Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik Sport

Angka Kematian Ibu dan Bayi di Kabupaten Blitar Turun Drastis, Dinkes Perketat Pemeriksaan Dini Ibu Hamil

Fajar Rahmad Ali Wardana • Rabu, 8 Juli 2026 | 13:05 WIB
Pemeriksaan kehamilan: Tenaga kesehatan memeriksa kondisi ibu hamil di fasilitas kesehatan. Dinas Kesehatan Kabupaten Blitar memperketat pemeriksaan dini untuk mendeteksi risiko komplikasi sejak awal sebagai upaya menekan angka kematian ibu dan bayi.
Pemeriksaan kehamilan: Tenaga kesehatan memeriksa kondisi ibu hamil di fasilitas kesehatan. Dinas Kesehatan Kabupaten Blitar memperketat pemeriksaan dini untuk mendeteksi risiko komplikasi sejak awal sebagai upaya menekan angka kematian ibu dan bayi.

BLITAR KAWENTAR – Angka kematian ibu dan bayi di Kabupaten Blitar menunjukkan tren penurunan yang cukup signifikan dalam tiga tahun terakhir. Meski demikian, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Blitar memastikan upaya pencegahan terus diperkuat melalui pemeriksaan kehamilan yang lebih ketat guna mendeteksi risiko komplikasi sejak dini.

Penurunan angka kematian ibu dan bayi di Kabupaten Blitar menjadi salah satu indikator membaiknya layanan kesehatan ibu dan anak. Berbagai langkah preventif terus dilakukan pemerintah daerah agar angka tersebut semakin menurun hingga akhir 2026.

Data Dinas Kesehatan Kabupaten Blitar mencatat, pada 2024 terdapat 13 kasus kematian ibu dan 118 kasus kematian bayi. Memasuki 2025, jumlah itu berhasil ditekan menjadi empat kasus kematian ibu dan 93 kasus kematian bayi. Sementara sepanjang Januari hingga Mei 2026, tercatat dua kasus kematian ibu dan 52 kasus kematian bayi.

Baca Juga: Dinkes Kota Blitar Petakan Delapan Kelompok Rentan HIV, Kader Posyandu Dilibatkan Perluas Edukasi hingga Tingkat RT

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Blitar, dr. Cristine Indrawati, mengatakan capaian tersebut merupakan hasil dari berbagai upaya yang dilakukan secara berkelanjutan oleh pemerintah daerah bersama fasilitas pelayanan kesehatan.

"Upaya keras Pemerintah Kabupaten Blitar dalam menekan angka kematian ibu dan angka kematian bayi membuahkan hasil positif. Meskipun trennya terus menurun, kami tetap melakukan evaluasi terhadap berbagai faktor penyebab utamanya," ujarnya.

Komplikasi Medis Masih Jadi Penyebab Utama

Baca Juga: Blitar Booming Kasus Penyakit Menular! Dinkes Gercep Edukasi Pangan Aman di Kepanjenkidul Guna Putus Rantai Diare dan Tifus Melalui STBM Pilar 3

Berdasarkan hasil evaluasi Dinkes Kabupaten Blitar, sebagian besar kasus kematian ibu masih dipicu komplikasi medis selama kehamilan maupun persalinan. Beberapa di antaranya adalah preeklamsia, penyakit jantung, hingga gangguan fungsi ginjal yang dialami ibu hamil.

Sementara itu, penyebab kematian bayi masih didominasi oleh kelahiran prematur dan asfiksia atau kondisi bayi mengalami kekurangan oksigen saat proses persalinan berlangsung.

Menurut Cristine, faktor-faktor tersebut membutuhkan deteksi sejak awal agar penanganan medis dapat dilakukan sebelum kondisi pasien semakin memburuk.

Karena itu, Dinkes terus memperkuat sistem pemantauan terhadap seluruh ibu hamil, terutama mereka yang masuk kategori kehamilan risiko tinggi.

Pemeriksaan Kehamilan Minimal Enam Kali

Salah satu strategi utama yang diterapkan adalah mewajibkan seluruh ibu hamil menjalani pemeriksaan antenatal care (ANC) minimal enam kali selama masa kehamilan.

Pemeriksaan tersebut dilakukan secara komprehensif untuk mengetahui kemungkinan adanya penyakit menular maupun penyakit tidak menular yang berpotensi membahayakan keselamatan ibu maupun janin.

Selain pemeriksaan rutin, tenaga kesehatan juga memberikan edukasi mengenai tanda bahaya selama kehamilan sehingga ibu hamil dapat segera mencari pertolongan medis apabila mengalami keluhan.

"Melalui pemantauan yang lebih ketat terhadap ibu hamil berisiko tinggi, berbagai komplikasi medis dapat diketahui lebih awal. Dengan begitu pasien bisa segera memperoleh penanganan yang cepat dan tepat," jelasnya.

Baca Juga: ⁠Kasus Lepstospirosis Mengintai Warga Kota Blitar, Dinkes Ungkap Hasil Dua Sampel Tikus

Tingkatkan Kompetensi Tenaga Kesehatan

Dinkes Kabupaten Blitar memastikan penurunan angka kematian ibu dan bayi tidak membuat pengawasan menjadi longgar. Sebaliknya, berbagai program peningkatan kualitas pelayanan kesehatan terus dilakukan.

Salah satunya melalui peningkatan kompetensi tenaga kesehatan yang bertugas di puskesmas maupun rumah sakit rujukan agar mampu menangani kasus kehamilan berisiko tinggi secara optimal.

Pemerintah juga terus memperkuat koordinasi antar fasilitas kesehatan sehingga proses rujukan pasien dapat berlangsung lebih cepat ketika ditemukan kondisi darurat.

Di sisi lain, masyarakat juga diminta lebih aktif menjaga kesehatan selama kehamilan dengan mematuhi jadwal pemeriksaan yang telah ditentukan.

Cristine mengimbau ibu hamil agar tidak menunda konsultasi apabila mulai merasakan keluhan sekecil apa pun karena tindakan cepat menjadi faktor penting dalam mencegah komplikasi serius.

"Kami mengimbau ibu hamil segera berkonsultasi ke fasilitas kesehatan apabila merasakan keluhan sekecil apa pun. Langkah cepat sangat penting untuk mencegah risiko komplikasi fatal yang dapat mengancam keselamatan ibu maupun bayi," pungkasnya.

Dengan penguatan layanan kesehatan, peningkatan kompetensi tenaga medis, serta kesadaran masyarakat dalam memeriksakan kehamilan secara rutin, Pemerintah Kabupaten Blitar berharap angka kematian ibu dan bayi dapat terus ditekan sehingga kualitas kesehatan ibu dan anak di daerah semakin baik.

Editor : Regina Gavin Agata
#angka kematian ibu dan bayi #pemeriksan kehamilan #ibu hamil #Kabupaten Blitar #dinas kesehatan kabupaten blitar