BLITAR KAWENTAR – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan atlet Kungfu Tradisional Kota Blitar. Tujuh atlet yang turun pada Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Asosiasi Kungfu Tradisional Indonesia (AKTI) 2026 di Surabaya membawa pulang tujuh medali sekaligus mengharumkan nama Bumi Bung Karno di tingkat nasional.
Dari tujuh medali yang diraih, lima di antaranya merupakan medali emas, sedangkan dua medali lainnya berwarna perak.
Pelatih AKTI Kota Blitar, Agik Yulianto mengatakan, keberhasilan para atlet tidak diraih secara instan. Mereka telah menjalani program latihan secara intensif jauh sebelum kejuaraan berlangsung, baik untuk meningkatkan kemampuan teknik, kondisi fisik, maupun kesiapan mental saat bertanding.
Baca Juga: Unjuk Gigi di Kejurprov Jatim, Atlet Dancesport Kota Blitar Borong 12 Medali
”Alhamdulillah, atlet-atlet kami mampu tampil maksimal di Kejurnas AKTI 2026. Hasil ini merupakan buah dari disiplin latihan yang sudah dilakukan sejak jauh hari," ujarnya.
Menurut Agik, sebagian atlet yang diturunkan memang merupakan atlet potensial yang sebelumnya juga pernah menyumbangkan prestasi pada berbagai ajang bergengsi tingkat regional, termasuk Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Timur. Pengalaman bertanding tersebut menjadi modal penting sehingga para atlet mampu tampil percaya diri di tingkat nasional.
Meski demikian, dia mengingatkan anak didiknya agar tidak cepat berpuas diri dengan capaian tersebut. Menurutnya, masih banyak kejuaraan yang harus dihadapi dengan tingkat persaingan yang lebih ketat.
"Prestasi ini menjadi bekal untuk menghadapi kejuaraan berikutnya. Kami minta atlet tetap rendah hati, terus berlatih, dan jangan cepat puas karena tantangan ke depan akan lebih besar," katanya.
Agik menjelaskan, hasil Kejurnas AKTI 2026 sekaligus menjadi tolok ukur perkembangan pembinaan atlet Kungfu Tradisional di Kota Blitar. Dia optimistis para atlet masih memiliki peluang besar untuk terus meningkatkan prestasi apabila pembinaan dilakukan secara berkelanjutan.
Karena itu, dia berharap dukungan dari Pemerintah Kota Blitar maupun KORMI sebagai induk olahraga rekreasi dapat terus ditingkatkan. Dukungan tersebut tidak hanya dalam bentuk bantuan pembiayaan, tetapi juga fasilitas latihan, pembinaan, serta perhatian terhadap kesejahteraan atlet.
Baca Juga: BYD Atto 1 vs Geely EX2, Duel Mobil Listrik Rp200 Jutaan, Mana Lebih Layak Dibeli?
"Kami berharap ada perhatian yang lebih besar, baik secara material maupun nonmaterial. Dengan dukungan yang optimal, pembinaan atlet akan semakin baik sehingga prestasi yang sudah diraih bisa dipertahankan bahkan ditingkatkan," tandasnya.(sub/c1)
Editor : M. Subchan Abdullah