Meski berlangsung di tengah kebijakan efisiensi anggaran pemerintah, penyelenggaraan Bazaar Blitar Djadoel tetap menghadirkan kemeriahan dengan melibatkan lebih dari 550 stan yang diisi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), pedagang kaki lima (PKL), instansi pemerintah, instansi vertikal, BUMD, hingga sektor perbankan.
Kehadiran ratusan stan tersebut diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat sekaligus memperkuat posisi Blitar Djadoel sebagai agenda wisata unggulan yang selalu dinantikan setiap tahunnya.
Wali Kota Blitar, Syauqul Muhibbin, mengatakan pelaksanaan Bazaar Blitar Djadoel tahun ini memang dibuat lebih sederhana sebagai bentuk penyesuaian terhadap efisiensi anggaran. Namun demikian, konsep dan identitas khas Blitar Djadoel tetap dipertahankan.
Menurutnya, tema "Lorong Waktu Sejarah" dipilih agar masyarakat tidak hanya datang untuk berbelanja, tetapi juga mendapatkan pengalaman mengenal sejarah dan budaya Kota Blitar.
Konsep tersebut membawa pengunjung menyusuri perjalanan sejarah Kota Blitar melalui berbagai dekorasi, pertunjukan seni, kuliner tradisional, hingga suasana tempo dulu yang ditampilkan di setiap sudut kawasan bazar.
Ketua Panitia Bazaar Blitar Djadoel 2026, Parminto, menjelaskan kegiatan berlangsung selama lima hari, mulai 8 hingga 12 Juli 2026.
Area bazar dibagi menjadi empat zona yang masing-masing menggambarkan perjalanan sejarah Kota Blitar, mulai dari masa kerajaan, masa pra-kemerdekaan, masa perjuangan kemerdekaan, hingga masa pascakemerdekaan.
Melalui pembagian zona tersebut, pengunjung diajak menikmati pengalaman berbeda saat berkeliling area bazar. Setiap zona menghadirkan nuansa sejarah yang dikemas melalui dekorasi, arsitektur, kuliner, hingga berbagai atraksi budaya.
Selain menjadi tempat berbelanja, bazar ini juga menjadi sarana edukasi bagi masyarakat, khususnya generasi muda, untuk mengenal nilai-nilai sejarah dan budaya yang menjadi identitas Kota Blitar.
Bazaar Blitar Djadoel tidak hanya menjadi ajang hiburan, tetapi juga menjadi momentum promosi bagi ratusan pelaku UMKM lokal.
Beragam produk kuliner tradisional, kerajinan, fesyen, hingga produk kreatif ditawarkan kepada pengunjung selama pelaksanaan bazar. Kehadiran lebih dari 550 stan diharapkan mampu meningkatkan transaksi ekonomi masyarakat sekaligus membuka peluang usaha yang lebih luas.
Pemerintah Kota Blitar berharap penyelenggaraan Bazaar Blitar Djadoel 2026 mampu memberikan dampak positif terhadap sektor ekonomi dan pariwisata. Dengan konsep yang memadukan sejarah, budaya, dan pemberdayaan UMKM, event ini diharapkan semakin memperkuat citra Kota Blitar sebagai destinasi wisata budaya yang menarik untuk dikunjungi. (sub/ady)