Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik Sport

Alea Carolina Ungkap Rahasia Bisnis Slime, Berawal dari Modal Rp300 Ribu hingga Miliki Tim 80 Orang

Maylanni Diana Fitri • Kamis, 9 Juli 2026 | 14:55 WIB
Alea Carolina sukses membangun bisnis slime dari modal Rp300 ribu. Kini usahanya memiliki 80 karyawan dengan omzet ratusan juta setiap bulan.(pinterest)
Alea Carolina sukses membangun bisnis slime dari modal Rp300 ribu. Kini usahanya memiliki 80 karyawan dengan omzet ratusan juta setiap bulan.(pinterest)

BLITARKAWENTAR.JAWAPOS.COM - Alea Carolina membagikan kisah inspiratif di balik kesuksesan bisnis slime yang dirintisnya sejak masih duduk di bangku SMA. Berbekal modal sekitar Rp300 ribu dari uang jajan bulanan, perempuan berusia 21 tahun itu kini berhasil membangun perusahaan dengan puluhan karyawan dan omzet ratusan juta rupiah setiap bulan.

Perjalanan Alea Carolina dimulai pada 2020 ketika pandemi COVID-19 membuat kegiatan belajar di pesantren dihentikan sementara. Selama berada di rumah, ia banyak menghabiskan waktu melihat konten bisnis di media sosial. Rasa penasaran itu kemudian mendorongnya mencoba membangun usaha sendiri.

Latar belakang ekonomi keluarga menjadi motivasi terbesar. Alea mengungkapkan bahwa kedua orang tuanya pernah meminjam uang untuk membayar biaya sekolahnya. Dari situlah ia bertekad untuk membantu kondisi keuangan keluarga melalui dunia usaha.

Hobi Membuat Slime Berubah Menjadi Bisnis

Awalnya Alea sempat mencoba menjual produk milik ayahnya sebagai reseller. Namun, penjualannya tidak berkembang sehingga ia mencari peluang lain.

Baca Juga: Daihatsu Sigra Jadi MPV LCGC Favorit, Ternyata Ini 7 Alasan yang Membuat Penjualannya Sulit Dikejar Rival

Karena memiliki hobi membuat slime, ia mulai meracik produknya sendiri di rumah. Atas saran sang ibu, hasil buatannya dipasarkan melalui Shopee dengan nama Slime Bintaro.

Penjualan pertama memang tidak langsung datang. Selama beberapa minggu tokonya nyaris tanpa transaksi. Namun, Alea tetap memproduksi slime secara konsisten hingga akhirnya mulai mendapatkan pesanan.

Keuntungan yang diperoleh terus diputar menjadi modal sehingga bisnisnya berkembang secara bertahap tanpa tambahan modal besar.

Omzet Naik Berkat Strategi Digital

Setelah bisnis mulai stabil, Alea memperluas pemasaran ke berbagai kanal digital seperti TikTok Shop, Facebook Ads, Google Ads hingga WhatsApp Business.

Baca Juga: Toyota Agya 2026 Banjir Promo, DP Mulai Rp5 Juta dan Cicilan Rp1 Jutaan, Ini Daftar Tipenya

Menurutnya, setiap platform membutuhkan pendekatan berbeda. Konsumen marketplace cenderung langsung membeli, sedangkan pelanggan WhatsApp lebih banyak bertanya mengenai produk sebelum melakukan transaksi.

Untuk meningkatkan pelayanan, Alea memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan (AI) sebagai customer service yang mampu membalas pertanyaan pelanggan selama 24 jam.

Langkah tersebut membuat proses pelayanan menjadi lebih cepat sekaligus membantu meningkatkan tingkat konversi penjualan.

Mentor Jadi Titik Balik

Alea mengaku perubahan terbesar dalam bisnisnya terjadi setelah bertemu seorang mentor pada 2023.

Dari mentor tersebut, ia belajar bahwa seorang pemilik usaha tidak boleh hanya sibuk mengurus operasional sehari-hari. Seorang entrepreneur juga harus mampu membangun sistem, merekrut orang yang tepat, dan fokus menyusun strategi pertumbuhan.

Sejak menerapkan pola pikir tersebut, Alea mulai membentuk divisi-divisi baru seperti HR, marketing, accounting, hingga operasional.

Hasilnya, jumlah pesanan meningkat drastis dari ratusan resi menjadi lebih dari seribu resi per hari. Pada akhir 2024, jumlah anggota tim yang bekerja bersama Alea telah mencapai sekitar 80 orang.

Disiplin dan Konsisten Jadi Kunci

Di balik pencapaiannya, Alea mengaku sangat menjaga disiplin. Ia membiasakan bekerja delapan jam setiap hari dan mencatat seluruh aktivitas untuk mengevaluasi produktivitas.

Ia juga menghindari membuka media sosial selama jam kerja agar tetap fokus pada pengembangan bisnis.

Meski telah memperoleh omzet ratusan juta rupiah setiap bulan, Alea lebih memilih menginvestasikan keuntungan untuk memperbesar bisnis dibanding membeli barang mewah.

Ke depan, pemilik Slime Bintaro dan Seven Colors itu bercita-cita membangun brand mainan lokal yang mampu bersaing di pasar Asia. Ia berharap semakin banyak anak muda Indonesia berani memulai usaha sejak dini dan membangun komunitas bisnis agar bisa berkembang bersama.

Editor : Maylanni Diana Fitri
#Alea Carolina #Slime Bintaro #Seven Colors #bisnis slime #pengusaha muda