Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik Sport

3 SD Negeri Nihil Murid di Hari Pertama MPLS Kabupaten Blitar, Dispendik Ungkap Penyebab dan Siapkan Evaluasi

Fajar Rahmad Ali Wardana • Selasa, 14 Juli 2026 | 09:32 WIB
Hari pertama MPLS di salah satu SD Negeri di Kabupaten Blitar. Dispendik Kabupaten Blitar melakukan evaluasi terhadap sekolah yang belum memperoleh peserta didik baru, sekaligus mendorong promosi keunggulan sekolah untuk meningkatkan minat masyarakat pada tahun ajaran 2026/2027.
Hari pertama MPLS di salah satu SD Negeri di Kabupaten Blitar. Dispendik Kabupaten Blitar melakukan evaluasi terhadap sekolah yang belum memperoleh peserta didik baru, sekaligus mendorong promosi keunggulan sekolah untuk meningkatkan minat masyarakat pada tahun ajaran 2026/2027.

BLITAR KAWENTAR – Hari pertama Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) tahun ajaran baru di Kabupaten Blitar berlangsung lancar. Namun, di balik dimulainya aktivitas belajar mengajar tersebut, terdapat fakta yang menjadi perhatian Dinas Pendidikan (Dispendik) Kabupaten Blitar. Sebanyak tiga SD negeri nihil murid pada penerimaan peserta didik baru tahun ini.

Kondisi 3 SD negeri nihil murid di Kabupaten Blitar itu menjadi bahan evaluasi Dispendik. Sejumlah faktor diduga menjadi penyebab, mulai dari letak sekolah yang berada di wilayah terpencil, jumlah anak usia sekolah yang semakin sedikit, hingga persaingan dengan sekolah lain yang lokasinya lebih mudah dijangkau masyarakat.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Blitar Agus Santosa mengatakan, secara umum pelaksanaan hari pertama MPLS berjalan dengan baik tanpa kendala berarti. Meski demikian, pihaknya masih melakukan pendalaman terhadap sekolah-sekolah yang belum memperoleh peserta didik baru pada tahun ajaran 2026/2027.

Baca Juga: MPLS Sekolah Rakyat Kota Blitar Ditunda, Bangunan Belum Rampung dan Masa Adaptasi Siswa Bakal Berlangsung Hingga Dua Bulan

Menurut Agus, fenomena minimnya peserta didik tidak ditemukan pada jenjang sekolah menengah pertama (SMP). Persoalan justru terjadi di sejumlah sekolah dasar yang hingga hari pertama sekolah belum menerima siswa baru sama sekali.

Sekolah yang tercatat belum mendapatkan murid baru yakni SDN Sumberboto 5 Kecamatan Wonotirto, SDN Ringinrejo 3 Kecamatan Wates, dan SDN Kalimanis 4 Kecamatan Doko. Ketiga sekolah tersebut kini menjadi fokus evaluasi Dispendik untuk mengetahui penyebab pasti rendahnya minat masyarakat.

Faktor Geografis dan Persaingan Sekolah

Baca Juga: MPLS 2026 di Blitar Dimulai 13 Juli, Materi BNN dan Kepolisian Masuk Pembekalan Siswa Baru

Agus menjelaskan, pihaknya belum mengambil kesimpulan akhir. Dispendik masih mengumpulkan berbagai data untuk memastikan apakah kondisi tersebut murni dipengaruhi oleh keterbatasan jumlah anak usia sekolah atau karena masyarakat lebih memilih sekolah lain.

Selain faktor geografis, perubahan jumlah penduduk usia sekolah juga menjadi salah satu aspek yang akan dianalisis. Evaluasi tersebut diharapkan dapat menjadi dasar penyusunan kebijakan pendidikan pada tahun-tahun mendatang.

Sementara itu, Kepala Bidang Pembinaan SD Dispendik Kabupaten Blitar Denny Setiawan mengungkapkan bahwa berdasarkan data Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB), masih cukup banyak sekolah dasar yang menerima kurang dari enam siswa baru. Kondisi itu tidak hanya terjadi di tiga sekolah tersebut, tetapi juga tersebar di sejumlah kecamatan lainnya.

Menurut Denny, SDN Ringinrejo 3 berada di wilayah yang relatif terpencil dan lokasinya berdekatan dengan sekolah lain sehingga kalah bersaing dalam memperoleh peserta didik. Hal serupa juga dialami SDN Kalimanis 4 yang memiliki sekolah lain di sekitar lokasi.

Sementara itu, SDN Sumberboto 5 dinilai memiliki akses yang kurang strategis sehingga banyak orang tua memilih menyekolahkan anaknya ke sekolah lain yang lebih mudah dijangkau.

Peluang Penambahan Murid Masih Terbuka

Meski demikian, Dispendik memastikan peluang penambahan peserta didik masih terbuka. Hal itu karena sekolah masih diperbolehkan menerima siswa baru hingga batas akhir pemutakhiran Data Pokok Pendidikan (Dapodik) pada 31 Juli 2026.

Baca Juga: SiLPA Dana BOS 2025 Bisa Dimanfaatkan untuk MPLS 2026, Dispendik Kota Blitar Pastikan Dukung Kegiatan Sekolah

Dengan adanya kesempatan tersebut, Dispendik berharap sekolah-sekolah yang saat ini belum memperoleh siswa masih memiliki peluang mendapatkan tambahan peserta didik sebelum proses pendataan ditutup.

Selain membuka kesempatan pendaftaran, Dispendik juga akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan penerimaan murid baru tahun ini. Hasil evaluasi nantinya akan menjadi bahan perbaikan agar proses penerimaan siswa pada tahun ajaran berikutnya dapat berjalan lebih optimal.

Denny menambahkan, faktor alam memang menjadi tantangan bagi sekolah yang berada di daerah terpencil. Namun, bagi sekolah yang kalah bersaing dengan sekolah lain, peran kepala sekolah dinilai sangat penting dalam membangun komunikasi dengan masyarakat.

Baca Juga: Hari Pertama Sekolah Dispendik Kota Blitar Turun Langsung Monitoring Pelaksanaan MPLS

Kepala sekolah diharapkan lebih aktif mengenalkan berbagai keunggulan yang dimiliki sekolah kepada calon peserta didik maupun orang tua. Upaya promosi tersebut diyakini dapat meningkatkan kepercayaan masyarakat sekaligus memperbesar peluang bertambahnya jumlah siswa baru.

Dispendik Kabupaten Blitar berharap evaluasi yang dilakukan tahun ini mampu menghasilkan solusi konkret sehingga tidak ada lagi sekolah dasar yang mengalami kekosongan peserta didik pada tahun ajaran mendatang. Dengan demikian, pemerataan layanan pendidikan di seluruh wilayah Kabupaten Blitar dapat terus terjaga meskipun menghadapi tantangan geografis maupun perubahan jumlah penduduk usia sekolah.

Editor : Regina Gavin Agata
MPLS 2026 spmb Kabupaten Blitar sd negeri