BLITAR KAWENTAR – Produksi jagung Kabupaten Blitar menunjukkan capaian menggembirakan sepanjang Januari hingga Mei 2026.
Komoditas pangan strategis tersebut berhasil mencatatkan produksi hingga 172.274 ton glondong.
Melimpahnya hasil panen ini menjadi modal penting untuk menjaga ketahanan pangan sekaligus memperkuat pasokan bahan baku pakan ternak bagi sektor peternakan unggas yang menjadi salah satu penopang ekonomi Kabupaten Blitar.
Baca Juga: Oknum Polisi Polsek Selorejo Diamankan Propam, Terancam PTDH Jika Terbukti Terlibat Narkotika
Tingginya produksi jagung Kabupaten Blitar menjadi kabar positif di tengah meningkatnya kebutuhan jagung sebagai bahan baku utama industri pakan ternak.
Kabupaten Blitar yang dikenal sebagai salah satu sentra peternakan ayam petelur nasional membutuhkan pasokan jagung yang stabil agar produktivitas peternak tetap terjaga sepanjang tahun.
Kondisi tersebut membuat keberhasilan panen jagung memiliki dampak besar terhadap stabilitas sektor pertanian maupun peternakan daerah.
Baca Juga: Istana Gebang Blitar, Rumah Masa Kecil Bung Karno yang Menyimpan Jejak Sejarah 140 Tahun
Data Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Blitar mencatat, selama lima bulan pertama tahun ini luas panen jagung konsumsi mencapai 17.591 hektare.
Dari luasan tersebut dihasilkan produksi sebanyak 172.274 ton glondong dengan produktivitas rata-rata mencapai 9,79 ton glondong per hektare.
Angka tersebut menunjukkan performa sektor pertanian yang cukup baik dibandingkan target produksi pada awal tahun.
Kepala Bidang Sarana Tanaman Pangan dan Hortikultura DKPP Kabupaten Blitar, Siswoyo Adi Prasetyo, mengatakan tingginya produktivitas tersebut tidak terlepas dari semakin baiknya penerapan budi daya tanaman jagung oleh para petani.
Dukungan sarana produksi serta pendampingan dari penyuluh pertanian dinilai berkontribusi terhadap peningkatan hasil panen.
Menurutnya, produksi jagung yang melimpah tidak hanya menguntungkan petani, tetapi juga menjadi penopang utama kebutuhan pakan ternak, khususnya bagi peternak ayam petelur yang jumlahnya sangat besar di Kabupaten Blitar.
Ketersediaan bahan baku lokal akan membantu menjaga kesinambungan produksi telur sekaligus menekan ketergantungan terhadap pasokan dari luar daerah.
Selain jagung konsumsi, pemerintah daerah juga terus mengembangkan produksi jagung pembenihan.
Langkah tersebut dilakukan sebagai bagian dari strategi menjaga keberlanjutan produksi pada musim tanam berikutnya.
DKPP mencatat, selama Januari hingga Mei 2026 luas tanam jagung pembenihan mencapai 4.173 hektare. Dari luas panen 581 hektare berhasil diproduksi 3.767 ton glondong dengan produktivitas rata-rata 6,48 ton per hektare.
Program tersebut diharapkan mampu memenuhi kebutuhan benih unggul bagi petani sehingga produktivitas tetap terjaga pada musim tanam selanjutnya.
Siswoyo menjelaskan, pengembangan benih merupakan bagian penting dalam menjaga kualitas hasil panen sekaligus meningkatkan daya saing sektor pertanian.
Baca Juga: Budidaya Belut di Kolam Terpal Makin Diminati, Wardi Bagikan Cara Sukses hingga Panen Menguntungkan
Dengan ketersediaan benih unggul, petani memiliki peluang memperoleh hasil panen yang lebih optimal.
Tidak hanya mengandalkan hasil panen yang sudah diperoleh, pemerintah daerah juga terus mendorong percepatan musim tanam.
Hingga akhir Mei 2026, luas tanam baru jagung konsumsi telah mencapai 8.756 hektare sebagai upaya menjaga kesinambungan produksi hingga akhir tahun.
Baca Juga: Budidaya Ikan Lele Menggunakan Galon Bekas, Modal Kecil Bisa Panen dalam 2-3 Bulan
Langkah tersebut dilakukan agar pasokan jagung tetap tersedia untuk memenuhi kebutuhan masyarakat maupun sektor peternakan.
Dengan produksi yang berkesinambungan, fluktuasi ketersediaan bahan baku pakan diharapkan dapat diminimalkan sehingga aktivitas peternakan tetap berjalan stabil.
Pemerintah Kabupaten Blitar juga berkomitmen terus memberikan pendampingan kepada petani melalui penyuluhan, pengawasan penggunaan pupuk, serta optimalisasi pemanfaatan lahan pertanian.
Baca Juga: Fakta Soekarno: Kisah Kesaktian, Pusaka, hingga Peran Sang Proklamator yang Masih Jadi Perbincangan
Berbagai program tersebut diarahkan untuk mempertahankan produktivitas hingga akhir tahun sekaligus memperkuat ketahanan pangan daerah.
Melimpahnya produksi jagung menjadi sinyal positif bahwa sektor pertanian Kabupaten Blitar masih memiliki potensi besar sebagai penyangga kebutuhan pangan sekaligus penyedia bahan baku industri peternakan.
Dengan sinergi antara petani, penyuluh, dan pemerintah daerah, produksi jagung diharapkan terus meningkat sehingga mampu mendukung pertumbuhan ekonomi daerah dan menjaga posisi Kabupaten Blitar sebagai salah satu sentra pertanian serta peternakan unggulan di Jawa Timur. (kho/c1/sub)
Editor : Ratna Anggi Puspita Sari