BLITAR KAWENTAR - Gelaran Blitar Djadoel 2026 kembali menyedot perhatian publik. Event tahunan yang diinisiasi Pemerintah Kota (Pemkot) Blitar tersebut berlangsung mulai 8-12 Juli 2026 di Alun-Alun Kota Blitar.
Nuansa tempo dulu yang kental berpadu apik dengan semangat menggerakkan roda ekonomi dan meningkatkan derajat kesehatan masyarakat.
Wali Kota Blitar, Syauqul Muhibbin menyampaikan bahwa ajang ini bukan sekadar hiburan masyarakat, melainkan roda penggerak perekonomian kota yang melibatkan seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Menariknya, sektor kesehatan juga mendapat porsi atensi yang besar dalam event ini.
Baca Juga: Geliat Rumor Transfer Persib 2026: Mariano Peralta Resmi Merapat, Bobotoh Siap Sambut Winger Baru!
"Blitar Djadoel ini upaya kita mendongkrak ekonomi lokal lewat partisipasi aktif OPD. Tapi perlu diingat, ekonomi yang kuat hanya bisa berjalan optimal jika didukung masyarakat yang sehat," ujar Wali Kota Blitar, Syauqul Muhibbin.
Merespons arahan tersebut, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Blitar tampil dengan konsep unik di stan A13, mengusung tema era kerajaan lewat visualisasi Lumbung Desa "Loh Jinawi".
Plt Kepala Dinkes Kota Blitar, Dissie Laksmonowati Arlini menjelaskan, konsep lumbung desa lengkap dengan ornamen jadul dan lesung tradisional ini memiliki filosofi mendalam yang dikorelasikan dengan visi misi kepala daerah dalam mewujudkan masyarakat sehat dan sejahtera.
"Lumbung Desa Loh Jinawi menggambarkan kemakmuran hasil panen dan sumber pangan sehat. Lewat visualisasi karbohidrat, sayur, buah, dan telur ini, kami mengedukasi masyarakat tentang pentingnya diet seimbang serta mendukung penurunan angka stunting," katanya, Jumat (10/7).
Melalui ajang ini, dinkes massif melakukan edukasi promotif kekinian. Mulai dari porsi sekali makan ideal sesuai usia anak, penerapan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), pemantauan berat badan, hingga aktivitas fisik seimbang.
Namun, Dissie menegaskan stan dinkes tidak membuka pelayanan medis langsung, melainkan fokus sebagai pusat informasi, pembagian brosur, dan konsultasi perilaku CERDIK (Cek kesehatan rutin, Enyahkan asap rokok, Rajin aktivitas fisik, Diet seimbang, Istirahat cukup, dan Kelola stres).
"Kami tidak melakukan pemeriksaan langsung di area bazar, namun kami sarankan untuk pemeriksaan langsung di puskesmas karena lebih memadai. Di sana masyarakat bisa Cek Kesehatan Gratis (CKG) di puskesmas," imbuhnya.
Upaya promotif ini sejalan dengan meningkatnya kesadaran sehat warga Kota Blitar. Berdasarkan data tren pendaftaran layanan kesehatan pada minggu pertama Juli 2026, tercatat ada kenaikan dari 46.286 pada 24 Juni menjadi 47.666 pendaftar pada 1 Juli.
Baca Juga: Sego DJ Blitar, Kuliner Daun Jeruk yang Bikin Ketagihan, Harga Mulai Rp 5 Ribu
Begitu pula dengan angka kehadiran yang merangkak naik dari 45.771 menjadi 47.153 pada periode yang sama. Kesadaran ini juga linier dengan kesuksesan program Car Free Day (CFD) sebagai wadah aktivitas fisik.
"CFD itu sebenarnya bentuk edukasi promotif yang sangat efisien. Kami dukung penuh karena ada multiplier effect, masyarakat sehat, ekonomi lokal juga bergerak," urainya.
Komitmen pemkot dalam memantau kesehatan warga juga dibuktikan lewat capaian Program Cek Kesehatan Gratis (PKG). Dari target sasaran 46 persen total penduduk, capaian PKG Kota Blitar saat ini telah menembus angka menggembirakan yaitu 61,16 persen dari target sasaran, atau setara dengan 29,68 persen dari total keseluruhan penduduk kota.
“Kami berharap bekal edukasi yang dibawa pulang pengunjung bazar bisa diterapkan demi mewujudkan Kota Blitar bebas stunting,” tandasnya.(mg1/sub)
Editor : M. Subchan Abdullah