BLITAR KAWENTAR – Pelaksanaan Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS) 2026 di Kabupaten Blitar dipastikan berjalan dengan dukungan stok vaksin yang mencukupi. Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Blitar telah memastikan ketersediaan vaksin BIAS dalam kondisi aman dan siap didistribusikan ke seluruh puskesmas sesuai kebutuhan sasaran di masing-masing wilayah.
Program BIAS menjadi salah satu upaya pemerintah untuk meningkatkan perlindungan kesehatan anak usia sekolah melalui pemberian imunisasi secara berkala. Tahun ini, Dinkes Kabupaten Blitar menyiapkan tiga jenis vaksin, yakni Diphtheria Tetanus (DT), Tetanus Diphtheria (Td), dan Human Papillomavirus (HPV).
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Kabupaten Blitar, Anggit Ditya Putranto, mengatakan seluruh kebutuhan vaksin telah dihitung berdasarkan jumlah siswa yang akan menerima imunisasi. Dengan mekanisme tersebut, setiap puskesmas memperoleh pasokan sesuai jumlah sasaran sehingga potensi kekurangan stok dapat dihindari.
Baca Juga: Mobil Paling Irit di Indonesia 2026, Ini 8 Pilihan Hemat BBM dari Honda hingga Toyota Hybrid
"Ketersediaan vaksin untuk pelaksanaan BIAS dipastikan aman. Distribusi ke seluruh puskesmas sudah disesuaikan dengan jumlah sasaran sehingga pelayanan imunisasi dapat berjalan tanpa kendala," ujarnya.
Distribusi vaksin dilakukan secara bertahap ke seluruh puskesmas di Kabupaten Blitar. Perencanaan kebutuhan vaksin disusun berdasarkan data siswa yang menjadi sasaran imunisasi di masing-masing wilayah kerja.
Selain memastikan jumlah vaksin mencukupi, Dinkes juga menjaga kualitas vaksin melalui sistem rantai dingin atau cold chain. Sistem ini menjadi bagian penting dalam penyimpanan dan distribusi agar vaksin tetap berada pada suhu yang sesuai sehingga kualitas, keamanan, dan efektivitasnya tetap terjaga hingga diberikan kepada siswa.
Baca Juga: 7 Mobil MPV Bekas Rp100 Jutaan Terbaik 2026, Serena hingga Panther Jadi Pilihan Keluarga
Penerapan cold chain dilakukan sejak vaksin diterima dari gudang penyimpanan hingga sampai ke fasilitas kesehatan dan lokasi pelaksanaan imunisasi di sekolah. Dengan prosedur tersebut, pemerintah berharap seluruh vaksin yang diberikan tetap memenuhi standar pelayanan kesehatan.
Evaluasi pelaksanaan BIAS tahun sebelumnya menunjukkan hasil yang cukup menggembirakan. Sebagian besar target imunisasi di Kabupaten Blitar berhasil melampaui target minimal yang telah ditetapkan pemerintah.
Cakupan imunisasi siswa kelas 1 tercatat mencapai 98,19 persen dan 97,25 persen. Sementara itu, imunisasi untuk siswa kelas 2 mencapai 97,44 persen, kelas 5 sebesar 97,74 persen, dan cakupan vaksin HPV berhasil menyentuh angka 97,85 persen.
Baca Juga: Rekomendasi MPV Bekas Rp50 Jutaan 2026, Kijang, Panther hingga Taruna Masih Jadi Buruan Keluarga
Tingginya capaian tersebut menunjukkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya imunisasi anak semakin meningkat. Dukungan sekolah, tenaga kesehatan, serta orang tua dinilai menjadi faktor utama keberhasilan pelaksanaan program BIAS selama beberapa tahun terakhir.
Meski capaian secara umum tergolong tinggi, Dinkes Kabupaten Blitar tetap memberikan perhatian khusus kepada sejumlah wilayah yang tingkat cakupan imunisasinya masih berada di bawah target 97 persen.
Beberapa wilayah kerja puskesmas yang menjadi fokus evaluasi antara lain Puskesmas Sutojayan, Binangun, dan Ponggok. Di wilayah tersebut, petugas kesehatan akan melakukan pendekatan lebih intensif, termasuk pelaksanaan sweeping bagi siswa yang belum sempat menerima imunisasi sesuai jadwal.
Baca Juga: Daftar Mobil Bekas Murah Akhir Tahun di Bogor, Harga Mulai Rp55 Juta, Jazz RS hingga Innova Venturer
"Ketersediaan vaksin yang memadai memungkinkan petugas melakukan sweeping bagi anak-anak yang sempat tertunda menerima imunisasi sehingga seluruh sasaran dapat terlayani," jelas Anggit.
Langkah tersebut diharapkan mampu meningkatkan cakupan imunisasi hingga merata di seluruh wilayah Kabupaten Blitar tanpa ada siswa yang terlewat memperoleh perlindungan dari penyakit yang dapat dicegah melalui imunisasi.
Dinkes Kabupaten Blitar juga terus memperkuat koordinasi dengan sekolah, puskesmas, dan pihak terkait agar pelaksanaan BIAS 2026 berlangsung lancar. Selain kesiapan logistik vaksin, dukungan dari tenaga kesehatan, guru, dan orang tua menjadi faktor penting dalam menyukseskan program tersebut.
Baca Juga: Mobil Bekas Bogor Diburu, BMW 320i KM 28 Ribu hingga Yaris TRD dan Alphard Harga Menggiurkan
Melalui pelaksanaan BIAS yang optimal, pemerintah berharap anak-anak usia sekolah mendapatkan perlindungan maksimal terhadap berbagai penyakit menular. Dengan cakupan imunisasi yang tetap tinggi, Kabupaten Blitar diharapkan mampu mempertahankan keberhasilan program imunisasi sekaligus meningkatkan derajat kesehatan anak secara berkelanjutan. (kho/c1/sub)
Editor : Azahra Meilisani Salma