pendidikan dari Dinas Pendidikan. Kalau sekolah libur, pelayanan juga berhenti," ujarnya.
Menurut dia, masa penghentian layanan berlangsung sekitar tiga pekan. Beberapa sekolah bahkan telah meliburkan siswanya lebih awal sehingga kebutuhan transportasi pelajar otomatis menurun.
Anggaran Operasional Ikut Disesuaikan
Selama armada tidak beroperasi, Dishub juga melakukan efisiensi anggaran operasional harian. Berbagai kebutuhan seperti pembelian bahan bakar minyak (BBM) hingga biaya operasional lainnya dihentikan sementara.
Langkah tersebut dinilai cukup efektif untuk menyesuaikan pengeluaran pemerintah daerah dengan kondisi di lapangan. Sebab, tidak adanya aktivitas antar jemput pelajar membuat penggunaan armada juga berhenti sementara.
Setelah tahun ajaran baru dimulai, seluruh kebutuhan operasional akan kembali dialokasikan sehingga pelayanan kepada para pelajar dapat berjalan normal seperti sebelumnya.
Armada Dicek Agar Tetap Layak Jalan
Selain melakukan penyesuaian anggaran, Dishub memanfaatkan masa libur sekolah untuk melakukan pemeliharaan armada. Seluruh kendaraan dicek secara berkala agar tetap memenuhi standar keselamatan dan kenyamanan.
Pemeriksaan dilakukan terhadap berbagai komponen penting kendaraan, mulai dari kondisi mesin, sistem pengereman, ban, hingga kelengkapan perlengkapan keselamatan. Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya Dishub menjaga kualitas pelayanan transportasi bagi pelajar.
Melalui perawatan rutin, risiko gangguan teknis saat operasional diharapkan dapat diminimalkan. Dengan demikian, siswa dapat menggunakan layanan bus sekolah secara aman setiap hari.
Langsung Beroperasi di Hari Pertama Sekolah
Baca Juga: Sekolah Diimbau Proaktif Kroscek Kelaikan Bus Pariwisata sebelum Digunakan Studi
Anik memastikan penghentian operasional hanya bersifat sementara. Seluruh armada akan kembali melayani rute-rute yang telah ditetapkan tepat pada hari pertama masuk sekolah setelah libur panjang berakhir.
"Selama tiga minggu ini liburan sekolah. Nanti ketika hari pertama masuk sekolah, kita juga langsung mulai pelayanan kembali," katanya.
Ia berharap keberadaan layanan bus sekolah gratis tetap menjadi solusi transportasi bagi para pelajar, khususnya yang setiap hari harus menempuh perjalanan menuju sekolah.
Dishub juga mengimbau para orang tua untuk menyesuaikan kebutuhan transportasi anak selama masa liburan berlangsung. Setelah kegiatan belajar mengajar kembali dimulai, masyarakat dapat kembali memanfaatkan layanan bus sekolah gratis yang telah disediakan pemerintah daerah.
Program bus sekolah gratis sendiri merupakan salah satu bentuk komitmen Pemerintah Kabupaten Blitar dalam meningkatkan akses transportasi yang aman, nyaman, dan terjangkau bagi pelajar. Selain membantu meringankan biaya transportasi keluarga, layanan ini juga diharapkan mampu mengurangi kepadatan lalu lintas di sekitar kawasan sekolah sekaligus meningkatkan keselamatan siswa selama perjalanan menuju maupun pulang dari sekolah.
Editor : Regina Gavin Agata