Belajar Masak Coklat di Kampung Coklat Blitar, Outing Class Seru yang Asah Kreativitas Anak Sejak Dini

Fajar Rahmad Ali Wardana • Dipublikasikan Jumat, 17 Juli 2026 | 14:00 WIB
BELAJAR SAMBIL BERMAIN: Sejumlah anak PAUD antusias mengikuti cooking class di Kampung Coklat, Kabupaten Blitar. Melalui kegiatan ini, mereka dikenalkan proses budidaya kakao hingga menghias cokelat sebagai bagian dari pembelajaran luar kelas yang interaktif dan menyenangkan.
BELAJAR SAMBIL BERMAIN: Sejumlah anak PAUD antusias mengikuti cooking class di Kampung Coklat, Kabupaten Blitar. Melalui kegiatan ini, mereka dikenalkan proses budidaya kakao hingga menghias cokelat sebagai bagian dari pembelajaran luar kelas yang interaktif dan menyenangkan.

BLITAR KAWENTAR – Belajar masak coklat di Kampung Coklat menjadi salah satu metode pembelajaran luar kelas (outing class) yang kini semakin diminati sekolah maupun lembaga pendidikan anak usia dini (PAUD). Mengusung konsep belajar sambil bermain, Kampung Coklat menghadirkan pengalaman edukatif yang membuat anak-anak lebih mudah memahami materi melalui praktik secara langsung. 

Metode pembelajaran ini dirancang untuk memberikan pengalaman nyata kepada peserta didik. Tidak hanya duduk mendengarkan penjelasan guru, anak-anak diajak mengeksplorasi berbagai aktivitas yang berkaitan dengan budidaya kakao hingga proses sederhana pembuatan cokelat. Cara tersebut dinilai mampu meningkatkan rasa ingin tahu sekaligus melatih kreativitas sejak usia dini. 

Konsep belajar masak coklat di Kampung Coklat mengusung pendekatan pembelajaran mendalam (deep learning). Seluruh rangkaian kegiatan dibagi dalam tiga tahapan utama, yakni memahami, mengaplikasi, dan merefleksi. Ketiga tahap tersebut disusun agar anak tidak hanya memperoleh pengetahuan, tetapi juga mampu mempraktikkan serta mengingat pengalaman belajar yang telah dijalani. 

Baca Juga: Wisata Kampung Coklat Blitar Makin Favorit, Tiket Mulai Rp20 Ribu dengan Wahana Edukasi dan Permainan Lengkap untuk Keluarga

Mengenal Kakao dari Kebun

Tahapan pertama dimulai dengan kegiatan memahami. Anak-anak diajak menuju area Tani Modern untuk mengenal berbagai media tanam sekaligus mempelajari cara menanam yang benar menggunakan bahasa sederhana sehingga mudah dipahami.

Di lokasi tersebut, peserta juga mendapatkan edukasi mengenai tanaman kakao. Mereka diperkenalkan pada jenis-jenis buah kakao, bentuk dan warna buah, hingga cara memetik buah yang telah matang langsung dari pohonnya. Pengalaman tersebut menjadi bekal awal sebelum memasuki proses pembuatan cokelat. 

Baca Juga: BRI Perkuat UMKM, Kampung Coklat Blitar Sukses Naik Kelas dan Bidik Pasar Ekspor

Setelah dari area perkebunan, kegiatan dilanjutkan menuju ruang cooking class. Di sini anak-anak dikenalkan dengan berbagai bahan dasar pembuatan cokelat secara interaktif. Pendamping memberikan penjelasan dengan metode yang ringan sehingga mudah dipahami oleh peserta usia dini. 

Praktik Menanam hingga Menghias Cokelat

Memasuki tahap kedua atau mengaplikasi, suasana belajar semakin meriah. Anak-anak diberi kesempatan mempraktikkan langsung seluruh materi yang sebelumnya telah dijelaskan.

Mulai dari mencoba menanam menggunakan media tanam yang telah disiapkan hingga belajar membuka buah kakao dengan pendampingan instruktur. Aktivitas tersebut membuat peserta lebih memahami proses pengolahan kakao dari awal dibanding hanya melihat gambar atau video di dalam kelas. 

Keseruan berlanjut saat memasuki ruang cooking class. Di tempat ini, setiap anak bebas menghias cokelat sesuai kreativitas dan imajinasi masing-masing. Mereka dapat memilih bentuk maupun hiasan yang diinginkan sehingga hasil karya setiap peserta memiliki karakter yang berbeda. 

Selain melatih kreativitas, kegiatan tersebut juga membantu meningkatkan koordinasi motorik halus, kemampuan berkomunikasi, serta rasa percaya diri anak ketika berhasil menyelesaikan hasil karyanya.

Mengingat Pengalaman Belajar dengan Cara Menyenangkan

Baca Juga: Kampung Coklat Blitar 2026 Makin Lengkap, Ada Kolam Renang, Kebun Kakao, Wahana Gratis hingga Wisata Edukasi

Tahap terakhir adalah merefleksi. Pada sesi ini, anak-anak diajak menceritakan kembali pengalaman yang paling berkesan selama mengikuti kegiatan.

Sebagian besar peserta mengaku menikmati aktivitas menanam pohon, sementara yang lain lebih menyukai proses menghias cokelat dengan berbagai bentuk dan warna. Melalui sesi refleksi tersebut, anak-anak belajar mengingat kembali pengalaman yang telah mereka lakukan sehingga materi yang diperoleh lebih mudah tersimpan dalam ingatan. 

Pendekatan belajar seperti ini menjadi alternatif yang efektif dibanding pembelajaran konvensional di dalam kelas. Pengalaman langsung dinilai mampu membangun rasa ingin tahu, meningkatkan kemampuan berpikir, sekaligus memberikan suasana belajar yang menyenangkan.

Dengan menggabungkan edukasi, praktik, dan kreativitas dalam satu rangkaian kegiatan, belajar masak coklat di Kampung Coklat tidak hanya menjadi aktivitas wisata edukasi, tetapi juga sarana pembelajaran yang mampu mendukung perkembangan anak sejak usia dini. Program tersebut membuktikan bahwa proses belajar dapat berlangsung lebih menyenangkan ketika anak diberi kesempatan untuk mengalami sendiri setiap tahapan pembelajaran.

Editor : Regina Gavin Agata
belajar masak coklat PAUD blitar kampung coklat blitar wisata edukasi outing class