BLITAR KAWENTAR – SPHP Jagung Blitar terus menunjukkan peran penting dalam menjaga stabilitas biaya produksi peternak unggas. Hingga pertengahan Juni 2026, realisasi penyaluran jagung melalui program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) telah mencapai 11.741.900 kilogram, dengan koperasi-koperasi besar di Kabupaten Blitar menjadi penyerap terbesar.
Capaian tersebut menunjukkan tingginya efektivitas penyaluran SPHP Jagung Blitar melalui koperasi sebagai ujung tombak distribusi kepada peternak rakyat. Skema ini dinilai mampu mempercepat penyaluran jagung bersubsidi sekaligus menjaga harga pakan tetap terkendali di tengah fluktuasi harga bahan baku.
Data Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakkan) Kabupaten Blitar hingga 14 Juni 2026 mencatat bahwa koperasi peternak unggas menjadi penerima manfaat terbesar dalam program tersebut. Penyaluran melalui koperasi dinilai lebih efisien karena langsung menyasar anggota yang membutuhkan pasokan jagung untuk pakan ternak.
Kepala Bidang Budidaya dan Pengembangan Peternakan Disnakkan Kabupaten Blitar, Andy Mulya, menjelaskan bahwa pola distribusi melalui koperasi besar merupakan strategi pemerintah agar intervensi harga pakan dapat berjalan lebih cepat dan tepat sasaran.
Menurutnya, koperasi berperan sebagai agregator yang menghubungkan pasokan jagung dari pemerintah kepada peternak rakyat. Dengan jaringan anggota yang luas, koperasi mampu menyalurkan jagung secara lebih efektif dibanding distribusi secara individual.
"Jika kita bedah data riil laporan keluar, dominasi serapan memang berada di tangan koperasi skala besar. Langkah ini sangat taktis untuk mempercepat intervensi harga pakan di tingkat akar rumput. Koperasi besar bertindak sebagai agregator yang memastikan pasokan jagung murah mengalir cepat kepada peternak rakyat yang paling membutuhkan bantuan," ujarnya.
Baca Juga: Pelaku Usaha Laundry Beralih ke LPG 5,5 Kg, Pemprov Jatim Perketat Pengawasan LPG 3 Kg Bersubsidi
Strategi tersebut sekaligus membantu menjaga ketersediaan bahan baku pakan, sehingga peternak dapat mempertahankan produktivitas usaha di tengah dinamika harga jagung nasional.
Berdasarkan data Disnakkan, Koperasi Produsen Unggas Manunggal Sejahtera (ULTRA) menjadi koperasi dengan realisasi penyaluran terbesar, yakni mencapai 1.170.000 kilogram.
Posisi kedua ditempati Koperasi Jasa Pinsar Petelur Nasional (PPN) dengan total penyaluran 1.156.000 kilogram. Sementara itu, Koperasi Produsen Berkah Telur Blitar juga mencatat realisasi distribusi yang tinggi sebesar 1.010.000 kilogram.
Baca Juga: Sejarah Ir Soekarno: Dari Kusno Sosrodiharjo, Kisah Asmara, hingga Pengasingan Pilu di Wismayaso
Adapun Koperasi Peternak Unggas Sejahtera Blitar (PUTERA) telah menyalurkan 434.600 kilogram jagung kepada anggotanya. Di luar Kabupaten Blitar, Koperasi Pinsar Unggas Nasional Sejahtera Tulungagung bahkan berhasil merealisasikan seluruh alokasi sebesar 127.000 kilogram sesuai dokumen standing order yang diterbitkan.
Besarnya angka penyaluran tersebut memperlihatkan bahwa koperasi masih menjadi mitra strategis pemerintah dalam menjaga ketahanan sektor peternakan unggas, khususnya bagi peternak skala kecil dan menengah.
Program SPHP Jagung selama ini menjadi salah satu instrumen pemerintah untuk menekan gejolak harga bahan baku pakan ternak. Ketika harga jagung di pasar mengalami kenaikan, keberadaan stok jagung SPHP mampu membantu peternak memperoleh bahan baku dengan harga yang lebih terjangkau.
Andy menilai tingginya realisasi penyaluran membuktikan bahwa program tersebut masih sangat dibutuhkan. Selain menjaga biaya produksi, pasokan jagung yang stabil juga berdampak terhadap keberlangsungan usaha peternak ayam petelur maupun ayam pedaging.
Disnakkan Kabupaten Blitar berkomitmen terus mengawal penyaluran sisa kuota SPHP agar seluruh alokasi dapat dimanfaatkan secara optimal oleh koperasi maupun peternak.
"Kami akan terus mengawal penyaluran sisa kuota agar dapat dimanfaatkan secara optimal oleh koperasi dan peternak. Harapannya, pasokan pakan tetap terjaga sehingga produktivitas peternakan unggas di Blitar maupun daerah sekitarnya tetap stabil," pungkas Andy.
Ke depan, pemerintah berharap sinergi antara koperasi, peternak, dan instansi terkait dapat terus diperkuat sehingga distribusi jagung SPHP semakin merata. Dengan demikian, stabilitas harga pakan dapat terjaga dan sektor peternakan unggas di Blitar tetap menjadi salah satu penopang produksi pangan nasional. (kho/sub)
Editor : Azahra Meilisani Salma