BLITAR KAWENTAR – Bazar Blitar Djadoel 2026 menjadi magnet bagi masyarakat sejak hari pertama pelaksanaannya. Ribuan pengunjung memadati kawasan Alun-Alun Kota Blitar untuk menikmati suasana bazar bertema tempo dulu yang menghadirkan beragam kuliner, produk UMKM, hingga hiburan. Membludaknya pengunjung ternyata juga memicu kedatangan pedagang dadakan dalam jumlah besar sehingga pemerintah harus melakukan penataan lokasi berjualan.
Lonjakan pengunjung pada Bazar Blitar Djadoel 2026 membuat kapasitas area bazar tidak lagi mampu menampung seluruh pedagang yang datang. Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Blitar bersama Satpol PP pun bergerak cepat melakukan penataan agar aktivitas jual beli tetap berjalan tertib dan nyaman.
Kepala Disperindag Kota Blitar, Parminto, mengatakan seluruh kuota stan resmi yang disediakan panitia telah terisi penuh. Kondisi itu menyebabkan pedagang yang datang belakangan tidak lagi memperoleh tempat di dalam kawasan utama bazar.
Baca Juga: Antisipasi Jukir Liar Beraksi, Sebar Personel di Sejumlah Titik Parkir Bazaar Blitar Djadoel 2026
"Pengunjung membeludak, lalu pedagang dadakan yang hadir luar biasa banyak dan tidak mendapat tempat karena di dalam masih crowded. Akhirnya mereka sempat bertahan di luar semua. Hari ini langsung kami tata bersama Satpol PP," ujarnya.
Kuota Stan Resmi Sudah Terpenuhi
Pada penyelenggaraan tahun ini, panitia menyediakan sebanyak 550 stan resmi bagi para pelaku usaha. Jumlah tersebut belum termasuk puluhan pedagang kaki lima (PKL) lokal yang sejak awal telah difasilitasi untuk berjualan di kawasan depan Alun-Alun Kota Blitar.
Menurut Parminto, pemerintah tetap memberikan prioritas kepada pelaku usaha lokal yang telah mengikuti ketentuan administrasi. Sementara itu, sebagian besar pedagang dadakan yang datang belakangan merupakan pedagang dari luar daerah yang memanfaatkan ramainya pengunjung untuk berjualan.
Ia menegaskan bahwa penataan dilakukan semata-mata demi menjaga ketertiban umum dan kenyamanan masyarakat selama berlangsungnya kegiatan.
Pedagang Dialihkan ke Sejumlah Titik
Sebagai solusi, Disperindag menerapkan pembagian zonasi bagi para pedagang. Pedagang kaki lima dadakan diarahkan menempati kawasan Jalan Mastrip, sedangkan pedagang asongan ditempatkan di sepanjang trotoar sisi utara Jalan Merdeka.
Langkah tersebut dilakukan agar kawasan utama bazar tidak semakin padat sekaligus menjaga kelancaran arus pengunjung yang terus berdatangan setiap harinya.
Di sisi lain, aktivitas perdagangan di kawasan Jalan Kenanga tetap berlangsung seperti biasa. Lokasi tersebut tidak mengalami perubahan karena memang diperuntukkan bagi pedagang yang sehari-hari telah berjualan di kawasan tersebut.
Pendataan Masih Berlangsung
Disperindag Kota Blitar hingga kini masih melakukan pengawasan sekaligus pendataan terhadap jumlah pedagang dadakan yang datang ke sekitar area bazar. Karena proses penataan masih berlangsung, pemerintah belum dapat memastikan total pedagang tambahan yang memanfaatkan momentum Bazar Blitar Djadoel tahun ini.
Meski demikian, pemerintah berharap langkah penataan tersebut mampu menciptakan suasana bazar yang aman, nyaman, dan tertib tanpa mengurangi kesempatan masyarakat menikmati berbagai sajian kuliner, produk UMKM, serta hiburan yang menjadi daya tarik utama Bazar Blitar Djadoel 2026.
Ramainya pengunjung menjadi bukti bahwa Bazar Blitar Djadoel masih menjadi salah satu agenda unggulan Kota Blitar yang mampu menggerakkan perekonomian daerah. Kehadiran ribuan pengunjung tidak hanya meningkatkan omzet para pedagang resmi, tetapi juga membuka peluang ekonomi bagi pelaku usaha lainnya. Dengan penataan yang baik, pemerintah berharap seluruh rangkaian kegiatan dapat berlangsung lancar hingga acara berakhir.
Editor : Regina Gavin Agata