Nasi Krawu Khas Madura di Kota Blitar, Disajikan Beralas Daun Pisang dengan Cara Makan Dikrawu yang Bikin Cita Rasa Makin Nikmat

M. Luki Azhari • Dipublikasikan Senin, 20 Juli 2026 | 12:30 WIB
KAYA RASA: Sulaiha menunjukkan seporsi nasi krawu khas Madura berisi daging sapi, serundeng, kentang mustofa, telur rebus, dan sambal yang disajikan beralas daun pisang di kedainya, Jalan WR Supratman, Kota Blitar.
KAYA RASA: Sulaiha menunjukkan seporsi nasi krawu khas Madura berisi daging sapi, serundeng, kentang mustofa, telur rebus, dan sambal yang disajikan beralas daun pisang di kedainya, Jalan WR Supratman, Kota Blitar.

BLITAR KAWENTAR – Nasi krawu khas Madura menjadi salah satu kuliner tradisional yang masih bertahan dan digemari masyarakat di Kota Blitar. Cita rasa gurih berpadu dengan penyajian beralas daun pisang membuat nasi krawu khas Madura di Kota Blitar memiliki keunikan tersendiri dibandingkan nasi krawu dari daerah lain.

Di Jalan WR Supratman, Kelurahan Bendogerit, Kecamatan Sananwetan, Sulaiha menghadirkan nasi krawu racikan khas Madura dengan komposisi lauk yang berbeda dari nasi krawu khas Gresik. Perpaduan daging sapi atau ayam suwir, serundeng, kentang mustofa, telur rebus, hingga sambal menjadi daya tarik utama kuliner tersebut. 

Usaha kuliner yang telah dirintis sejak sebelum pandemi Covid-19 itu sempat mengalami masa sulit akibat pembatasan sosial. Saat itu, layanan makan di tempat dihentikan dan hanya melayani pesanan untuk mempertahankan usaha. Kini, aktivitas di dapur kembali normal dan melayani pelanggan setiap hari. 

Baca Juga: Ngudoroso lewat Lagu Kondisi Saat Ini, Musisi Blitar, Abonjhon: "Kabeh Kakean Atraksi"

Memiliki Ciri Khas Berbeda

Sulaiha menjelaskan, nasi krawu buatannya mempertahankan cita rasa khas Madura. Jika nasi krawu Gresik identik dengan nasi, daging, serundeng, dan sambal, versi Madura memiliki pelengkap yang lebih beragam.

Selain pilihan lauk utama berupa daging sapi berbumbu gurih menyerupai rendang atau ayam suwir, terdapat tambahan kentang mustofa yang renyah serta setengah butir telur rebus yang disiram bumbu kuning. Kombinasi tersebut menghasilkan perpaduan rasa gurih, manis, pedas, dan tekstur yang lebih kaya. 

Baca Juga: Perbandingan Infinix Note 50S 5G Plus vs Infinix Note 50 Pro: Sengit di Kelas 3 Jutaan, Pilih Mana?

Keunikan lainnya terletak pada penyajian menggunakan daun pisang sebagai alas piring. Daun pisang memberikan aroma harum alami yang membuat nasi hangat terasa semakin nikmat saat disantap.

Sebagai pelengkap, pembeli dapat memilih sambal tomat maupun sambal terasi sesuai selera. Taburan bawang goreng juga menambah cita rasa sekaligus aroma khas pada setiap porsinya. 

Berasal dari Tradisi Makan Dikrawu

Menurut Sulaiha, nama nasi krawu berasal dari kebiasaan masyarakat zaman dahulu yang menyantap nasi dengan cara mencampurkan seluruh lauk menggunakan tangan atau "dikrawu".

Tradisi tersebut dipercaya membuat seluruh bumbu dan lauk menyatu sempurna sehingga menghasilkan rasa yang lebih kaya di setiap suapan.

Ia mengatakan, kebiasaan itu masih dipertahankan sebagian penikmat nasi krawu hingga sekarang karena dianggap memberikan sensasi makan yang lebih autentik dibanding menggunakan sendok. 

Secara historis, nasi krawu juga dikenal sebagai kuliner yang dibawa para perantau Madura ke wilayah pesisir Gresik. Dahulu, makanan ini menjadi menu sarapan yang praktis dan mengenyangkan bagi buruh pelabuhan maupun pedagang. Penggunaan serundeng atau poyah kelapa menjadi salah satu identitas utama hidangan tersebut hingga kini. 

Baca Juga: Redmi 14C 5G Resmi Meluncur: Pakai Snapdragon 4 Gen 2 Fabrikasi 4Nm, Harganya Cuma Rp1,8 Jutaan!

Harga Terjangkau

Selain mempertahankan cita rasa tradisional, harga yang ditawarkan juga ramah di kantong. Seporsi nasi krawu dengan lauk ayam suwir dijual Rp9 ribu, sedangkan pilihan daging sapi dibanderol Rp13 ribu.

Dengan harga tersebut, pembeli sudah memperoleh seporsi nasi lengkap dengan lauk, serundeng, kentang mustofa, telur rebus, sambal, serta bawang goreng.

Keberadaan nasi krawu khas Madura di kawasan Bendogerit menjadi alternatif menu sarapan maupun makan siang bagi masyarakat Kota Blitar yang ingin menikmati kuliner tradisional bercita rasa autentik. Perpaduan bumbu khas, penyajian beralas daun pisang, serta tradisi menyantap dengan cara dikrawu menjadi daya tarik yang membuat kuliner ini tetap bertahan di tengah beragam pilihan makanan modern.

Editor : Regina Gavin Agata
nasi krawu madura nasi krawu bendogerit makanan tradisional madura wisata kuliner blitar kuliner blitar