Istana Gebang Blitar, Rumah Masa Kecil Bung Karno yang Masih Menyimpan Jejak Sejarah Keluarga Sang Proklamator

M. Helmi Nurhisam • Dipublikasikan Senin, 20 Juli 2026 | 20:30 WIB
Jelajahi Istana Gebang Blitar, rumah masa kecil Bung Karno yang masih menyimpan berbagai koleksi asli, mulai kamar, perabot hingga mobil kepresidenan.(pinterest)
Jelajahi Istana Gebang Blitar, rumah masa kecil Bung Karno yang masih menyimpan berbagai koleksi asli, mulai kamar, perabot hingga mobil kepresidenan.(pinterest)

BLITAR – Istana Gebang di Kota Blitar menjadi salah satu destinasi wisata sejarah yang menyimpan jejak kehidupan Presiden pertama Republik Indonesia, Ir. Soekarno. Rumah yang menjadi tempat tinggal Bung Karno semasa remaja itu hingga kini masih mempertahankan banyak bagian asli bangunan beserta berbagai koleksi peninggalan keluarganya.

Berlokasi di Jalan Sultan Agung, Kota Blitar, Istana Gebang berdiri di atas lahan seluas sekitar 1,7 hektare. Kini bangunan tersebut difungsikan sebagai museum yang terbuka untuk masyarakat dan menjadi salah satu tujuan wisata sejarah yang lokasinya tidak jauh dari Stasiun Blitar.

Pengunjung dapat menyaksikan langsung berbagai ruangan, perabot, hingga benda-benda bersejarah yang masih dirawat sebagai bagian dari warisan keluarga Bung Karno.

Baca Juga: Wisata Makam Bung Karno Blitar, Harga Tiket Rp4.000 dengan Museum, Perpustakaan hingga Gong Perdamaian Dunia

Rumah Berusia Lebih dari Satu Abad

Dalam penjelasan pemandu wisata, bangunan Istana Gebang telah berdiri sejak tahun 1884. Artinya, usia bangunan tersebut telah mencapai sekitar 139 tahun.

Rumah ini merupakan kediaman orang tua Bung Karno, yakni Raden Soekemi Sosrodihardjo dan Ida Ayu Nyoman Rai. Raden Soekemi diketahui berasal dari Kepatihan, Tulungagung, Jawa Timur dan berprofesi sebagai Mantri Guru atau penilik sekolah pada masanya.

Sementara sang ibu, Ida Ayu Nyoman Rai, berasal dari Singaraja, Bali.

Di area depan museum juga terpajang foto keluarga serta informasi mengenai kakak Bung Karno, Sukarmini, yang kemudian lebih dikenal masyarakat Blitar dengan sebutan Bu Wardoyo.

Perabot Asli Masih Dipertahankan

Memasuki rumah utama, pengunjung diwajibkan melepas alas kaki sebagai bentuk penghormatan terhadap bangunan bersejarah tersebut.

Ruang tamu masih mempertahankan sejumlah kursi kayu jati yang disebut berasal dari era 1920-an hingga 1950-an. Sebagian besar perabot tersebut masih merupakan koleksi asli keluarga.

Menurut pemandu, sejumlah bagian memang telah mengalami perawatan, seperti kasur dan kain penutup tempat tidur yang disesuaikan dengan bentuk aslinya karena material lama telah rusak dimakan usia.

Namun, rangka tempat tidur berbahan besi di kamar Bung Karno tetap dipertahankan sebagai koleksi orisinal.

Kamar Masa Remaja Bung Karno

Salah satu ruangan yang paling menarik perhatian pengunjung adalah kamar masa remaja Bung Karno.

Di ruangan ini masih tersimpan tempat tidur asli beserta sejumlah furnitur yang pernah digunakan ketika Bung Karno tinggal bersama keluarganya di Blitar.

Setelah melewati ruang tengah, pengunjung juga dapat melihat kamar milik kakak Bung Karno, Sukarmini, yang berada di sisi barat rumah.

Baca Juga: Perjalanan Soekarno Meraih Kemerdekaan Indonesia, Dari PNI, Pengasingan hingga Proklamasi 17 Agustus 1945

Kamar Presiden dan Agenda Sungkem kepada Sang Ibu

Bagian lain yang menjadi perhatian adalah kamar utama yang dikenal sebagai "Kamar Presiden".

Menurut penjelasan pemandu, sebelum Bung Karno menjadi Presiden Republik Indonesia, kamar tersebut ditempati oleh kedua orang tuanya.

Setelah Bung Karno menjabat sebagai presiden, ruangan itu menjadi tempat yang selalu ia datangi setiap kali pulang ke Istana Gebang.

