Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik Sport

Lepas 262 Tukik Lekang di Pantai Serang, Konservasi Gratis Ini Jadi Magnet Wisata Edukasi Blitar

Fajar Rahmad Ali Wardana • Jumat, 10 Juli 2026 | 13:15 WIB
Sebanyak 262 tukik penyu lekang dilepasliarkan di Pantai Serang, Kabupaten Blitar. Pelepasliaran menjadi bagian dari edukasi konservasi sekaligus daya tarik wisata berbasis lingkungan.
Sebanyak 262 tukik penyu lekang dilepasliarkan di Pantai Serang, Kabupaten Blitar. Pelepasliaran menjadi bagian dari edukasi konservasi sekaligus daya tarik wisata berbasis lingkungan.

BLITAR KAWENTAR – Kegiatan lepas tukik Pantai Serang kembali menjadi magnet wisata edukasi di Kabupaten Blitar. Sebanyak 262 ekor tukik atau anak penyu lekang dilepasliarkan ke habitat alaminya di Pantai Serang, Kecamatan Panggungrejo, Selasa (7/7).

Kegiatan tersebut bukan sekadar atraksi wisata, tetapi juga menjadi bagian dari upaya konservasi satwa dilindungi sekaligus sarana edukasi bagi masyarakat.

Ratusan tukik yang dilepas berasal dari telur penyu hasil relokasi sarang alami di Pantai Jebring. Telur-telur tersebut ditetaskan secara semi-alami oleh relawan Konservasi Penyu Segoro Lestari sebelum akhirnya dilepas ke laut ketika kondisinya dinilai siap bertahan hidup di alam bebas.

Baca Juga: Seragam Gratis Kota Blitar 2026 Diperluas, Siswa Luar Daerah di Sekolah Negeri Kini Juga Berhak Menerima

Suasana sore di Pantai Serang dipenuhi antusiasme puluhan pengunjung. Mereka berkesempatan memegang tukik satu per satu sebelum melepaskannya menuju bibir pantai.

Sesekali ombak datang menghampiri, membantu anak-anak penyu tersebut berenang menuju lautan lepas untuk memulai siklus hidupnya.

Edukasi Jadi Tujuan Utama

Humas Konservasi Penyu Segoro Lestari Impron Rosadi mengatakan, pelepasliaran tukik tidak hanya bertujuan mengembalikan penyu ke habitatnya.

Baca Juga: Karanganyar Coffee Blitar, Wisata Sejarah dan Edukasi dengan Rumah Loji hingga Museum Antik yang Wajib Dikunjungi

Kegiatan tersebut juga dirancang agar masyarakat memahami pentingnya menjaga kelestarian penyu yang populasinya terus menghadapi berbagai ancaman.

Sebelum mengikuti pelepasliaran, seluruh peserta diwajibkan mengikuti sesi Turtle Talk. Dalam kegiatan tersebut, relawan memberikan penjelasan mengenai jenis-jenis penyu yang hidup di Indonesia, proses penetasan telur, masa inkubasi, hingga berbagai ancaman yang menyebabkan populasi penyu terus menurun.

Melalui pendekatan edukatif tersebut, pengunjung diharapkan tidak sekadar menikmati pengalaman melepas tukik, tetapi juga membawa pulang pengetahuan baru mengenai pentingnya menjaga ekosistem laut.

Diminati Wisatawan Hingga Peneliti

Program konservasi di Pantai Serang kini semakin dikenal luas. Tidak hanya dikunjungi masyarakat Blitar, kegiatan tersebut juga menarik perhatian wisatawan dari berbagai daerah, bahkan wisatawan mancanegara.

Selain menjadi destinasi wisata edukasi, kawasan konservasi juga kerap menjadi lokasi penelitian bagi kalangan akademisi yang ingin mempelajari siklus hidup penyu maupun upaya konservasi berbasis masyarakat.

Baca Juga: Kampung Coklat Blitar 2026 Makin Lengkap, Ada Kolam Renang, Kebun Kakao, Wahana Gratis hingga Wisata Edukasi

Antusiasme masyarakat terlihat dari tingginya minat mengikuti kegiatan pelepasliaran. Setiap kali pendaftaran dibuka melalui media sosial, kuota peserta biasanya habis hanya dalam beberapa jam.

Hal tersebut menunjukkan meningkatnya kepedulian masyarakat terhadap pelestarian satwa laut yang dilindungi.

Gratis Sejak 2022

Menariknya, seluruh rangkaian kegiatan edukasi dan pelepasliaran tukik diberikan secara gratis sejak 2022.

Kebijakan tersebut diambil untuk menghapus stigma lama bahwa kegiatan pelepasan penyu selalu dipungut biaya.

Baca Juga: Mengunjungi Wisata Edukasi Kaliganter di Blitar: Awalnya Hanya Lahan Desa yang Tak Terurus

Menurut Impron, saat kawasan pantai masih dikelola pihak lain, wisatawan dikenakan tarif sekitar Rp20 ribu hingga Rp50 ribu untuk mengikuti pelepasan tukik.

Kini seluruh kegiatan dilakukan tanpa biaya karena para relawan bekerja secara sukarela. Mereka ingin memastikan konservasi benar-benar menjadi gerakan bersama demi menyelamatkan penyu dari ancaman kepunahan.

Dorong Ekonomi Masyarakat Pesisir

Di balik misi konservasi, kegiatan ini juga membawa dampak ekonomi bagi masyarakat sekitar Pantai Serang.

Setiap agenda pelepasliaran mampu mendatangkan puluhan pengunjung dari luar daerah. Kehadiran wisatawan tersebut membuka peluang bagi pelaku usaha lokal seperti pedagang makanan, penyedia jasa parkir, hingga pelaku UMKM di kawasan wisata.

Relawan berharap masyarakat pesisir dapat memanfaatkan meningkatnya kunjungan wisata sebagai peluang usaha yang berkelanjutan tanpa mengabaikan kelestarian lingkungan.

Dengan menggabungkan konservasi, edukasi, dan pengembangan wisata berbasis alam, Pantai Serang diharapkan mampu menjadi contoh pengelolaan kawasan pesisir yang tidak hanya menjaga keberadaan penyu, tetapi juga memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat sekitar.

Semakin banyak masyarakat yang memahami pentingnya pelestarian penyu, semakin besar pula peluang satwa laut tersebut tetap lestari untuk generasi mendatang. Kegiatan pelepasliaran tukik pun diharapkan terus menjadi agenda rutin yang mampu memperkuat posisi Pantai Serang sebagai destinasi wisata konservasi unggulan di Kabupaten Blitar.

Editor : Aprillita Saskia Azzahrah Putri Kurniawan
#Lepas Tukik Pantai Serang #Penyu Lekang #wisata edukasi blitar #konservasi penyu #pantai serang