BLITAR KAWENTAR – Luas tanam padi Kabupaten Blitar terus menunjukkan peningkatan sepanjang 2026. Hingga periode Januari–Mei, areal tanam baru telah mencapai 19.413 hektare sebagai upaya menjaga keberlanjutan produksi pangan sekaligus memastikan ketersediaan beras tetap aman di wilayah Kabupaten Blitar.
Peningkatan luas tanam padi menjadi salah satu strategi Pemerintah Kabupaten Blitar melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) dalam memperkuat ketahanan pangan daerah. Langkah tersebut dilakukan dengan mengoptimalkan aktivitas tanam setiap musim agar tidak terjadi kekosongan pasokan saat memasuki masa panen berikutnya.
Selain memperluas areal tanam, pemerintah juga terus memberikan pendampingan kepada para petani agar produktivitas padi tetap terjaga. Pendampingan tersebut mencakup pengelolaan lahan, penggunaan sarana produksi, hingga pengaturan pola tanam yang disesuaikan dengan kondisi cuaca.
Baca Juga: Gagal Salip Truk Gandeng di Selorejo, Grand Max Ringsek Hantam Pagar Rumah Warga
Kepala Bidang Sarana Tanaman Pangan dan Hortikultura DKPP Kabupaten Blitar, Siswoyo Adi Prasetyo, mengatakan percepatan tanam dilakukan untuk menjaga siklus produksi padi tetap berjalan secara berkesinambungan.
Menurutnya, selama Januari hingga Mei 2026, luas tanam padi di Kabupaten Blitar telah mencapai 19.413 hektare. Luasan tersebut dipersiapkan untuk menopang produksi pada musim panen berikutnya sehingga kebutuhan beras masyarakat tetap dapat terpenuhi.
Ia menjelaskan, keberhasilan mempertahankan ritme tanam merupakan salah satu kunci menjaga ketahanan pangan daerah. Karena itu, lahan yang telah selesai dipanen diupayakan segera ditanami kembali agar tidak menganggur terlalu lama.
Tidak hanya mencatat peningkatan luas tanam, sektor pertanian Kabupaten Blitar juga membukukan hasil produksi yang menggembirakan.
Selama lima bulan pertama 2026, luas panen mencapai 27.547 hektare dengan produktivitas rata-rata sebesar 6,79 ton gabah kering panen (GKP) per hektare. Dari capaian tersebut, total produksi padi berhasil menembus 187.111 ton GKP.
Capaian tersebut menunjukkan bahwa sektor pertanian masih menjadi salah satu penopang utama ketahanan pangan di Kabupaten Blitar sekaligus berkontribusi terhadap pasokan beras di Jawa Timur.
Siswoyo mengatakan, luas tanam yang telah dicapai menjadi modal penting untuk menjaga stabilitas produksi pada musim-musim berikutnya. Ia berharap para petani tetap mempertahankan semangat bercocok tanam agar ketersediaan pangan tetap terjaga sepanjang tahun.
Baca Juga: Petani harus Lebih Berhemat, DKPP Kota Blitar Sebut Kuota Pupuk Bersubsidi Mulai Menipis
Untuk mempertahankan produktivitas tersebut, DKPP Kabupaten Blitar akan terus memperkuat berbagai program pendampingan kepada petani. Program tersebut meliputi penyuluhan pertanian, pengawasan penggunaan pupuk, hingga optimalisasi sistem pengairan pada lahan pertanian.
Langkah tersebut dinilai penting mengingat keberhasilan sektor pertanian tidak hanya ditentukan oleh luas lahan tanam, tetapi juga dipengaruhi ketersediaan air, kualitas benih, pemupukan yang tepat, serta kemampuan petani dalam mengelola tanaman menghadapi perubahan cuaca.
DKPP juga berkomitmen memperluas areal tanam yang masih berpotensi dikembangkan sehingga produksi padi tetap stabil hingga akhir 2026. Dengan demikian, Kabupaten Blitar diharapkan mampu terus mendukung ketahanan pangan daerah maupun nasional melalui peningkatan produksi beras secara berkelanjutan. (kho/c1/sub)