Sumur Warga Mengering, BPBD Kabupaten Blitar Siapkan Dropping Air Bersih untuk Wates dan Sutojayan

Fajar Rahmad Ali Wardana • Dipublikasikan Senin, 20 Juli 2026 | 10:20 WIB
GERAK CEPAT: Petugas BPBD menyiapkan tandon untuk dropping air bersih di sejumlah titik terdampak.
GERAK CEPAT: Petugas BPBD menyiapkan tandon untuk dropping air bersih di sejumlah titik terdampak.

 

BLITAR KAWENTAR – Kekeringan di Blitar selatan mulai berdampak pada kebutuhan air bersih masyarakat. Memasuki musim kemarau, sejumlah sumur warga di Kecamatan Wates dan Sutojayan mengalami penyusutan debit hingga mengering. Kondisi itu memaksa sebagian warga membeli air bersih dari luar daerah untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Merespons kondisi tersebut, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Blitar menyiapkan bantuan darurat berupa dropping air bersih.

Sebanyak 60 rit pasokan air telah disiapkan untuk didistribusikan secara bertahap ke wilayah yang terdampak kekeringan selama musim kemarau berlangsung.

Baca Juga: ⁠Lebih dari 5 Ribu Hektar Sawah di Kabupaten Blitar Terancam Kekeringan Dampak Musim Kemarau Panjang Tahun Ini

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Blitar, Wahyudi, mengatakan pihaknya terus melakukan pemetaan kebutuhan di lapangan agar distribusi bantuan dapat dilakukan tepat sasaran sesuai tingkat kebutuhan masyarakat.

Warga Terpaksa Membeli Air dari Kabupaten Malang

Salah satu wilayah yang mengalami dampak paling parah berada di Desa Tugurejo, Kecamatan Wates. Berdasarkan hasil asesmen BPBD, sedikitnya 13 RT di Dusun Wonosari, Dusun Bejirejo, dan Dusun Tugurejo mulai mengalami krisis air bersih akibat sumur yang mengering.

Karena berada di kawasan perbatasan, sebagian warga memilih membeli air bersih menggunakan truk tangki dari Kabupaten Malang. Harga air yang harus dibayar mencapai sekitar Rp60 ribu per meter kubik sehingga menambah beban pengeluaran masyarakat di tengah musim kemarau.

Baca Juga: Waspada Kekeringan, BPBD Kota Blitar Mulai Antisipasi Dampak Musim Kemarau Panjang dengan Melakukan Ini

Kondisi serupa juga terjadi di Desa Sukorejo, Kecamatan Sutojayan. Di wilayah tersebut, sembilan RT yang tersebar di Dusun Sidorejo, Dusun Sukorejo, dan Dusun Mirigede telah masuk dalam pemetaan daerah rawan kekeringan.

Beberapa warga di Dusun Sidorejo bahkan mulai rutin membeli pasokan air dari pihak luar karena sumur di sekitar permukiman sudah tidak lagi mampu memenuhi kebutuhan sehari-hari.

BPBD Siapkan Tandon Air Komunal

Untuk mempercepat penanganan, BPBD tidak akan mendistribusikan air langsung ke masing-masing rumah warga. Sebaliknya, bantuan akan disalurkan melalui tandon penampung air komunal yang ditempatkan di sejumlah titik strategis agar proses pembagian berlangsung lebih tertib dan merata.

Di Desa Tugurejo telah disiapkan delapan unit tandon berkapasitas masing-masing 1.200 liter. Pengisian air dari armada truk tangki dijadwalkan mulai berlangsung pada 20 Juli sehingga masyarakat dapat segera memanfaatkan bantuan tersebut.

Sementara itu, Pemerintah Desa Sukorejo juga dijadwalkan mengambil delapan unit tandon serupa dari Kantor BPBD Kabupaten Blitar sebelum distribusi air bersih dimulai di wilayah tersebut.

Baca Juga: Petani di Blitar Diiminta Siapkan Sejumlah Skenario agar Sumber Air agar tak Kekeringan

Sumur Bor Disiapkan sebagai Solusi Jangka Panjang

Selain bantuan darurat, pemerintah juga menyiapkan solusi jangka panjang melalui pembangunan infrastruktur penyediaan air bersih. Salah satunya berupa sumur bor bantuan dari Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Brantas.

Untuk wilayah Desa Tugurejo, pembangunan fisik sumur bor dilaporkan telah selesai seluruhnya. Saat ini pemerintah bersama pemerintah desa masih menyiapkan instalasi listrik sebagai sumber daya pompa agar fasilitas tersebut dapat segera dioperasikan.

BPBD memperkirakan sumur bor tersebut dapat mulai mengalirkan air ke rumah-rumah warga dalam waktu sekitar satu bulan ke depan setelah seluruh sarana pendukung selesai dipasang. Kehadiran fasilitas itu diharapkan mampu mengurangi ketergantungan masyarakat terhadap pasokan air tangki setiap kali musim kemarau melanda kawasan Blitar selatan.

Editor : Aprillita Saskia Azzahrah Putri Kurniawan
kekeringan Blitar sumur mengering Wates Sutojayan BPBD Kabupaten Blitar dropping air bersih