Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik Sport

Regi Zamzam Bangun Usaha Hidroponik dari Nol, Kini Raup Rp20 Juta per Bulan dan Bina Petani Muda

Maylanni Diana Fitri • Kamis, 9 Juli 2026 | 15:00 WIB
Regi Zamzam sukses membangun usaha hidroponik di Tasikmalaya. Dari 6.000 lubang tanam, omzetnya mencapai sekitar Rp20 juta per bulan.(pinterest)
Regi Zamzam sukses membangun usaha hidroponik di Tasikmalaya. Dari 6.000 lubang tanam, omzetnya mencapai sekitar Rp20 juta per bulan.(pinterest)

BLITARKAWENTAR.JAWAPOS.COM - Regi Zamzam membuktikan bahwa bertani dapat menjadi profesi yang menjanjikan bagi anak muda. Di usia 23 tahun, pemuda asal Desa Tanjungpura, Kecamatan Rajapolah, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, berhasil mengembangkan usaha hidroponik yang menghasilkan omzet hingga sekitar Rp20 juta per bulan.

Perjalanan Regi Zamzam menuju kesuksesan tidaklah mudah. Sebelum menjadi petani hidroponik, ia sempat merasakan pahitnya kehilangan pekerjaan saat pandemi COVID-19. Berbagai pekerjaan pernah dijalani, mulai dari buruh bangunan dengan upah Rp80 ribu per hari, promotor ponsel, hingga bekerja di perusahaan distribusi buah sebelum akhirnya terkena pemutusan hubungan kerja (PHK).

Kondisi tersebut membuat Regi sempat merasa putus asa. Namun, keadaan berubah ketika ia mengenal sistem pertanian hidroponik melalui penyuluh pertanian di wilayahnya.

Berawal dari Rasa Penasaran

Regi mengaku pertama kali tertarik setelah melihat sebuah greenhouse hidroponik milik penyuluh pertanian. Awalnya ia mengira instalasi tersebut digunakan untuk menanam tanaman hias.

Baca Juga: BRI Berhasil Tekan Cost of Fund dan Perkuat Profitabilitas di Bawah Supervisi Danantara

Setelah mengetahui bahwa sistem itu digunakan untuk membudidayakan sayuran, ia memutuskan belajar secara langsung selama beberapa bulan. Dari proses tersebut, Regi mulai memahami teknik budidaya selada hidroponik.

Pada saat yang sama, Pemerintah Desa Tanjungpura mengalokasikan dana pemberdayaan masyarakat untuk pengembangan pertanian. Kesempatan itu dimanfaatkan Regi bersama rekannya untuk membangun instalasi hidroponik berkapasitas sekitar 2.000 lubang tanam.

Sempat Gagal Balik Modal

Perjalanan bisnis hidroponik tidak langsung berjalan mulus. Pada masa awal usaha, Regi mengaku belum menemukan kombinasi bibit dan nutrisi yang tepat sehingga hasil panen belum maksimal.

Baca Juga: Daihatsu Ayla 2026 Banjir Promo! Angsuran Mulai Rp2 Jutaan, Harga Luar Kota Bisa Lebih Murah hingga Rp22 Juta

Bahkan, dari ribuan lubang tanam yang dik

elola, keuntungan yang diperoleh hanya sekitar Rp200 ribu sehingga belum mampu menutup modal produksi.

Berbagai percobaan terus dilakukan hingga akhirnya menemukan formula yang sesuai. Setelah kualitas produksi meningkat, usaha hidroponiknya mulai berkembang pesat.

Saat ini kapasitas kebun yang dikelolanya telah mencapai sekitar 6.000 lubang tanam dengan fokus membudidayakan selada bokor.

Omzet Tembus Puluhan Juta Rupiah

Regi menjelaskan, dengan sistem peremajaan tanaman, panen kini dapat dilakukan setiap 20 hari sehingga produktivitas meningkat dibanding metode sebelumnya yang membutuhkan waktu sekitar 40 hari.

Dari kapasitas tersebut, kelompoknya mampu menghasilkan sekitar 12 kuintal selada dalam satu siklus panen. Jika jadwal tanam diatur secara bertahap, panen dapat dilakukan setiap minggu.

Menurut Regi, pola tanam tersebut mampu menghasilkan pendapatan sekitar Rp20 juta setiap bulan, tergantung volume panen dan kondisi pasar.

Pasarkan hingga Jakarta

Hasil panen hidroponik Tanjungpura tidak hanya dipasarkan di wilayah Tasikmalaya. Regi bersama kelompoknya telah menjalin kerja sama dengan sejumlah mitra pemasaran sehingga produk mereka dipasarkan hingga Sumedang, Bandung, dan Jakarta.

Keunggulan selada hidroponik, menurutnya, terletak pada rasa yang lebih segar, tidak pahit, serta daya simpan yang lebih lama karena dijual bersama media tanamnya.

Meski demikian, tantangan tetap ada. Serangan hama seperti ulat dan belalang, serta fluktuasi harga akibat masuknya produk selada konvensional saat musim kemarau masih menjadi persoalan yang harus dihadapi para petani hidroponik.

Ingin Cetak Lebih Banyak Petani Muda

Kini Regi tidak hanya fokus mengembangkan usaha sendiri. Bersama Kelompok Rumah Hidroponik Tanjungpura Berdikari, ia aktif mengajak masyarakat belajar hidroponik dan membuka kesempatan bagi siapa saja yang ingin bergabung.

Ia berharap semakin banyak anak muda tertarik menekuni sektor pertanian modern sehingga mampu menciptakan lapangan kerja baru sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Bagi Regi, kesuksesan tidak hanya diukur dari besarnya keuntungan, tetapi juga dari kemampuan berbagi ilmu dan mengajak orang lain tumbuh bersama. Ia pun berpesan agar generasi muda tidak malu menjadi petani karena sektor pertanian tetap memiliki peran penting dalam kehidupan masyarakat.

Editor : Maylanni Diana Fitri
#selada hidroponik #Regi Zamzam #Tasikmalaya #hidroponik #petani muda