Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik Sport

Target Sewa Kolam Renang Penataran Rp 425 Juta Tak Bisa Ditawar, Pemkab Blitar Cari Pengelola Baru yang Siap Benahi Fasilitas

Fajar Rahmad Ali Wardana • Rabu, 8 Juli 2026 | 12:15 WIB
Kolam Renang Penataran ditutup sementara usai masa kontrak pengelolaan berakhir. Pemkab Blitar kini mencari pengelola baru yang sanggup memenuhi target sewa Rp 425 juta per tahun sekaligus berkomitmen mempercantik fasilitas agar kembali menarik minat wisatawan.
Kolam Renang Penataran ditutup sementara usai masa kontrak pengelolaan berakhir. Pemkab Blitar kini mencari pengelola baru yang sanggup memenuhi target sewa Rp 425 juta per tahun sekaligus berkomitmen mempercantik fasilitas agar kembali menarik minat wisatawan.

BLITAR KAWENTAR – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Blitar mulai mempercepat proses pencarian pengelola baru untuk Kolam Renang Penataran setelah masa kontrak pengelolaan sebelumnya berakhir pada 1 Juli. Hingga kini, sedikitnya tiga investor telah menyatakan minat mengelola salah satu destinasi wisata legendaris di Kabupaten Blitar tersebut. Namun, proses seleksi masih terkendala kesepakatan nilai sewa yang dipatok pemerintah.

Penetapan target sewa Kolam Renang Penataran sebesar Rp 425 juta per tahun menjadi syarat utama yang tidak bisa ditawar. Nilai tersebut merupakan hasil penilaian aset (appraisal) resmi pemerintah daerah dan menjadi acuan dalam kerja sama pengelolaan aset wisata tersebut.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Blitar, Eko Susanto, mengatakan minat investor terhadap pengelolaan Kolam Renang Penataran cukup tinggi. Sejak pembukaan penawaran investasi pada awal Juni lalu, sudah ada tiga calon pengelola yang mendaftar, termasuk dari unsur BUMD dan pihak swasta.

Baca Juga: Bahaya White Spot pada Ikan Budidaya, Disnakkan Kabupaten Blitar Minta Pembudidaya Jaga Kualitas Air Kolam

"Proses kesepakatan belum selesai karena masih ada perbedaan nilai penawaran sewa," ujarnya.

Menurut Eko, para investor rata-rata baru mengajukan penawaran sekitar Rp 300 juta per tahun. Nilai tersebut masih terpaut sekitar Rp 125 juta dari harga minimal yang telah ditetapkan pemerintah daerah.

Meski demikian, Pemkab Blitar memastikan tidak akan menurunkan target pendapatan daerah hanya demi mempercepat proses penunjukan pengelola baru. Nilai sewa Rp 425 juta tetap menjadi ketentuan yang harus dipenuhi calon investor.

Baca Juga: Cuaca Dingin Ganggu Produktivitas Ikan, Disnakkan Kabupaten Blitar Minta Peternak Cerdas Kelola Air Kolam

Negosiasi Fokus pada Skema Kerja Sama

Sebagai jalan tengah, Disbudpar bersama tim aset daerah akan menggelar pertemuan dengan seluruh calon pengelola dalam waktu dekat. Forum tersebut akan dimanfaatkan untuk membahas berbagai skema kerja sama yang dinilai dapat meringankan investor tanpa mengurangi nilai sewa yang telah ditetapkan.

Eko menjelaskan, ruang negosiasi akan difokuskan pada mekanisme pembayaran maupun pembagian tanggung jawab terhadap perbaikan sarana dan prasarana.

"Karena nilai sewanya tidak bisa berubah, kemungkinan yang dibahas adalah sistem pembayarannya, apakah dapat dibuat lebih fleksibel. Selain itu juga terkait tanggung jawab perawatan fasilitas, seperti pengecatan gedung maupun perbaikan fisik lainnya," jelasnya.

Dengan pola tersebut, pemerintah berharap kerja sama tetap menarik bagi investor sekaligus mampu menjaga penerimaan daerah dari sektor pemanfaatan aset.

Pengelola Baru Harus Siap Percantik Wahana

Selain memenuhi kewajiban membayar sewa, Pemkab Blitar juga menginginkan pengelola baru memiliki komitmen memperbaiki kualitas fasilitas Kolam Renang Penataran. Langkah tersebut dinilai penting agar destinasi wisata air tersebut mampu kembali bersaing dengan berbagai wahana serupa yang terus bermunculan.

Baca Juga: Segarnya Nyemplung di Kolam Tenang Waterpark Dekat Pusat Kota Blitar Ini

Menurut Eko, persaingan bisnis wisata air di Kabupaten Blitar kini semakin ketat. Karena itu, pengelola baru diharapkan tidak hanya memiliki kemampuan finansial, tetapi juga kesiapan melakukan pembenahan infrastruktur dan meningkatkan kenyamanan pengunjung.

"Kompetitor sekarang sudah banyak dan fasilitasnya juga semakin bagus. Kami membutuhkan penyewa yang tidak hanya sanggup membayar sewa, tetapi juga siap berinvestasi mempercantik kawasan sehingga daya tarik Kolam Renang Penataran kembali meningkat," katanya.

Selama proses seleksi berlangsung, operasional Kolam Renang Penataran masih ditutup sementara sejak awal Juli. Pemerintah berharap proses penunjukan pengelola baru dapat segera rampung agar destinasi wisata tersebut kembali beroperasi dan memberikan kontribusi terhadap sektor pariwisata serta pendapatan asli daerah Kabupaten Blitar.

Editor : Regina Gavin Agata
#target sewa rp425 juta #kolam renang penataran #wisata blitar #Disbudpar Kabupaten Blitar #Pemkab Blitar