Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik Sport

Sembilan Tahun Menjaga Rusa Jatilengger, Hermanto Bertahan Meski Penangkaran Hanya Andalkan Tiket Wisata

M. Subchan Abdullah • Rabu, 15 Juli 2026 | 13:00 WIB
SETIA : Hermanto menjaga rusa rusa di Alas Maliran yang jadi habitat untuk tumbuh dan berkembangbiak
SETIA : Hermanto menjaga rusa rusa di Alas Maliran yang jadi habitat untuk tumbuh dan berkembangbiak

 

BLITAR KAWENTAR – Di balik rindangnya pepohonan Alas Maliran, Desa Jatilengger, Kecamatan Ponggok, terdapat sosok yang setia menjaga kelestarian rusa timor di Penangkaran Rusa Jatilengger.

 Selama hampir sembilan tahun terakhir, Hermanto mengabdikan hidupnya untuk memastikan puluhan rusa tetap sehat, meski pengelolaan kawasan konservasi masih menghadapi keterbatasan anggaran.

Setiap pagi, sebelum pengunjung berdatangan, Hermanto telah lebih dulu berkeliling memantau kondisi kandang dan lingkungan penangkaran.

Baca Juga: Dispendik Kabupaten Blitar Soroti Kepala Sekolah Kurang Proaktif, SDN Ringinrejo 3 Terancam Merger karena Minim Siswa Baru

Rutinitas itu telah menjadi bagian dari kesehariannya sejak 2017, ketika ia memutuskan menerima tawaran bekerja dari Perhutani.

Menariknya, perjalanan Hermanto menjadi penjaga rusa bukan berawal dari latar belakang konservasi satwa.

 Sebelumnya, pria 45 tahun itu bekerja sebagai tukang las dan terlibat dalam proyek pembuatan pagar di kawasan Alas Maliran.

Baca Juga: Gagal Salip Truk Gandeng di Selorejo, Grand Max Ringsek Hantam Pagar Rumah Warga

Setelah proyek selesai, ia mendapat kesempatan menjadi pegawai tetap dan memilih menerima pekerjaan tersebut dibanding terus mengandalkan pekerjaan serabutan.

Hermanto mengaku tidak pernah membayangkan akan menghabiskan sebagian besar hidupnya merawat rusa. Namun, keputusan yang diambil hampir satu dekade lalu justru membawanya pada pekerjaan yang kini menjadi bagian dari pengabdiannya.

"Awalnya saya bikin pagar di sini. Setelah itu, ada tawaran dari Perhutani untuk bekerja. Karena di luar ya cuma serabutan, akhirnya saya memilih menjaga rusa," tuturnya.

Sejak saat itu, aktivitasnya berubah total. Jika dahulu akrab dengan percikan api las, kini hari-harinya diisi dengan mengawasi rusa, memastikan lingkungan kandang tetap nyaman, serta memantau kesehatan satwa yang menjadi penghuni kawasan konservasi tersebut.

Merawat rusa bukan hanya memastikan kandang tetap bersih. Pengelola juga harus menjamin kebutuhan pakan tersedia setiap hari agar kondisi satwa tetap prima, termasuk saat musim kemarau maupun cuaca ekstrem.

Untuk memenuhi kebutuhan tersebut, terdapat dua petugas khusus yang setiap hari mencari rumput segar.

Baca Juga: Cara Merawat Bonsai Bugenvil Singapore Agar Cepat Rimbun, Pakai Teknik Ini Bisa Naik Kelas

 Selain rumput, rusa juga mendapatkan tambahan nutrisi berupa ketela dan kulit kedelai yang dibeli secara rutin sebagai sumber gizi tambahan.

Perawatan yang konsisten membuat kawanan rusa di Penangkaran Rusa Jatilengger tetap tumbuh sehat dan berkembang biak secara alami di tengah kawasan hutan Alas Maliran.

Meski perawatan satwa berjalan baik, Hermanto mengungkapkan tantangan terbesar justru berada pada pengembangan kawasan wisata konservasi.

Baca Juga: Deretan Bonsai Serut Terbaik di Pameran Nasional Jember 2024, Ada yang Dijuluki Hutan Mini hingga Kelas XXL

Seluruh biaya operasional dan pengembangan fasilitas selama ini bergantung pada hasil penjualan tiket masuk pengunjung.

Artinya, ketika jumlah wisatawan menurun, kemampuan pengelola untuk memperbaiki maupun menambah fasilitas juga ikut terbatas.

Tidak ada sumber pendanaan lain yang menopang kebutuhan pengembangan kawasan.

Baca Juga: Cara Mengambil Bahan Bonsai Beringin Lokal Tanpa Cangkok, Lebih Cepat Dapat Akar dan Karakter Pohon

"Kalau menjaga sebenarnya enggak ada masalah. Yang jadi kendala itu pengembangannya. Kalau pengunjung sedikit, kami juga kesulitan mengembangkan karena uangnya murni dari tiket. Tidak ada dana dari luar selain tiket," ungkap Hermanto.

Karena itu, setiap peningkatan fasilitas harus dilakukan secara bertahap sesuai kemampuan keuangan pengelola.

Bagi Hermanto, Penangkaran Rusa Jatilengger bukan sekadar objek wisata. Tempat itu telah menjadi rumah bagi satwa yang setiap hari ia rawat dengan penuh tanggung jawab.

Selama bertahun-tahun, ia menyaksikan rusa-rusa tumbuh dan berkembang biak di tengah suasana alami Alas Maliran.

Baca Juga: Cara Memperkecil Daun Bonsai Serut agar Ranting Rapat, Begini Teknik Pruning Hasil Dongkelan

 Pengalaman tersebut menjadi kebanggaan tersendiri yang sulit digantikan oleh pekerjaan lain.

Di tengah keterbatasan dana, Hermanto tetap menjalankan tugasnya dengan penuh dedikasi.

Baginya, selama rusa-rusa masih dapat berlarian bebas di bawah rindangnya pepohonan Alas Maliran, pengabdian yang dimulai sejak 2017 akan selalu memiliki makna.

Baca Juga: Daftar Harga Keladi Hias Terbaru, Mulai Rp10 Ribu hingga Rp450 Ribu, White Queen sampai Infinity

Sosoknya menjadi bukti bahwa keberhasilan pelestarian satwa tidak hanya ditentukan oleh kebijakan, tetapi juga oleh ketulusan orang-orang yang bekerja di balik layar setiap hari. (*/c1/ady)

Editor : Ratna Anggi Puspita Sari
Alas Maliran Hermanto Rusa Timor. wisata blitar Penangkaran Rusa Jatilengger