Kuota Sekolah Rakyat Kota Blitar Baru Terisi 100 Siswa, Pemkot Gencarkan Pendekatan ke Orang Tua Jelang MPLS

Noormalady Usman • Dipublikasikan Selasa, 21 Juli 2026 | 11:30 WIB
Kuota Sekolah Rakyat Kota Blitar baru terisi 100 siswa. Pemkot terus melakukan pendekatan kepada orang tua agar kuota 270 siswa terpenuhi.
Kuota Sekolah Rakyat Kota Blitar baru terisi 100 siswa. Pemkot terus melakukan pendekatan kepada orang tua agar kuota 270 siswa terpenuhi.

BLITAR KAWENTAR – Pemerintah Kota (Pemkot) Blitar terus berpacu memenuhi kuota peserta didik Sekolah Rakyat (SR) yang hingga kini masih belum terpenuhi. Dari total daya tampung sebanyak 270 siswa, baru sekitar 100 calon peserta yang telah menyatakan kesediaannya mengikuti program pendidikan tersebut. Pemkot pun mengintensifkan pendekatan kepada para orang tua agar seluruh kuota dapat terisi sebelum Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) dimulai pada akhir Juli.

Wali Kota Blitar Syauqul Muhibbin mengatakan, pemerintah masih membuka kesempatan bagi masyarakat yang telah masuk dalam daftar hasil pendataan untuk segera memberikan konfirmasi kesediaan mengikuti Sekolah Rakyat. Batas akhir konfirmasi ditetapkan hingga 31 Juli 2026 atau sebelum pelaksanaan MPLS.

Menurutnya, keberhasilan pemenuhan kuota Sekolah Rakyat sangat bergantung pada respons masyarakat yang telah menjadi sasaran program. Karena itu, pemerintah terus melakukan sosialisasi dan komunikasi secara langsung kepada keluarga calon peserta didik agar mereka memahami manfaat program tersebut.

Baca Juga: Kuota Sekolah Negeri Kota Blitar Tak Terpenuhi, Dewan Pendidikan Sebut Regulasi dan Persaingan dengan Swasta Jadi Penyebab

Proses Seleksi Dilakukan Bertahap

Syauqul menjelaskan, proses penjaringan peserta Sekolah Rakyat dilakukan melalui beberapa tahapan. Pada tahap awal, pemerintah mengidentifikasi sekitar 7.000 warga yang berasal dari kelompok masyarakat desil satu dan desil dua sebagai sasaran utama program.

Dari jumlah tersebut, dilakukan proses penyaringan sehingga tersisa sekitar 1.200 calon peserta. Mereka terdiri atas siswa kelas 1 SD, kelas 1 SMP, kelas 1 SMA, hingga anak-anak yang putus sekolah dan berpotensi kembali memperoleh akses pendidikan melalui Sekolah Rakyat.

Baca Juga: 2 SMP Negeri di Kota Blitar Masih Kekurangan Siswa Baru, Pendaftaran Tetap Dibuka hingga Kuota Terpenuhi

Selanjutnya, proses verifikasi kembali dilakukan sehingga jumlah calon peserta yang masuk tahap pendataan lanjutan menyusut menjadi sekitar 600 orang. Namun, hingga saat ini, baru sekitar 100 siswa yang telah menyatakan siap mengikuti kegiatan belajar mengajar di Sekolah Rakyat.

"Kami mengajak masyarakat yang sudah disurvei agar segera mengonfirmasi kesediaannya sebelum 31 Juli. Kami berharap seluruh kuota bisa terpenuhi sebelum pelaksanaan MPLS," ujar Syauqul.

Pemkot Terus Yakinkan Orang Tua

Pemkot Blitar tidak hanya menunggu konfirmasi dari calon peserta, tetapi juga aktif melakukan pendekatan kepada keluarga mereka. Langkah tersebut dilakukan agar orang tua semakin yakin untuk mengikutsertakan anaknya dalam program Sekolah Rakyat.

Menurut Syauqul, masih tersedia waktu bagi masyarakat yang telah masuk dalam daftar pendataan untuk memastikan keikutsertaannya. Ia berharap kesempatan tersebut dimanfaatkan dengan baik sehingga seluruh kuota yang telah disediakan pemerintah dapat terisi penuh.

"Masih ada waktu untuk konfirmasi. Kami berharap masyarakat yang sudah masuk pendataan memanfaatkan kesempatan ini," katanya.

Kuota Bisa Dialihkan ke Daerah Lain

Baca Juga: Kabar Gembira Seleksi Sekolah Kedinasan 2026: Poltekim dan Poltekip Resmi Digabung Jadi Politeknik Pengayoman Indonesia, Buka Kuota 200 Taruna Baru!

Syauqul menambahkan, apabila hingga batas waktu yang ditentukan kuota 270 siswa belum juga terpenuhi, maka sisa daya tampung berpotensi dialihkan kepada peserta dari daerah lain. Mekanisme tersebut akan mengikuti ketentuan yang telah ditetapkan oleh pemerintah pusat sebagai penyelenggara program Sekolah Rakyat.

Karena itu, Pemkot Blitar berupaya semaksimal mungkin agar seluruh kuota dapat diisi oleh warga Kota Blitar yang telah memenuhi persyaratan.

Selain fokus pada proses rekrutmen peserta didik, pemerintah juga terus menyelesaikan berbagai persiapan sarana dan prasarana pendukung operasional Sekolah Rakyat. Seluruh tahapan tersebut ditargetkan rampung sebelum MPLS dimulai pada 31 Juli 2026 sehingga kegiatan belajar mengajar dapat berjalan sesuai jadwal.

Program Sekolah Rakyat diharapkan menjadi solusi bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu maupun yang sempat putus sekolah agar tetap memperoleh akses pendidikan yang layak. Dengan dukungan masyarakat dan keterlibatan aktif orang tua, Pemkot Blitar optimistis target pemenuhan kuota peserta didik dapat tercapai sesuai rencana.

Editor : Regina Gavin Agata
sekolah rakyat kota blitar kuota sekolah rakyat MPLS 2026 Syauqul Muhibbin Pemkot Blitar