Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik Sport

21 Titik Wilayah di Kota Blitar Rawan Kesulitan Air Bersih, BPBD Mulai Tingkatkan Langkah Antisipatif

M. Luki Azhari • Minggu, 12 Juli 2026 | 19:26 WIB
MOCH. LUKI AZHARI/RADAR BLITAR
MULAI SURUT: Aliran di salah satu sungai lahar di Sukorejo yang mulai mengalami surut saat memasuki musim kemarau.
MOCH. LUKI AZHARI/RADAR BLITAR MULAI SURUT: Aliran di salah satu sungai lahar di Sukorejo yang mulai mengalami surut saat memasuki musim kemarau.

 

BLITAR KAWENTAR - Memasuki musim kemarau, sejumlah aliran sungai di wilayah Bumi Bung Karno terpantau mulai mengalami penyusutan debit air. Salah satunya di aliran sungai lahar yang berada di wilayah Kelurahan/Kecamatan Sukorejo. Volume airnya kini tampak berkurang dari kondisi normal.

Kondisi tersebut menjadi perhatian Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Blitar sebagai penanda mulanya dampak cuaca panas di lapangan, meskipun hingga saat ini belum ada laporan resmi dari warga yang mengalami krisis air bersih.

”Secara kasat mata, ada beberapa sungai yang mulai surut, salah satunya aliran lahar di Sukorejo. Airnya berkurang dari biasanya. Tapi itu belum bisa jadi patokan kekeringan, hanya gambaran kondisi lapangan saat ini," kata Kepala Pelaksana BPBD Kota Blitar, Agus Suherli, Minggu (12/7/2026).

Baca Juga: Warga Desa Serang Blitar Tolak LHP Inspektorat Buntut Sengketa Keuangan BUMDes

Kendati susutnya debit sungai belum menjadi parameter mutlak terjadinya krisis air, BPBD tetap melakukan langkah antisipasi dini. Sebagai acuan mitigasi, BPBD mengantongi peta rawan tahun lalu yang mencatat adanya 21 titik potensi kekeringan yang tersebar di 7 kelurahan.

Beberapa wilayah yang menjadi atensi penanganan berkaca dari dampak kemarau tahun lalu di antaranya adalah Kelurahan Ngadirejo, Kelurahan Sentul, dan Lingkungan Jatimalang. Titik-titik ini dipantau ketat agar pasokan air bersih warga tetap aman jika kemarau panjang berlanjut.

”Kami tidak kurang-kurang melakukan sosialisasi, utamanya di wilayah yang memiliki potensi kekeringan tersebut," imbuhnya.

Baca Juga: Warga Desa Serang Blitar Tolak LHP Inspektorat Buntut Sengketa Keuangan BUMDes

Di sisi lain, menyusutnya air sungai dan mengeringnya lingkungan sekitar juga membawa risiko lain yang tidak kalah diwaspadai, yakni bahaya kebakaran. BPBD meminta masyarakat Bumi Bung Karno untuk lebih berhati-hati dalam melakukan aktivitas yang memicu api.

Warga diimbau keras untuk tidak membakar sampah secara sembarangan tanpa pengawasan, terutama bagi mereka yang tinggal di area padat bangunan.

”Kami ingatkan masyarakat agar waspada, bukan hanya soal kekeringan tapi juga potensi kebakaran. Jangan bakar sampah sembarangan karena sangat berbahaya, utamanya di perkampungan padat penduduk," pungkasnya.(mg1/sub)

Editor : M. Subchan Abdullah
#BPBD Kota Blitar #sungai brantas #kesulitan air #kekeringan #musim kemarau