BLITAR KAWENTAR – Kucing liar di Pasar Banggle menjadi sasaran layanan kesehatan hewan gratis yang digelar Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakkan) Kabupaten Blitar.
Melalui mobil Puskeswan keliling, puluhan kucing liar maupun peliharaan mendapat suntikan obat kutu dan vitamin sebagai upaya meningkatkan kesehatan hewan sekaligus mendekatkan pelayanan kepada masyarakat.
Program tersebut berlangsung di Pasar Desa Banggle, Kecamatan Kanigoro, Rabu (16/7). Lokasi itu dipilih karena selama ini dikenal sebagai salah satu tempat yang kerap menjadi lokasi pembuangan kucing oleh pemilik yang sudah tidak mampu merawatnya.
Baca Juga: Ngudoroso lewat Lagu Kondisi Saat Ini, Musisi Blitar, Abonjhon: "Kabeh Kakean Atraksi"
Kondisi tersebut menyebabkan cukup banyak kucing liar mengalami gangguan kesehatan, terutama akibat kutu dan kurangnya perawatan.
Kepala UPT Puskeswan Disnakkan Kabupaten Blitar, drh Ria Purwitosari, mengatakan lebih dari 50 ekor kucing mendapatkan pelayanan kesehatan.
Selain injeksi obat kutu, petugas juga memberikan vitamin untuk membantu menjaga kondisi tubuh dan kesehatan bulu hewan tersebut.
Baca Juga: Redmi 14C 5G Resmi Meluncur: Pakai Snapdragon 4 Gen 2 Fabrikasi 4Nm, Harganya Cuma Rp1,8 Jutaan!
Mobil Layanan Keliling Permudah Akses Masyarakat
Menurut Ria, kegiatan mobil layanan kesehatan hewan sengaja digelar agar masyarakat lebih mudah memperoleh akses pelayanan. Selama ini masih banyak warga yang enggan membawa hewan peliharaan ke fasilitas kesehatan karena menganggap biaya pengobatan cukup mahal.
Karena itu, Disnakkan menghadirkan layanan gratis yang dapat dimanfaatkan seluruh masyarakat. Selain membantu pemilik hewan, program ini juga menjadi bentuk kepedulian terhadap keberadaan kucing liar yang membutuhkan penanganan kesehatan.
Pasar Banggle dipilih bukan tanpa alasan. Selain menjadi lokasi berkumpulnya kucing liar, area pasar dinilai cukup nyaman untuk pelaksanaan pemeriksaan kesehatan hewan.
Dengan lokasi yang terbuka, proses penanganan dapat dilakukan lebih mudah dibanding harus mencari satu per satu di lingkungan permukiman.
Libatkan Komunitas Penyelamat Kucing
Dalam pelaksanaannya, Disnakkan turut menggandeng komunitas penyelamat kucing. Mereka membantu mengumpulkan kucing liar menggunakan makanan agar hewan-hewan tersebut mendekat ke mobil layanan kesehatan.
Setelah berhasil diamankan, kucing dibawa secara bergantian ke ruang pemeriksaan untuk mendapatkan suntikan obat kutu, pemeriksaan kesehatan, hingga pemberian vitamin. Kolaborasi tersebut membuat proses pelayanan berjalan lebih efektif dan tertib.
Sebelum kegiatan berlangsung, informasi mengenai pelayanan kesehatan hewan juga telah diumumkan melalui media sosial Disnakkan. Dengan begitu, masyarakat yang memiliki kucing peliharaan dapat datang dan memanfaatkan layanan tanpa dipungut biaya.
Digelar di Dua Pasar Selama Juli
Program mobil layanan kesehatan hewan dijadwalkan berlangsung dua kali selama Juli. Setelah Pasar Banggle, pelayanan serupa akan dilaksanakan di Pasar Kutukan, Desa Sidodadi, Kecamatan Garum.
Pelayanan dibuka mulai pukul 09.00 WIB hingga 12.00 WIB dengan kuota sesuai kemampuan tim di lapangan. Disnakkan berharap masyarakat dapat memanfaatkan kesempatan tersebut untuk memeriksakan kesehatan hewan peliharaannya sekaligus meningkatkan kesadaran terhadap pentingnya kesejahteraan hewan.
Baca Juga: Tekan Populasi Kucing, Disnakkan Blitar Sterilisasi Gratis 50 Ekor Miauw
Menurut Ria, program ini merupakan rangkaian peringatan Hari Jadi Blitar. Layanan serupa juga rutin digelar saat momentum tertentu, termasuk ketika memperingati Hari Rabies melalui kegiatan vaksinasi guna mencegah penyebaran penyakit berbahaya pada hewan.
Dengan adanya mobil Puskeswan keliling, Disnakkan berharap pelayanan kesehatan hewan dapat menjangkau lebih banyak masyarakat, termasuk mereka yang selama ini kesulitan mengakses fasilitas kesehatan hewan. Selain menjaga kesehatan hewan peliharaan, langkah tersebut juga diharapkan mampu mengurangi risiko penyebaran penyakit pada populasi kucing liar di wilayah Kabupaten Blitar.