Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik Sport

MPLS Sekolah Rakyat Kota Blitar Ditunda, Bangunan Belum Rampung dan Masa Adaptasi Siswa Bakal Berlangsung Hingga Dua Bulan

M. Luki Azhari • Senin, 13 Juli 2026 | 10:39 WIB
PROSES KONSTRUKSI: Ratusan orang tua dan anak saat melihat fasilitas Sekolah Rakyat (SR) Kota Blitar yang masih dalam pembangunan, Sabtu (11/7).
PROSES KONSTRUKSI: Ratusan orang tua dan anak saat melihat fasilitas Sekolah Rakyat (SR) Kota Blitar yang masih dalam pembangunan, Sabtu (11/7).

BLITAR KAWENTAR – MPLS Sekolah Rakyat Kota Blitar dipastikan belum dapat dilaksanakan bersamaan dengan sekolah lain pada awal tahun ajaran 2026/2027. Penyebabnya, pembangunan gedung sekolah yang masih berlangsung dinilai belum sepenuhnya aman untuk digunakan sebagai lokasi kegiatan para siswa baru.

Keputusan menunda Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) tersebut diambil setelah pihak sekolah melakukan evaluasi terhadap kondisi proyek pembangunan di kawasan Jalan Kali Kuning, Kelurahan Kauman, Kecamatan Kepanjenkidul. Keselamatan peserta didik, terutama jenjang sekolah dasar, menjadi pertimbangan utama.

Awalnya, MPLS Sekolah Rakyat Kota Blitar dijadwalkan berlangsung pada 14 Juli 2026. Namun, jadwal tersebut akhirnya diundur hingga 31 Juli 2026 agar seluruh fasilitas utama dapat diselesaikan dan lingkungan sekolah benar-benar siap digunakan.

Baca Juga: Seragam Gratis Kota Blitar 2026 Diperluas, Siswa Luar Daerah Kini Ikut Merasakan Bantuan

Kepala Sekolah Rakyat Kota Blitar Johan Argono mengatakan, pembangunan fisik sekolah saat ini telah mencapai sekitar 85 persen. Meski progresnya cukup signifikan, masih terdapat sejumlah pekerjaan konstruksi yang berpotensi membahayakan apabila siswa sudah mulai beraktivitas di lingkungan sekolah.

Menurutnya, keputusan penundaan diambil demi menghindari risiko kecelakaan selama proyek masih berjalan. Karena itu, sekolah memilih menunggu hingga proses pembangunan memasuki tahap yang lebih aman.

Sekolah Rakyat Kota Blitar sendiri dibangun di atas lahan seluas sekitar 55.542 meter persegi dengan konsep sekolah berasrama yang menggabungkan pendidikan akademik, pembinaan karakter, dan pengembangan bakat siswa.

Baca Juga: 73 Anak Binaan LPKA Blitar Diusulkan Terima Remisi Hari Anak Nasional 2026

Berbeda dengan sekolah reguler yang umumnya menggelar MPLS selama beberapa hari, Sekolah Rakyat akan menerapkan masa adaptasi yang jauh lebih panjang.

Agenda resmi MPLS memang dirancang selama dua pekan. Namun, proses pengenalan kehidupan di asrama akan terus dilanjutkan sehingga total masa adaptasi siswa diperkirakan berlangsung lebih dari 40 hari atau mendekati dua bulan.

Selama periode tersebut, siswa akan dikenalkan pada berbagai aturan kehidupan berasrama, pembiasaan aktivitas harian, pembentukan karakter, hingga penyesuaian dengan lingkungan belajar yang baru.

Model pembelajaran ini diharapkan mampu membantu peserta didik beradaptasi secara bertahap sehingga lebih siap mengikuti kegiatan pendidikan setelah memasuki proses belajar mengajar secara penuh.

Baca Juga: Kisah dr. Wiwi Rahayu, Dokter Aesthetic Muda Asal Blitar yang Padukan Seni dan Ilmu Medis

Meskipun jadwal MPLS resmi mengalami penundaan, sejumlah tahapan persiapan tetap berjalan sesuai rencana. Salah satunya adalah pemeriksaan kesehatan menyeluruh terhadap seluruh calon siswa.

Pemeriksaan tersebut dilakukan untuk memastikan tidak ada penyakit menular yang berpotensi mengganggu aktivitas di lingkungan asrama. Jika ditemukan kondisi kesehatan tertentu, penanganan akan dilakukan lebih dahulu sebelum siswa mulai tinggal di sekolah.

Pelaksanaan pemeriksaan kesehatan ini akan melibatkan Dinas Kesehatan sehingga proses skrining dapat dilakukan secara komprehensif.

Selain pemeriksaan kesehatan, seluruh calon siswa juga akan mengikuti tes psikologi. Hasil tes tersebut digunakan untuk memetakan minat, bakat, dan potensi masing-masing anak.

Baca Juga: Antisipasi Jukir Liar Beraksi, Sebar Personel di Sejumlah Titik Parkir Bazaar Blitar Djadoel 2026

Pihak Sekolah Rakyat memastikan pengembangan bakat menjadi salah satu perhatian utama. Apabila terdapat siswa yang telah aktif mengikuti kegiatan tertentu, seperti Sekolah Sepak Bola (SSB), sekolah akan berupaya memberikan dukungan agar aktivitas tersebut tetap dapat dijalankan.

Dengan demikian, siswa tidak hanya memperoleh pendidikan akademik, tetapi juga tetap memiliki kesempatan mengembangkan kemampuan sesuai minat masing-masing.

Konsep ini menjadi bagian dari upaya membangun pendidikan yang lebih menyeluruh, baik dari sisi karakter, akademik, maupun pengembangan potensi individu.

Baca Juga: Capaian CKG di Kota Blitar Tembus 61 Persen, Dinkes Terus Ingatkan Pola Hidup Sehat Setiap Hari

Saat ini, jumlah calon peserta didik Sekolah Rakyat Kota Blitar tercatat sebanyak 81 anak. Rinciannya terdiri atas 14 siswa jenjang SD, 28 siswa SMP, dan 39 siswa SMA.

Jumlah tersebut masih akan terus bertambah hingga memenuhi target angkatan pertama sebanyak 270 siswa.

Sementara itu, untuk mendukung kegiatan belajar mengajar pada masa transisi, Sekolah Rakyat mendapat bantuan tenaga pendidik dari Dinas Pendidikan Kota Blitar serta Cabang Dinas Pendidikan Jawa Timur Wilayah Blitar Raya hingga proses penempatan guru PPPK dari Kementerian Sosial selesai dilakukan.

Dengan penundaan MPLS ini, pihak sekolah berharap seluruh proses pembangunan dapat dituntaskan sesuai target sehingga siswa dapat memulai pendidikan di lingkungan yang aman, nyaman, dan mendukung proses belajar secara optimal. (mg1/c1/ady)

Editor : Azahra Meilisani Salma
#MPLS 2026 #MPLS Sekolah Rakyat Kota Blitar #Johan Argono #pendidikan kota blitar #Sekolah Rakyat