Di dalam kamar masih terpajang foto Bung Karno bersama sang ibu, Ida Ayu Nyoman Rai. Pemandu menjelaskan bahwa setiap kali kembali ke Blitar, Bung Karno memiliki kebiasaan berjalan jongkok menuju kamar tersebut untuk sungkem kepada ibunya.

Selain itu terdapat tiga tongkat pribadi Bung Karno. Salah satunya disebut terbuat dari gading gajah dan merupakan hadiah dari Persatuan Pemuda India pada masa itu.

Ruangan ini juga menyimpan radio, lemari, cermin, hingga foto-foto keluarga yang masih dipertahankan sebagai koleksi museum.

Mesin Ketik hingga Silsilah Keluarga

Masih di area dalam rumah, pengunjung dapat melihat mesin ketik merek Royal buatan Belanda yang ditempatkan di meja kerja milik Wardoyo.

Di ruangan yang sama juga dipajang foto-foto silsilah keluarga Bung Karno, termasuk keluarga Sukarmini yang pernah menikah dua kali.

Seluruh koleksi tersebut menjadi bagian dari upaya museum memperkenalkan sejarah keluarga Bung Karno kepada masyarakat.

Ruang Santai dan Ruang Makan Keluarga

Di bagian belakang rumah terdapat ruang santai yang disebut sebagai tempat favorit Bung Karno ketika pulang ke Blitar.

Pemandu menjelaskan, Bung Karno kerap duduk di kursi berwarna hijau sambil menikmati waktu santai atau minum teh dan kopi menghadap ke arah selatan.

Tak jauh dari sana terdapat ruang makan khusus keluarga yang masih mempertahankan tata letak aslinya.

Museum juga memiliki ruang penyimpanan peralatan dapur lama, termasuk sepeda tua dan berbagai perlengkapan rumah tangga yang pernah digunakan penghuni rumah.

Gamelan hingga Sumur Berusia 139 Tahun

Di halaman belakang tersimpan seperangkat gamelan yang dahulu digunakan untuk menyambut kedatangan Bung Karno setiap kali pulang ke Blitar.

Menurut pemandu, gamelan tersebut sebelumnya dimainkan di gedung kesenian yang berada di sebelah barat kawasan Istana Gebang.

Selain itu terdapat sumur tua yang usianya sama dengan bangunan rumah, yakni sejak tahun 1884.

Pemandu menyebut sumur tersebut belum pernah mengalami kekeringan. Hingga kini airnya masih dimanfaatkan dan banyak pengunjung yang mencuci tangan, mencuci muka, bahkan mencoba meminum airnya secara langsung.

Di dekat sumur juga masih terdapat kamar mandi lama yang dahulu menggunakan sistem katrol untuk mengambil air sebelum dialirkan ke bak mandi.

Dapur Tradisional Tetap Dipertahankan

Bagian dapur menjadi lokasi terakhir dalam tur museum.

Di ruangan ini masih terdapat tungku tradisional yang dahulu digunakan keluarga Bung Karno untuk memasak.

Menurut pengelola, fungsi setiap ruangan sejak rumah dihuni keluarga Bung Karno hingga kini tidak mengalami perubahan. Penambahan hanya dilakukan pada ruang tertentu yang kini difungsikan sebagai gudang.

Mobil Mercedes Milik Bung Karno

Setelah keluar dari rumah utama, pengunjung dapat menuju garasi yang menyimpan mobil Mercedes-Benz berpelat nomor AG 390.

Mobil buatan Jerman tersebut dikirim ke Blitar pada tahun 1961 untuk menjemput Bung Karno ketika berkunjung ke kota tersebut.

Menurut pemandu, kendaraan itu juga pernah digunakan keluarga Bung Karno untuk berbagai aktivitas di Blitar.

Di sekitar garasi turut dipajang sejumlah foto dokumentasi Bung Karno dan keluarganya sebagai pelengkap wisata sejarah.

Dengan koleksi bangunan, perabot, ruang keluarga, hingga kendaraan yang masih terawat, Istana Gebang menjadi salah satu destinasi sejarah penting di Kota Blitar. Tempat ini memberikan gambaran mengenai kehidupan keluarga Bung Karno sekaligus menjadi sarana edukasi bagi masyarakat yang ingin mengenal lebih dekat perjalanan masa muda sang Proklamator Republik Indonesia.

Editor : M. Helmi Nurhisam
Sumber : HM Adventure
Rumah Bung Karno Bung Karno istana gebang blitar Istana Gebang wisata sejarah blitar