Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik Sport

Kades Wonorejo Dorong Bersih Desa Jadi Wadah Kreativitas dan Potensi Ekonomi

Fajar Rahmad Ali Wardana • Sabtu, 11 Juli 2026 | 19:44 WIB
Rombongan SDN Wonorejo 01, melakukan foto bersama dengan Kepala Desa Wonorejo, Fendriana Anitasari ketika kirab budaya dalam rangka bersih desa, pada Sabtu (11/7).
Rombongan SDN Wonorejo 01, melakukan foto bersama dengan Kepala Desa Wonorejo, Fendriana Anitasari ketika kirab budaya dalam rangka bersih desa, pada Sabtu (11/7).

Blitar - Kemeriahan dan riuh budaya menyelimuti jalanan Desa Wonorejo, Kecamatan Talun, Kabupaten Blitar. Ribuan warga tumpah ruah ke jalanan untuk menyaksikan gelaran Kirab Budaya Nusantara yang digelar secara megah, Sabtu (11/7). Agenda tahunan ini diselenggarakan bukan sekadar seremoni, melainkan sebagai wujud syukur dalam rangka Bersih Desa atau memperingati hari jadi Desa Wonorejo yang ke-126.

Rombongan kirab menempuh jalan sepanjang 2,3 kilo meter. Mereka perjalanan karnaval ini dari tapal batas Kelurahan Bajang hingga menginjak garis finish di pertigaan Dusun Mungkung. Sesangkan panggung kehormatan berada di depan lapangan.

Baca Juga: Rekomendasi HP Gaming 2 Jutaan Terbaik 2026, Snapdragon hingga Dimensity, Mana yang Paling Worth It?

​"Tahun ini kami sengaja mengangkat tema Kirab Budaya Nusantara. Setiap peserta dari tingkat RT maupun kelompok pemuda menyuguhkan sebuah cerita yang hidup di tengah masyarakat Indonesia. Total ada 34 peserta yang terlibat, rinciannya 7 dari lembaga desa, 25 dari lingkungan RT, serta 2 kelompok pemuda Karang Taruna," kata Kepala Desa (Kades) Wonorejo, Fendriana Anitasari di sela-sela acara.

​Nuansa kebhinekaan sangat kental terasa di sepanjang rute kirab. Para peserta dari berbagai unsur lembaga dan lingkungan tampil totalitas menyuguhkan beragam segmen cerita rakyat legendaris khas nusantara. Bahkan ada yang lengkap dengan pernak-pernik kostum teatrikal yang memikat mata penonton.

​Fendriana menjelaskan, antusiasme masyarakat pada perayaan kali ini tergolong sangat luar biasa. Pihak pemerintah desa mencatat ada puluhan kelompok peserta yang andil bagian menuangkan kreativitasnya di atas jalanan aspal.

Baca Juga: Baterai 7000 mAh Cuma Rp2 Jutaan! Ini Daftar HP 2 Jutaan Terbaik 2026 Layar 120Hz Anti Nge-lag yang Wajib Dibeli

​Fendriana mengapresiasi tinggi keseriusan warganya dalam mempersiapkan penampilan. Keragaman budaya dari sabang sampai merauke dilebur menjadi satu wadah tontonan yang edukatif.

 Sepanjang pergelaran, masyarakat disuguhi visualisasi cerita rakyat yang unik dan berbeda di setiap barisan kontingen.

​Kostum mencolok nan megah yang mencerminkan karakter tokoh-tokoh masa lampau menjadi magnet utama. Penonton dibuat kagum dengan replika berjalan dari latar cerita legendaris.

​"Penampilannya sangat unik karena mereka benar-benar mendalami cerita rakyat yang dibawakan lewat kostum. Tadi sepanjang rute saya melihat ada teatrikal kisah Candi Prambanan, romansa Rama Sinta, sejarah Damar Wulan, dan banyak lagi dongeng nusantara lainnya yang disuguhkan secara apik," urai Fendriana dengan tersenyum.

​tidak hanya itu, Fendriana menegaskan bahwa esensi dari penyelenggaraan bersih desa yang dikemas lewat kirab budaya ini memiliki dampak turunan yang konkret. Pemdes Wonorejo menolak jika agenda besar ini hanya dipandang sebagai panggung hiburan masyarakat musiman.

Baca Juga: Baterai Monster 7000 mAh Tahan Air IP68! Cek 4 HP 2 Jutaan Terbaik 2026 Edisi Juli yang Cocok Buat Ojol dan Lapangan

​Sebab, ada target ekonomi hilir yang sengaja disasar pihak desa. Kerumunan ribuan massa penonton yang datang dari berbagai penjuru luar desa dimanfaatkan secara jeli untuk menggerakkan kantong-kantong pendapatan baru bagi warga lokal, mulai dari sektor jasa hingga perdagangan mikro.

​"Harapan kami ke depan, kegiatan seperti ini bukan cuma jadi agenda rutin untuk sekadar hura-hura belaka. Melainkan menjadi momentum berharga untuk menggali dan melejitkan potensi lokal masyarakat Desa Wonorejo. Lewat keramaian ini, warga yang memiliki usaha UMKM bisa berjualan, masyarakat bisa membuka jasa parkir teratur, dan produk lokal desa bisa dikenal luas. Dengan begitu, roda perekonomian arus bawah bisa berputar cepat," pungkasnya.(jar)

Editor : Fajar Rahmad Ali Wardana
Desa wonorejo talun sedekah bumi hari jadi kirab budaya bersih desa