BLITAR KAWENTAR – Pembangunan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) di Desa Tlogo, Kecamatan Kanigoro, membawa perubahan besar bagi lingkungan SDN Tlogo 02.
Sebagian fasilitas sekolah harus dikorbankan, termasuk ruang perpustakaan dan area halaman. Meski demikian, kondisi tersebut tidak mengurangi minat masyarakat menyekolahkan anak di lembaga pendidikan tersebut.
Memasuki tahun ajaran baru, jumlah peserta didik baru tetap berada di angka yang sama seperti tahun sebelumnya. Aktivitas belajar mengajar juga terus berjalan meski harus berdampingan dengan suara alat berat yang masih bekerja di lokasi proyek KDMP yang berada tepat di samping sekolah.
Baca Juga: PKDI Kabupaten Blitar Sebut Keberhasilan Program KDMP Bergantung Banyaknya Jumlah Anggota
Kepala SDN Tlogo 02, Sugianto, mengaku pihak sekolah menerima keputusan pembangunan tersebut sebagai bagian dari kebijakan pemerintah.
Namun, ia tak menampik bahwa secara emosional para siswa merasakan kehilangan ketika bangunan perpustakaan dan sebagian halaman sekolah mulai dibongkar.
Perpustakaan Hilang, Halaman Sekolah Menyusut
Sebelum proyek berlangsung, halaman sekolah menjadi ruang utama bagi siswa untuk bermain, mengikuti senam, hingga pelajaran olahraga. Kini sebagian besar area tersebut berubah menjadi lokasi pembangunan sehingga ruang gerak siswa jauh lebih terbatas.
Baca Juga: Demi Mulusnya Proyek KDMP di Lingkungan Sekolah, Pemkab Blitar Hapus Aset SDN Tlogo 02
Sugianto mengatakan anak-anak sempat hanya bisa menyaksikan proses pembongkaran dengan perasaan sedih. Baginya, meski keputusan pembangunan harus dihormati, kehilangan fasilitas belajar tetap menjadi tantangan yang harus dihadapi sekolah.
Pihak sekolah berharap pemerintah segera merealisasikan pembangunan gedung pengganti yang dijanjikan agar aktivitas belajar dapat kembali berlangsung lebih nyaman. Menurut informasi yang diterima sekolah, rehabilitasi gedung bagian selatan direncanakan selesai pada akhir tahun.
Pelajaran Olahraga Harus Menyeberang Jalan
Dampak pembangunan tidak hanya dirasakan saat jam istirahat. Kegiatan olahraga kini harus dipindahkan ke lapangan desa karena halaman sekolah sudah tidak lagi memadai.
Akibatnya, para siswa harus berjalan keluar lingkungan sekolah dan menyeberang jalan setiap kali mengikuti pelajaran olahraga. Kondisi tersebut membuat guru harus memberikan pengawasan ekstra demi menjaga keselamatan peserta didik.
Sugianto menjelaskan sedikitnya dua guru harus mendampingi rombongan siswa, masing-masing berada di bagian depan dan belakang barisan, agar perjalanan menuju lapangan berlangsung aman. Selain itu, keterbatasan halaman sekolah juga menyulitkan guru mengawasi kegiatan siswa karena terhalang bangunan proyek.
Ruang Literasi Masih Darurat
Selain kehilangan halaman, sekolah juga belum memiliki ruang perpustakaan yang layak. Ribuan koleksi buku yang berhasil diselamatkan sementara ditempatkan di ruang darurat sehingga belum dapat dimanfaatkan secara maksimal oleh siswa.
Untuk mengatasi persoalan tersebut, Pemerintah Kabupaten Blitar melalui Dinas Pendidikan telah mengalokasikan anggaran sekitar Rp376 juta dalam Perubahan Anggaran Keuangan (PAK).
Dana itu akan digunakan untuk merehabilitasi gedung bagian selatan sebagai pengganti fasilitas yang terdampak pembangunan KDMP.
Pelaksanaan proyek rehabilitasi direncanakan berlangsung sekitar September hingga Oktober dengan target penyelesaian pada akhir tahun sehingga perpustakaan dan fasilitas pendukung lainnya dapat kembali dimanfaatkan siswa.
Di tengah berbagai keterbatasan itu, animo masyarakat terhadap SDN Tlogo 02 tetap terjaga. Tahun ajaran baru ini sekolah kembali menerima 28 siswa kelas 1, sama seperti tahun sebelumnya. Secara keseluruhan, jumlah peserta didik di SDN Tlogo 02 kini mencapai sekitar 180 anak.
Kondisi tersebut menunjukkan pembangunan proyek strategis di sekitar sekolah tidak memengaruhi kepercayaan masyarakat terhadap kualitas pendidikan yang diberikan sekolah tersebut.
Editor : Aprillita Saskia Azzahrah Putri Kurniawan