Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik Sport

Produktivitas Jagung Kabupaten Blitar Tembus 172 Ribu Ton dalam Lima Bulan, DKPP Ungkap Kunci Tingginya Hasil Panen

Akhmad Nur Khoiri • Senin, 13 Juli 2026 | 12:30 WIB
PRODUKTIF: Petani menunjukkan lahannya yang ditanami jagung.
PRODUKTIF: Petani menunjukkan lahannya yang ditanami jagung.

BLITAR KAWENTAR – Produktivitas jagung Kabupaten Blitar menunjukkan capaian yang menggembirakan pada lima bulan pertama 2026. Berdasarkan data Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Blitar, produksi jagung konsumsi selama periode Januari hingga Mei berhasil mencapai 172.274 ton glondong. Tingginya hasil panen tersebut menjadi indikator bahwa sektor pertanian di Kabupaten Blitar masih menjadi salah satu penopang utama ketahanan pangan sekaligus penyedia bahan baku pakan ternak.

Capaian tersebut diperoleh dari luas panen mencapai 17.591 hektare dengan rata-rata produktivitas jagung mencapai 9,79 ton glondong per hektare. Angka ini dinilai cukup tinggi dan mencerminkan keberhasilan petani dalam menjaga produktivitas lahan di tengah berbagai tantangan sektor pertanian.

Kepala Bidang Sarana Tanaman Pangan dan Hortikultura DKPP Kabupaten Blitar, Siswoyo Adi Prasetyo, mengatakan hasil tersebut menunjukkan komoditas jagung masih memiliki peran strategis bagi perekonomian daerah maupun kebutuhan pangan masyarakat.

Baca Juga: Serapan Jagung SPHP di Kabupaten Blitar Tembus 11,7 Juta Kg, Sisa Kuota 69 Juta Kg Terus Dikejar

Menurut Siswoyo, produktivitas sebesar 9,79 ton glondong per hektare merupakan hasil dari kombinasi berbagai faktor pendukung. Mulai dari penerapan teknik budidaya yang baik oleh petani, penggunaan benih unggul, pendampingan penyuluh pertanian, hingga pemanfaatan sarana produksi secara tepat.

"Sepanjang Januari hingga Mei 2026, produktivitas jagung konsumsi mencapai 9,79 ton glondong per hektare. Dengan produktivitas tersebut, lahan panen seluas 17.591 hektare mampu menghasilkan total produksi 172.274 ton glondong," ujarnya.

Ia menilai keberhasilan tersebut tidak lepas dari komitmen petani yang terus meningkatkan kualitas budidaya. Pendampingan yang dilakukan pemerintah daerah melalui penyuluh pertanian juga dinilai mampu membantu petani mengatasi berbagai kendala di lapangan, mulai dari pemilihan benih hingga teknik pemupukan.

Selain itu, kondisi cuaca yang relatif mendukung pada sebagian besar masa tanam juga ikut memberikan kontribusi terhadap tingginya hasil panen jagung konsumsi di Kabupaten Blitar.

Baca Juga: Bulog Pastikan Stok Beras-Jagung di Blitar Aman untuk Kebutuhan selama Kemarau Panjang

Tidak hanya mencatat hasil panen yang tinggi, aktivitas penanaman jagung juga terus berlangsung. Hingga akhir Mei 2026, luas tanam jagung konsumsi di Kabupaten Blitar telah mencapai 8.756 hektare.

Luas tanam tersebut menjadi persiapan penting untuk menjaga kesinambungan produksi pada musim panen berikutnya. Dengan pola tanam yang terus berjalan, pemerintah berharap pasokan jagung tetap tersedia sepanjang tahun.

"Kami terus mendorong kegiatan tanam agar pasokan jagung tetap terjaga. Dengan demikian, kebutuhan masyarakat maupun sektor peternakan dapat terpenuhi secara berkelanjutan," kata Siswoyo.

Menurutnya, kesinambungan produksi menjadi salah satu fokus utama pemerintah daerah mengingat kebutuhan jagung tidak hanya berasal dari sektor konsumsi masyarakat, tetapi juga industri pakan ternak yang terus meningkat setiap tahun.

Baca Juga: Kreasi Unik Kuliner Jagung Manis di Blitar Ini Wajib Dicoba karena Bikin Ketagihan

DKPP Kabupaten Blitar memastikan berbagai program pendampingan kepada petani akan terus dilakukan. Upaya tersebut meliputi penyuluhan budidaya, pengawasan penggunaan pupuk, hingga optimalisasi pemanfaatan lahan pertanian agar produktivitas tetap stabil.

Pemerintah daerah juga berharap capaian produksi jagung selama lima bulan pertama tahun ini dapat dipertahankan bahkan ditingkatkan hingga akhir 2026. Dengan produksi yang stabil, ketahanan pangan daerah diyakini akan semakin kuat.

Selain memberikan manfaat bagi masyarakat, tingginya produksi jagung juga berkontribusi terhadap stabilitas sektor peternakan karena menjadi salah satu bahan baku utama pakan ternak.

Baca Juga: MPLS Sekolah Rakyat Kota Blitar Ditunda, Bangunan Belum Rampung dan Masa Adaptasi Siswa Bakal Berlangsung Hingga Dua Bulan

"Produksi yang stabil tidak hanya memperkuat ketahanan pangan daerah, tetapi juga mendukung ketersediaan bahan baku pakan ternak yang menjadi salah satu penopang sektor peternakan di Kabupaten Blitar," pungkasnya.

Pemerintah berharap sinergi antara petani, penyuluh pertanian, dan pemerintah daerah terus terjalin agar Kabupaten Blitar mampu mempertahankan posisinya sebagai salah satu daerah dengan produktivitas jagung yang tinggi di Jawa Timur. Dengan dukungan teknologi budidaya, penggunaan benih unggul, serta pengelolaan lahan yang berkelanjutan, produksi jagung diharapkan tetap meningkat dan memberikan manfaat ekonomi bagi petani sekaligus menjaga ketahanan pangan daerah. (kho/c1/sub)

Editor : Azahra Meilisani Salma
#produktivitas jagung Kabupaten Blitar #produksi jagung 2026 #hasil panen jagung #ketahanan pangan Blitar #DKPP Kabupaten Blitar