BLITAR KAWENTAR – Komunitas Antik dan Vintage Blitar kembali menjadi salah satu daya tarik dalam gelaran Blitar Djadoel. Memasuki tahun ketiga berpartisipasi bersama Radar Blitar, komunitas ini kembali menghadirkan konsep berbeda dengan mengusung tema toko klontong jadul ala keturunan Tionghoa, lengkap dengan berbagai koleksi barang antik dan vintage yang memancing nostalgia pengunjung.
Berlokasi di stan D37 atau sisi paling timur area Blitar Djadoel, dekorasi yang ditampilkan sukses menarik perhatian. Banner bertuliskan "Waroeng Radar Blitar" berpadu dengan suasana toko tempo dulu yang dipenuhi beragam barang lawas, mulai dari buku, majalah, mainan, kaset, helm, hingga foto-foto presiden terdahulu.
Koordinator Komunitas Antik dan Vintage Blitar, Hidayat Dhasar Sujanmo, mengatakan bahwa setiap tahun komunitasnya selalu berusaha menghadirkan konsep baru agar pengunjung tidak merasa bosan. Meski nuansa klasik tetap dipertahankan, tema dekorasi selalu dibuat berbeda.
Menurut Hidayat, kecintaan terhadap barang antik bukan hanya soal mengoleksi benda-benda lawas, tetapi juga bagaimana menyajikannya agar terlihat menarik dan memiliki nilai estetika.
Karena itu, setiap pameran selalu dipersiapkan dengan matang. Penataan ruangan dibuat menyerupai toko pada masa lampau sehingga mampu membawa pengunjung seolah kembali ke era puluhan tahun silam.
"Yang jelas kami berupaya membuat stan ini semenarik mungkin sehingga barang-barang antik tidak lagi terkesan kumuh, tetapi menjadi menarik dan estetik untuk dinikmati," ujarnya.
Konsep tersebut terbukti berhasil menarik perhatian pengunjung. Banyak yang datang sekadar melihat-lihat koleksi, berburu barang antik, hingga mengabadikan momen dengan berfoto di dalam stan yang penuh nuansa klasik.
Keunikan stan ini juga didukung oleh partisipasi belasan anggota komunitas yang membawa koleksi terbaik mereka.
Masing-masing anggota menyumbangkan barang koleksi yang berbeda sehingga isi stan menjadi semakin lengkap. Mulai dari peralatan rumah tangga, pajangan, buku lawas, majalah, mainan jadul, radio, kaset, hingga berbagai perlengkapan yang pernah populer pada masanya.
Kolaborasi tersebut membuat pengunjung memiliki banyak pilihan untuk bernostalgia sekaligus berburu barang koleksi yang sulit ditemukan di pasaran.
Selain dipamerkan, sebagian besar koleksi juga dijual dengan harga yang terjangkau. Bahkan, pembeli masih diperbolehkan melakukan negosiasi harga sehingga semakin menarik minat para pecinta barang antik.
Stan Komunitas Antik dan Vintage Blitar tidak hanya menjadi tempat berburu barang koleksi, tetapi juga salah satu spot favorit untuk berfoto.
Dekorasi toko klontong jadul yang dipenuhi barang-barang klasik menghadirkan suasana unik yang sulit ditemukan di tempat lain. Pengunjung dari berbagai usia tampak menikmati pengalaman melihat langsung benda-benda yang pernah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat di masa lalu.
Hidayat berharap kehadiran komunitasnya dapat memberikan hiburan sekaligus menjadi sarana edukasi mengenai sejarah benda-benda lawas yang memiliki nilai budaya dan kenangan.
Baca Juga: Hari-Hari Store Tebar Promo Gila di Blitar Djadoel 2026, Diskon Wardah dan Kahf hingga 25 Persen
Ia juga berharap semakin banyak masyarakat, khususnya generasi muda, yang mengenal serta ikut melestarikan barang-barang antik dan vintage sebagai bagian dari warisan sejarah.
Partisipasi Komunitas Antik dan Vintage Blitar dalam Blitar Djadoel pun menjadi bukti bahwa benda-benda lama masih memiliki daya tarik tinggi apabila dikemas secara kreatif. Melalui konsep yang berbeda setiap tahun, stan ini selalu berhasil menghadirkan pengalaman nostalgia yang menarik bagi para pengunjung. (*/ady)
Editor : Azahra Meilisani Salma