BLITAR KAWENTAR – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Blitar memperketat pengawasan cold chain vaksin BIAS menjelang pelaksanaan Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS) yang dijadwalkan berlangsung pada Agustus mendatang.
Langkah tersebut dilakukan agar kualitas vaksin tetap terjaga sejak berada di gudang farmasi hingga diterima oleh para siswa di sekolah.
Program BIAS tahun ini menargetkan 48.065 siswa di berbagai jenjang pendidikan di Kabupaten Blitar. Untuk mendukung keberhasilan program tersebut, Dinkes memastikan seluruh proses distribusi vaksin dilakukan sesuai standar penyimpanan agar efektivitas vaksin tidak berkurang.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Kabupaten Blitar Anggit Ditya Putranto menjelaskan bahwa pengawasan terhadap rantai dingin vaksin menjadi bagian penting dalam menjaga mutu vaksin sebelum diberikan kepada anak-anak.
Pengawasan Berlapis Sejak Gudang hingga Sekolah
Menurut Anggit, vaksin merupakan produk biologis yang harus disimpan pada suhu tertentu agar kandungan antigennya tetap stabil. Apabila penyimpanan tidak sesuai standar, kualitas vaksin dapat menurun sehingga perlindungan yang diberikan kepada penerima imunisasi menjadi tidak optimal.
Karena itu, Dinkes menerapkan pengawasan berlapis mulai dari gudang farmasi kabupaten, proses distribusi menuju puskesmas, hingga pengiriman ke sekolah-sekolah.
Seluruh vaksin didistribusikan menggunakan cold box standar yang mampu menjaga suhu tetap stabil selama perjalanan. Sementara itu, penyimpanan di puskesmas juga dipantau setiap hari menggunakan alat pemantau suhu agar kondisi vaksin selalu sesuai ketentuan.
"Kami menerapkan pengawasan berlapis pada rantai dingin vaksin. Setiap distribusi menggunakan cold box standar, sedangkan suhu penyimpanan di puskesmas dipantau secara rutin setiap hari. Dengan begitu, kualitas vaksin tetap terjaga saat diberikan kepada anak-anak," jelas Anggit.
Target Lebih dari 48 Ribu Siswa
Pada pelaksanaan BIAS tahun ini, Dinkes Kabupaten Blitar menargetkan sebanyak 48.065 siswa memperoleh layanan imunisasi. Ketersediaan stok vaksin juga dipastikan dalam kondisi aman sehingga seluruh sasaran dapat terlayani sesuai jadwal.
Selain memastikan stok, Dinkes juga menyiapkan mekanisme distribusi yang lebih terkoordinasi agar tidak terjadi keterlambatan pengiriman vaksin ke sekolah-sekolah.
Pengelolaan distribusi yang baik diharapkan mampu mendukung kelancaran pelaksanaan imunisasi sekaligus menjaga kualitas vaksin hingga proses penyuntikan berlangsung.
Baca Juga: Vaksin PMK Tambahan di Drop Agustus, Disnakkan Kabupaten Blitar: Kami Masih ada Stok 44 Ribu Dosis
Fokus Tingkatkan Cakupan Imunisasi
Tidak hanya menjaga kualitas vaksin, Dinkes juga melakukan evaluasi terhadap capaian imunisasi pada tahun sebelumnya. Dari hasil evaluasi tersebut terdapat sejumlah wilayah yang masih membutuhkan perhatian khusus karena cakupan imunisasinya belum mencapai target nasional sebesar 97 persen.
Beberapa puskesmas yang menjadi prioritas peningkatan cakupan antara lain Puskesmas Sutojayan, Binangun, dan Ponggok.
Melalui pemetaan tersebut, Dinkes berharap pelaksanaan BIAS tahun ini mampu meningkatkan jumlah anak yang memperoleh imunisasi lengkap sehingga kekebalan kelompok atau herd immunity di Kabupaten Blitar semakin baik.
Baca Juga: Cara Menyuburkan Bonsai Bugenvil Singapore Agar Cepat Rimbun, Ternyata Ini Kuncinya
Anggit juga mengajak sekolah dan para orang tua untuk berperan aktif mendukung pelaksanaan program imunisasi.
"Kami berharap dukungan dari sekolah dan orang tua agar anak-anak mengikuti imunisasi sesuai jadwal. Dengan kualitas vaksin yang terjamin dan cakupan imunisasi yang tinggi, perlindungan terhadap penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi akan semakin optimal," katanya.
Selama pelaksanaan BIAS berlangsung, pemantauan distribusi vaksin akan terus dilakukan secara berkala. Koordinasi antara Dinkes, puskesmas, serta pihak sekolah juga diperkuat agar setiap tahapan berjalan sesuai prosedur.
Baca Juga: Cara Merawat Bonsai Bugenvil Singapore Agar Cepat Rimbun, Pakai Teknik Ini Bisa Naik Kelas
Dengan pengawasan cold chain vaksin BIAS yang ketat, Dinkes Kabupaten Blitar optimistis target imunisasi terhadap lebih dari 48 ribu siswa dapat tercapai sekaligus meningkatkan perlindungan kesehatan anak-anak di Kabupaten Blitar. (kho/c1/sub)
Editor : Aprillita Saskia Azzahrah Putri Kurniawan