BLITAR KAWENTAR – Keamanan pangan selama pelaksanaan Blitar Djadoel 2026 menjadi perhatian serius Pemerintah Kota Blitar.
Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Blitar membuka ruang pengaduan bagi masyarakat yang menemukan makanan atau minuman yang diduga mengandung bahan berbahaya selama bazar kuliner berlangsung di Alun-Alun Kota Blitar.
Langkah tersebut dilakukan sebagai upaya menjaga keamanan pangan di tengah tingginya aktivitas jual beli makanan selama event tahunan tersebut.
Baca Juga: Seragam Gratis Kota Blitar 2026 Diperluas, Siswa Luar Daerah Kini Ikut Merasakan Bantuan
Dinkes memastikan pengawasan dilakukan secara berkala, sekaligus mengajak masyarakat ikut berperan aktif mengawasi jajanan yang beredar.
Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinkes Kota Blitar, Endang Purwono, mengatakan hingga saat ini hasil pemantauan petugas belum menemukan makanan yang mengandung bahan kimia berbahaya. Meski demikian, kewaspadaan tetap perlu ditingkatkan.
Warga Diminta Aktif Mengawasi
Menurut Endang, masyarakat memiliki peran penting dalam menjaga keamanan pangan. Apabila menemukan jajanan dengan ciri mencurigakan, masyarakat diminta segera melapor kepada petugas.
Baca Juga: Kisah dr. Wiwi Rahayu, Dokter Aesthetic Muda Asal Blitar yang Padukan Seni dan Ilmu Medis
"Hindari jajanan dengan warna yang terlalu mencolok. Begitu juga produk pangan yang menggunakan nitrogen cair karena berpotensi menimbulkan gangguan kesehatan. Silakan laporkan bila masyarakat menemui pedagang yang menjual produk seperti itu," ujarnya.
Ia menjelaskan, banyaknya pedagang yang mengikuti Blitar Djadoel membuat pengawasan tidak bisa hanya mengandalkan petugas. Kolaborasi dengan masyarakat dinilai menjadi langkah efektif agar makanan yang dijual tetap aman dikonsumsi.
Pilih Makanan yang Higienis
Selain mengawasi kemungkinan penggunaan bahan berbahaya, Dinkes juga mengimbau pengunjung lebih teliti saat membeli makanan. Pengunjung disarankan memilih makanan yang disimpan dalam kondisi tertutup atau dikemas dengan baik.
Baca Juga: Antisipasi Jukir Liar Beraksi, Sebar Personel di Sejumlah Titik Parkir Bazaar Blitar Djadoel 2026
Menurut Endang, makanan yang dibiarkan terbuka lebih rentan terpapar debu, terutama karena aktivitas pengunjung yang padat dan kondisi cuaca kemarau.
"Pilihlah makanan yang tertutup atau dikemas dengan baik sehingga lebih terjaga kebersihannya. Kami juga mengajak masyarakat lebih teliti memilih jajanan yang aman dikonsumsi," katanya.
Pedagang Terus Diedukasi
Pengawasan keamanan pangan tidak hanya menyasar produk yang dijual, tetapi juga dilakukan melalui edukasi kepada para pedagang. Dinkes Kota Blitar terus mengingatkan agar pedagang tidak menggunakan bahan tambahan pangan yang dilarang serta selalu menjaga kebersihan selama proses pengolahan hingga penyajian makanan.
Edukasi tersebut diharapkan mampu meningkatkan kesadaran pedagang mengenai pentingnya menyediakan makanan yang aman dan higienis bagi masyarakat.
Dengan semakin banyaknya pengunjung yang datang menikmati berbagai kuliner tradisional maupun modern di Blitar Djadoel 2026, keamanan pangan menjadi salah satu aspek yang tidak boleh diabaikan.
Harapkan Kuliner Aman dan Sehat
Dinkes berharap seluruh rangkaian Blitar Djadoel dapat berlangsung tanpa adanya kasus keracunan makanan maupun gangguan kesehatan akibat pangan yang tidak layak konsumsi.
Partisipasi masyarakat dinilai menjadi kunci keberhasilan pengawasan. Dengan melaporkan makanan yang diduga berbahaya serta lebih selektif saat membeli jajanan, pengunjung ikut membantu menciptakan lingkungan kuliner yang aman.
"Harapan kami, masyarakat bisa menikmati kuliner di Blitar Djadoel dengan aman, sehat, dan nyaman tanpa khawatir terhadap keamanan pangan yang dikonsumsi," pungkas Endang. (bud/c1/ady)