BLITAR KAWENTAR – Poltekkes Kemenkes Malang Kampus III Blitar terus memperkuat kualitas pelayanan kesehatan masyarakat melalui penguatan kapasitas kader posyandu. Lewat program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) 2026, puluhan kader baru di Kelurahan Kepanjenkidul, Kota Blitar, mendapatkan pelatihan intensif guna mendukung implementasi Integrasi Layanan Primer (ILP) sesuai standar Kementerian Kesehatan.
Kegiatan yang digelar di Aula Kelurahan Kepanjenkidul, Rabu (22/7), tidak hanya berisi penyampaian materi, tetapi juga praktik langsung agar para peserta mampu menjalankan pelayanan kesehatan dasar secara optimal. Program ini menjadi bagian dari upaya meningkatkan kompetensi kader sebagai ujung tombak pelayanan kesehatan di tingkat masyarakat.
Selain pelatihan, Poltekkes Kemenkes Malang Kampus III Blitar juga menyerahkan bantuan alat kesehatan berupa timbangan bayi manual, buku keterampilan kader, serta ribuan kartu pemantauan kesehatan yang akan digunakan dalam pelayanan Posyandu ILP.
Ketua Tim Pengabdian kepada Masyarakat Poltekkes Kemenkes Malang Kampus III Blitar, Prof. Dr. Suprajitno, SKp., M.Kep., M.Kes., mengatakan kegiatan tersebut merupakan bentuk komitmen perguruan tinggi dalam mendukung peningkatan kualitas pelayanan kesehatan masyarakat melalui penguatan sumber daya manusia di tingkat posyandu.
Menurutnya, kader kesehatan memiliki peran strategis sebagai garda terdepan pelayanan promotif dan preventif. Karena itu, mereka harus memiliki keterampilan yang sesuai dengan standar nasional agar mampu memberikan pelayanan kepada masyarakat secara tepat.
"Fokus utama kami adalah memberikan bekal keterampilan kepada kader-kader kesehatan baru agar memiliki kemampuan sesuai standar Kementerian Kesehatan. Pelayanan kesehatan dasar tidak harus selalu dilakukan di puskesmas, tetapi juga dapat dilakukan secara preventif dan edukatif melalui posyandu," ujarnya.
Baca Juga: Paman di Blitar Tega Cabuli Keponakan Laki-Laki Selama 3 Tahun, Terungkap Gara-Gara Hal Ini
Pelatihan tersebut juga membekali peserta dengan materi komunikasi efektif saat memberikan pelayanan kepada masyarakat. Materi komunikasi disampaikan oleh Dr. Sri Mugianti, Ns., M.Kep., sehingga kader tidak hanya memahami aspek teknis pelayanan, tetapi juga mampu membangun komunikasi yang baik dengan masyarakat.
Sebagai bentuk dukungan terhadap operasional Posyandu ILP, Poltekkes Kemenkes Malang Kampus III Blitar menyerahkan sejumlah bantuan alat kesehatan dan media pendukung.
Bantuan tersebut meliputi tujuh unit timbangan badan bayi manual, 48 buku keterampilan dasar kader, serta 3.000 lembar kartu bantu pemantauan kesehatan berukuran mendekati A3.
Prof. Suprajitno menjelaskan, pemilihan timbangan bayi manual dilakukan karena alat tersebut dinilai lebih mudah digunakan di lapangan serta tidak bergantung pada sumber daya listrik maupun baterai seperti perangkat digital.
Sementara itu, kartu pemantauan kesehatan akan dimanfaatkan untuk mencatat kondisi kesehatan masyarakat secara berkala, mulai dari balita, anak usia sekolah, remaja, ibu hamil, hingga kelompok lanjut usia.
Menurutnya, data yang dikumpulkan para kader nantinya akan menjadi bagian dari sistem data kesehatan nasional sehingga kualitas pencatatan harus benar-benar terjaga.
"Data yang dicatat kader sangat penting karena akan terintegrasi menuju Big Data kesehatan nasional. Jika data dari bawah valid, pemerintah dapat menyusun kebijakan kesehatan yang lebih tepat sasaran," jelasnya.
Program Pengabdian kepada Masyarakat tersebut dirancang tidak berhenti di Kelurahan Kepanjenkidul. Poltekkes Kemenkes Malang Kampus III Blitar menargetkan kegiatan serupa dapat menjangkau seluruh kelurahan di Kota Blitar secara bertahap.
Baca Juga: Hyundai Hillstate Tembus 100 Ribu Subscriber, Efek Megawati Hangestri Kembali Jadi Sorotan
Kolaborasi antara institusi pendidikan dan fasilitas pelayanan kesehatan diharapkan mampu mempercepat peningkatan kualitas layanan primer yang menjadi fokus pemerintah.
Pemegang Program Promosi Kesehatan dan Upaya Kesehatan Berbasis Masyarakat (UKBM) Puskesmas Kepanjenkidul, Mufid, mengapresiasi kolaborasi tersebut karena dinilai sangat membantu pemenuhan standar Posyandu ILP.
Ia mengungkapkan, sebelum pelatihan telah terdapat 92 kader bersertifikat di wilayah Kecamatan Kepanjenkidul. Melalui kegiatan ini, sebanyak 42 kader baru kembali dipersiapkan agar menguasai 25 kompetensi dasar Integrasi Layanan Primer.
Baca Juga: Rokok Ilegal Masih Marak, Ini Dua Fokus Program Satpol PP Kabupaten Blitar di Tahun 2026
Setelah menerima materi dari para dosen Poltekkes, seluruh peserta akan mengikuti ujian praktik yang didampingi tim teknis dari Puskesmas Kepanjenkidul. Evaluasi tersebut menjadi syarat agar setiap kader benar-benar mampu memberikan pelayanan kesehatan kepada seluruh kelompok usia sesuai konsep ILP.
Dengan bertambahnya kader yang kompeten serta dukungan sarana operasional yang memadai, pelayanan posyandu di Kota Blitar diharapkan semakin berkualitas. Langkah ini sekaligus menjadi bagian dari upaya memperkuat pelayanan kesehatan berbasis masyarakat melalui deteksi dini, edukasi, dan pemantauan kesehatan yang berkelanjutan. (jar/c1/sub)
Editor : Azahra Meilisani Salma