BLITAR KAWENTAR – Korsleting listrik masih menjadi penyebab utama kebakaran di Kabupaten Blitar. Berdasarkan data Satpol PP dan Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Blitar, sebanyak 19 peristiwa kebakaran terjadi selama triwulan II 2026 atau periode April hingga Juni. Mayoritas insiden dipicu gangguan instalasi listrik yang belum memenuhi standar keamanan.
Tingginya angka kebakaran akibat korsleting menjadi perhatian serius pemerintah daerah. Masyarakat diminta lebih rutin memeriksa instalasi listrik di rumah maupun tempat usaha guna mengurangi risiko kebakaran yang dapat menyebabkan kerugian besar.
Mayoritas Kebakaran Dipicu Gangguan Instalasi Listrik
Rekapitulasi Damkar Kabupaten Blitar menunjukkan terdapat enam kejadian kebakaran pada April, empat kejadian pada Mei, dan sembilan kejadian sepanjang Juni 2026.
Dari total 19 kasus tersebut, sebanyak 16 kebakaran disebabkan korsleting listrik. Sementara satu kejadian dipicu api terbuka, satu lainnya akibat puntung rokok, dan satu kasus masih dalam proses penyelidikan terkait penyebab maupun nilai kerugian.
Objek yang terbakar pun beragam, mulai rumah warga, gudang sekolah, gudang pengolahan padi, kandang ayam, kandang sapi, toko, pabrik pengolahan serabut kelapa, rumah dinas camat, kendaraan hingga trafo listrik.
Akibat kejadian tersebut, total kerugian material yang tercatat mencapai ratusan juta rupiah.
Damkar Imbau Masyarakat Rutin Memeriksa Instalasi Listrik
Kasi Pemadam Penyelamatan dan Sarana Prasarana Satpol PP dan Damkar Kabupaten Blitar, Tedi Prasojo, mengatakan sebagian besar kebakaran masih dipicu masalah kelistrikan yang sebenarnya dapat dicegah apabila instalasi listrik diperiksa secara berkala.
Menurutnya, penggunaan kabel yang tidak sesuai standar, sambungan listrik berlebihan, maupun perangkat elektronik yang tetap menyala saat tidak digunakan menjadi faktor yang sering memicu korsleting.
Masyarakat juga diimbau segera memperbaiki instalasi listrik yang sudah tua atau mengalami kerusakan agar tidak menimbulkan percikan api yang berpotensi menyebabkan kebakaran.
Selain itu, pemilik rumah maupun pelaku usaha diminta memastikan seluruh perangkat elektronik dimatikan apabila tidak digunakan, terutama saat meninggalkan bangunan dalam waktu lama.
Edukasi Pencegahan Kebakaran Terus Diperkuat
Damkar Kabupaten Blitar menilai upaya pencegahan jauh lebih efektif dibanding penanganan ketika kebakaran sudah terjadi. Karena itu, edukasi mengenai keselamatan kebakaran akan terus ditingkatkan hingga tingkat desa.
Baca Juga: Cara Belajar Efektif ala Mahasiswa Korea: Pangkas Waktu Kursus, Dongkrak Hasil Ujian
Petugas berharap masyarakat semakin memahami pentingnya menjaga kondisi instalasi listrik sekaligus mengenali potensi bahaya yang dapat memicu kebakaran.
Selain melakukan pengecekan instalasi secara berkala, warga juga diimbau tidak menumpuk penggunaan stop kontak pada satu sumber listrik dan menggunakan peralatan listrik yang telah memenuhi standar keamanan.
Apabila menemukan percikan api, bau kabel terbakar, atau potensi kebakaran lainnya, masyarakat diminta segera melapor kepada petugas agar penanganan dapat dilakukan lebih cepat sehingga kerugian dapat diminimalkan.
Damkar berharap meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap keselamatan kelistrikan mampu menekan jumlah kebakaran di Kabupaten Blitar pada periode berikutnya.
Langkah sederhana seperti pemeriksaan instalasi listrik secara rutin dinilai menjadi investasi penting untuk melindungi keselamatan keluarga maupun aset yang dimiliki. (kho/sub)
Editor : Aprillita Saskia Azzahrah Putri Kurniawan