BLITAR KAWENTAR – Face painting Blitar semakin diminati masyarakat, terutama anak-anak yang memadati berbagai pusat keramaian setiap akhir pekan. Berawal dari tren yang viral di media sosial, jasa lukis wajah ini kini berkembang menjadi peluang usaha kreatif yang menjanjikan sekaligus menghadirkan hiburan bagi keluarga.
Salah satu pelaku usaha yang sukses menekuni bidang tersebut adalah Intan Luvitasari, 36, warga Desa Banggle, Kecamatan Kanigoro, Kabupaten Blitar. Meski baru sekitar dua bulan merintis usaha face painting, jasanya sudah banyak diminati di berbagai kegiatan masyarakat.
Setiap akhir pekan, stan miliknya hampir selalu dipenuhi anak-anak yang ingin mengubah wajah mereka menjadi karakter kartun, hewan lucu, hingga pahlawan super. Kehadiran jasa face painting Blitar pun menjadi daya tarik tersendiri di berbagai event yang digelar di Kota maupun Kabupaten Blitar.
Berawal dari Tren di Media Sosial
Intan mengaku ide membuka jasa face painting muncul setelah melihat konten serupa yang ramai diperbincangkan di media sosial. Setelah mencari tahu lebih jauh, dia melihat peluang usaha tersebut masih sangat terbuka di Blitar.
Berbekal kegemarannya di bidang seni, Intan memberanikan diri mempelajari teknik melukis wajah. Hasilnya, usaha yang baru dirintis itu mampu menarik perhatian masyarakat dalam waktu relatif singkat.
Baca Juga: Kisah dr. Wiwi Rahayu, Dokter Aesthetic Muda Asal Blitar yang Padukan Seni dan Ilmu Medis
Berbagai lokasi keramaian menjadi tempatnya menawarkan jasa, mulai dari Car Free Day (CFD) Kota Blitar, Alun-Alun Kanigoro saat malam Minggu, hingga sejumlah bazar dan festival yang digelar di wilayah Blitar.
Tetap Jalankan Usaha Kreatif Lain
Sebelum menekuni face painting, Intan telah lebih dahulu menjalankan usaha di bidang kerajinan kreatif seperti buket bunga, hamper, hantaran, seserahan, hingga mahar pernikahan.
Aktivitas tersebut masih terus dijalankan. Pada hari kerja, dia menyelesaikan berbagai pesanan kerajinan dari rumah. Sementara akhir pekan dimanfaatkan untuk membuka lapak face painting di lokasi-lokasi yang ramai pengunjung.
Strategi membagi waktu itu membuat kedua usahanya dapat berjalan beriringan tanpa saling mengganggu.
Proses Cepat dengan Harga Terjangkau
Salah satu keunggulan yang ditawarkan adalah waktu pengerjaan yang relatif singkat. Untuk desain sederhana, satu wajah anak dapat diselesaikan hanya dalam waktu sekitar satu menit.
Pilihan gambar pun beragam sesuai keinginan pelanggan, mulai karakter kartun hingga motif-motif lucu yang disukai anak-anak.
Biaya yang dipatok juga cukup terjangkau, yakni berkisar Rp10 ribu hingga Rp25 ribu. Besaran harga disesuaikan dengan tingkat kerumitan gambar serta banyaknya kombinasi warna yang digunakan.
Utamakan Keamanan Kulit Anak
Selain mengedepankan hasil yang menarik, Intan juga memberi perhatian khusus terhadap keamanan bahan yang digunakan.
Cat yang dipakai merupakan produk khusus body painting yang dirancang aman untuk kulit serta tidak mudah menimbulkan iritasi. Bagi pelanggan yang menginginkan hasil lebih awet, tersedia pula pilihan cat waterproof sehingga lukisan tetap bertahan lebih lama.
Komitmen tersebut menjadi salah satu alasan banyak orang tua merasa lebih nyaman membawa anak-anak mereka untuk mencoba face painting.
Pesanan Mulai Berdatangan dari Berbagai Acara
Seiring meningkatnya popularitas, pesanan Intan tidak lagi hanya berasal dari pengunjung yang datang langsung ke lapaknya. Dia kini juga menerima undangan mengisi berbagai acara seperti pesta ulang tahun anak, kegiatan sekolah, hingga acara wisuda.
Meski demikian, tantangan tetap ada. Menurutnya, melukis wajah orang dewasa untuk kebutuhan karnaval jauh lebih rumit karena membutuhkan detail yang lebih tinggi serta penyesuaian warna dengan kostum yang dikenakan.
Namun tantangan tersebut justru menjadi motivasi baginya untuk terus mengasah kemampuan agar dapat menghadirkan karya yang semakin baik.
Melalui kreativitas dan keberanian memanfaatkan peluang, usaha face painting yang awalnya hanya terinspirasi dari tren media sosial kini berkembang menjadi sumber penghasilan baru sekaligus menghadirkan hiburan yang mampu menciptakan senyum bagi anak-anak di berbagai sudut keramaian Blitar.
Editor : Regina Gavin Agata