BLITAR KAWENTAR – Rumput Alun-Alun Kota Blitar membutuhkan waktu sekitar dua pekan untuk kembali pulih setelah menjadi lokasi utama penyelenggaraan Blitar Djadoel 2026.
Selama lima hari pelaksanaan acara, hamparan rumput dimanfaatkan sebagai area berbagai aktivitas pengunjung sehingga memerlukan perawatan intensif agar kondisinya kembali seperti semula.
Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Blitar pun mulai menyiapkan langkah pemulihan segera setelah rangkaian Blitar Djadoel 2026 selesai.
Baca Juga: Cara Merawat Bonsai Bugenvil Singapore Agar Cepat Rimbun, Pakai Teknik Ini Bisa Naik Kelas
Fokus utama diarahkan pada perbaikan kondisi rumput yang mengalami tekanan akibat tingginya mobilitas pengunjung selama festival berlangsung.
Kepala DLH Kota Blitar, Jajuk Indihartati, mengatakan proses pemulihan diperkirakan berlangsung sekitar dua minggu.
Dalam kurun waktu tersebut, petugas akan melakukan penyiraman secara rutin sekaligus memberikan pupuk NPK untuk mempercepat pertumbuhan rumput yang sempat tertekan akibat pijakan ribuan pengunjung.
Baca Juga: 10 Keladi Hias Tercantik yang Wajib Dikoleksi, White Queen hingga Thai Beauty, Cek Harga Terbarunya
Menurut Jajuk, metode perawatan rumput di Alun-Alun Kota Blitar pada dasarnya sama seperti rumput taman pada umumnya.
Namun, karena kawasan tersebut merupakan ruang publik dengan tingkat aktivitas tinggi, diperlukan perlakuan khusus setelah digunakan sebagai lokasi kegiatan berskala besar.
Salah satu langkah yang akan dilakukan ialah membatasi akses masyarakat ke area rumput selama masa pemulihan.
Kebijakan itu bertujuan agar rumput memiliki kesempatan tumbuh kembali tanpa terus-menerus terinjak pengunjung.
"Treatment khususnya saat pemulihan, area rumput perlu dibatasi dulu agar tidak terus-menerus terinjak pengunjung," ujar Jajuk.
DLH berharap masyarakat dapat memahami pembatasan tersebut sebagai bagian dari upaya menjaga kualitas ruang terbuka hijau yang menjadi salah satu ikon Kota Blitar.
Baca Juga: Cara Menyuburkan Bonsai Bugenvil Singapore Agar Cepat Rimbun, Ternyata Ini Kuncinya
Selama penyelenggaraan Blitar Djadoel 2026, hampir seluruh area rumput di alun-alun dimanfaatkan sebagai lokasi berbagai kegiatan.
Tingginya antusiasme masyarakat membuat kawasan tersebut dipadati pengunjung sejak pagi hingga malam hari.
Meski demikian, masih ada beberapa area yang tidak digunakan sebagai lokasi aktivitas, seperti jogging track, taman lansia, taman bermain anak, serta selasar berlantai keramik.
Area-area tersebut tetap dipertahankan agar fungsi fasilitas umum tetap berjalan selama acara berlangsung.
Besarnya pemanfaatan ruang terbuka hijau selama festival menjadi alasan utama mengapa proses pemulihan perlu dilakukan secara menyeluruh.
Tanpa perawatan, kualitas rumput berpotensi menurun dan memengaruhi kenyamanan masyarakat yang memanfaatkan alun-alun sebagai ruang rekreasi.
Tidak hanya fokus pada rumput, DLH Kota Blitar juga memberikan perhatian terhadap tanaman lain yang berada di kawasan Alun-Alun Kota Blitar.
Sejak pelaksanaan Blitar Djadoel dimulai, sejumlah tanaman telah diberikan perlindungan agar tidak mengalami kerusakan akibat aktivitas pengunjung maupun proses pemasangan fasilitas acara.
Salah satunya adalah pohon kurma yang dipasangi pelindung khusus selama festival berlangsung.
Langkah tersebut dilakukan sebagai bentuk antisipasi agar tanaman tetap terjaga meski berada di tengah padatnya aktivitas masyarakat.
Saat ini, proses pembongkaran tenda dan berbagai perlengkapan kegiatan masih berlangsung.
DLH akan mulai melakukan pemulihan total setelah seluruh area benar-benar bersih dan diserahkan kembali oleh panitia penyelenggara.
Begitu seluruh fasilitas acara telah dibongkar, petugas langsung melakukan penyiraman, pemupukan, serta pengawasan terhadap pertumbuhan rumput selama dua pekan ke depan.
Langkah tersebut diharapkan mampu mengembalikan kondisi Alun-Alun Kota Blitar sehingga kembali nyaman digunakan masyarakat untuk berolahraga, bersantai, maupun menikmati ruang terbuka hijau di pusat kota.
"Begitu area sudah bersih dari tenda dan perlengkapan kegiatan, kami langsung melakukan pemulihan terhadap rumput," pungkas Jajuk. (bud/c1/ady)
Editor : Ratna Anggi Puspita Sari