BLITAR – Karanganyar Coffee Plantation di Kabupaten Blitar menjadi salah satu destinasi wisata yang memadukan sejarah, edukasi, dan agrowisata dalam satu kawasan. Pengunjung tidak hanya dapat menikmati suasana perkebunan kopi, tetapi juga diajak menelusuri bangunan bersejarah seperti Rumah Loji, melihat kamar yang dikaitkan dengan Bung Karno, hingga menyaksikan langsung proses pengolahan kopi di pabrik produksi.
Melalui tayangan dari kanal YouTube yang mengulas kawasan tersebut, pengunjung diajak berkeliling menyusuri berbagai sudut Karanganyar Coffee Plantation. Perjalanan dimulai setelah rombongan selesai menjelajahi area menggunakan kendaraan wisata, kemudian dilanjutkan dengan berjalan kaki untuk mengeksplorasi fasilitas yang tersedia.
Kawasan wisata ini menawarkan pengalaman berbeda karena menggabungkan nilai sejarah, edukasi, serta wisata keluarga dalam satu lokasi. Beragam fasilitas tersedia, mulai dari bangunan peninggalan era perkebunan, ruang pertemuan, area produksi kopi, hingga kafe dan playground.
Baca Juga: Fakta Soekarno: Kisah Kesaktian, Pusaka, hingga Peran Sang Proklamator yang Masih Jadi Perbincangan
Menjelajahi Rumah Loji Peninggalan Perkebunan
Perjalanan diawali menuju Rumah Loji dan Joglo yang menjadi salah satu ikon Karanganyar Coffee Plantation. Sebelum memasuki bangunan utama, pengunjung melewati area toko suvenir yang saat proses pengambilan gambar masih belum beroperasi.
Di sekitar lokasi juga terlihat beberapa foto bergaya kolonial yang menampilkan sosok perempuan Belanda atau noni Belanda. Suasana klasik langsung terasa sejak memasuki area bangunan yang masih mempertahankan arsitektur lama khas perkebunan.
Sebelum melanjutkan perjalanan, rombongan terlebih dahulu melihat denah kawasan wisata. Dalam denah tersebut terlihat berbagai fasilitas seperti pos kontrol, pintu gerbang, kantor, toko suvenir, greenhouse, area pembibitan, kebun kopi, toilet, hingga berbagai titik wisata lain yang tersebar di dalam kawasan.
Kamar Bung Karno Menjadi Salah Satu Daya Tarik
Saat memasuki Rumah Loji, rombongan didampingi oleh seorang pemandu bernama Dea yang menjelaskan sejarah singkat bangunan beserta koleksi yang berada di dalamnya.
Salah satu ruangan yang menarik perhatian adalah kamar yang disebut sebagai Kamar Bung Karno. Pemandu memperlihatkan ruangan tersebut sekaligus memberikan penjelasan kepada pengunjung mengenai keberadaannya.
Selain itu, pengunjung juga diperlihatkan sejumlah lukisan yang menurut penjelasan pemandu merupakan koleksi pribadi pemilik kawasan. Bangunan Rumah Loji masih menyimpan berbagai benda yang berkaitan dengan aktivitas perkebunan kopi pada masa lampau.
Dalam penjelasannya, Dea juga mengenalkan beberapa bagian bangunan yang dahulu dimanfaatkan sebagai fasilitas pendukung operasional perkebunan. Seluruh penjelasan diberikan langsung kepada rombongan selama berada di dalam Rumah Loji.
Balai Pitutur Disiapkan untuk Berbagai Kegiatan
Setelah meninggalkan Rumah Loji, perjalanan dilanjutkan menuju Balai Pitutur.
Bangunan ini memiliki ruangan luas yang difungsikan sebagai tempat pertemuan atau kegiatan dengan kapasitas cukup besar. Di sekitar area juga tersedia musala yang dapat dimanfaatkan pengunjung untuk beribadah.
Keberadaan Balai Pitutur menunjukkan bahwa kawasan Karanganyar Coffee Plantation tidak hanya dikembangkan sebagai objek wisata, tetapi juga mendukung penyelenggaraan berbagai kegiatan komunitas maupun acara berskala besar.
Menyaksikan Proses Pengolahan Kopi
Dari Balai Pitutur, perjalanan berlanjut menuju area pabrik pengolahan kopi yang menjadi salah satu daya tarik utama kawasan.
Di lokasi ini pengunjung dapat melihat langsung proses produksi kopi mulai dari tahapan pengolahan hingga proses roasting atau sangrai menggunakan mesin khusus.
Suasana pabrik memperlihatkan aktivitas produksi kopi yang menjadi identitas Karanganyar Coffee Plantation. Mesin-mesin pengolahan tampak digunakan untuk menghasilkan produk kopi yang dipasarkan dengan merek milik pengelola.
Melalui kunjungan ini, wisatawan memperoleh gambaran mengenai perjalanan kopi sebelum akhirnya siap dinikmati oleh konsumen.
Sisa Pengolahan Kopi Dimanfaatkan Kembali
Selain melihat proses produksi, rombongan juga memperoleh informasi mengenai pemanfaatan limbah hasil pengolahan kopi.
Dalam penjelasan yang disampaikan di lokasi disebutkan bahwa sebagian sisa pengolahan kopi dimanfaatkan kembali sebagai bahan untuk produk lain, termasuk parfum.
Pemanfaatan tersebut menjadi salah satu bentuk pengolahan lanjutan sehingga hasil produksi kopi tidak seluruhnya menjadi limbah.
Kawasan Wisata dengan Beragam Fasilitas
Selama berkeliling, pengunjung dapat menemukan berbagai fasilitas yang menunjang aktivitas wisata.
Di antaranya terdapat kafe, playground, greenhouse, area pembibitan kopi, ruang pertemuan, kantor pengelola, musala, toilet, hingga jalur wisata yang menghubungkan setiap lokasi.
Seluruh fasilitas tersebut membuat kawasan ini tidak hanya menarik bagi pencinta kopi, tetapi juga cocok dikunjungi bersama keluarga maupun rombongan.
Wisata Edukasi Sejarah dan Kopi
Karanganyar Coffee Plantation menghadirkan konsep wisata yang menggabungkan edukasi sejarah dan industri kopi dalam satu kunjungan.
Pengunjung dapat mengenal sejarah bangunan peninggalan perkebunan, melihat koleksi yang tersimpan di Rumah Loji, hingga memahami proses produksi kopi dari dekat.
Di sisi lain, keberadaan Kamar Bung Karno menjadi salah satu titik yang paling banyak menarik perhatian wisatawan selama berkeliling kawasan.
Perjalanan kemudian ditutup dengan kembali ke area depan setelah seluruh lokasi utama selesai dijelajahi. Melalui kunjungan tersebut, Karanganyar Coffee Plantation menawarkan pengalaman yang tidak hanya menghadirkan panorama perkebunan kopi, tetapi juga memperkenalkan sisi sejarah dan proses pengolahan kopi kepada para pengunjung dalam satu destinasi wisata di Kabupaten Blitar.
Editor : M. Helmi NurhisamSumber : jokowa