Tren Slow Travel Makin Digemari, Wisatawan Kini Pilih Pengalaman daripada Banyak Destinasi

Akhmad Nur Khoiri • Dipublikasikan Kamis, 23 Juli 2026 | 10:02 WIB
Trend slow travel mendorong wisatawan menikmati perjalanan dengan ritme lebih santai, berinteraksi dengan masyarakat lokal, dan mengutamakan pengalaman dibanding mengejar banyak destinasi.
Vebrilia Trisnawati Trend slow travel mendorong wisatawan menikmati perjalanan dengan ritme lebih santai, berinteraksi dengan masyarakat lokal, dan mengutamakan pengalaman dibanding mengejar banyak destinasi.

 

BLITAR KAWENTAR – Slow travel semakin menjadi tren di kalangan wisatawan yang ingin menikmati liburan dengan ritme lebih santai. Berbeda dengan konsep perjalanan yang mengejar sebanyak mungkin destinasi dalam waktu singkat, tren ini mengedepankan kualitas pengalaman selama berada di suatu tempat. Pergeseran tersebut mencerminkan perubahan cara pandang masyarakat terhadap makna sebuah perjalanan.

Selama bertahun-tahun, keberhasilan liburan sering diukur dari banyaknya lokasi wisata yang berhasil dikunjungi. Jadwal perjalanan yang padat bahkan kerap membuat wisatawan berpindah dari satu tempat ke tempat lain tanpa sempat menikmati suasana secara maksimal.

Kini, pola tersebut mulai berubah seiring meningkatnya minat terhadap konsep slow travel, yang menawarkan pengalaman lebih mendalam dan bermakna.

Baca Juga: Karanganyar Coffee Plantation Blitar Tawarkan Wisata Sejarah dan Edukasi, Ada Rumah Loji hingga Pabrik Kopi

Tour leader Vebrilia Trisnawati mengatakan, wisatawan saat ini lebih memilih menghabiskan waktu lebih lama di satu destinasi dibanding terus berpindah lokasi hanya untuk memenuhi daftar kunjungan.

 Menurutnya, perubahan ini membuat perjalanan terasa lebih santai sekaligus memberikan kesempatan untuk mengenal karakter suatu daerah secara lebih dekat.

Menikmati Budaya Lokal Lebih Bermakna

Konsep slow travel tidak hanya mengubah cara menyusun itinerary, tetapi juga mengubah tujuan utama sebuah perjalanan. Wisatawan kini lebih tertarik membangun pengalaman autentik melalui interaksi langsung dengan masyarakat setempat.

Baca Juga: Wisata Makam Bung Karno Blitar, Destinasi Sejarah dengan Museum, Gong Perdamaian Dunia dan Tiket Rp4.000

Menginap lebih lama di satu lokasi memungkinkan wisatawan mencicipi kuliner khas di warung sederhana, berbincang dengan penduduk lokal, hingga menjelajahi sudut-sudut kota yang jarang dikunjungi wisatawan massal.

Aktivitas tersebut menghadirkan pengalaman yang lebih personal dan meninggalkan kesan mendalam dibanding sekadar berburu foto di destinasi populer.

Selain itu, wisatawan juga memiliki kesempatan memahami budaya, tradisi, hingga kehidupan sehari-hari masyarakat setempat. Hal inilah yang membuat banyak orang merasa perjalanan menjadi lebih berharga karena mampu menghadirkan cerita dan kenangan yang tidak didapatkan melalui perjalanan singkat.

Liburan Jadi Momen Pemulihan

Slow travel juga menawarkan manfaat dari sisi kesehatan fisik maupun mental. Jadwal perjalanan yang tidak terlalu padat membuat wisatawan memiliki waktu untuk beristirahat tanpa terburu-buru berpindah dari satu tempat ke tempat lainnya.

Dengan ritme yang lebih santai, tubuh memiliki kesempatan memulihkan energi setelah rutinitas pekerjaan sehari-hari. Liburan pun benar-benar menjadi waktu untuk melepas penat, bukan justru menambah kelelahan akibat padatnya agenda wisata.

Baca Juga: Pesona Wisata Gunung Kelud Kediri: Sensasi Jalan Misteri Hingga Keindahan Kawah Hijau Toska

Konsep ini juga memberi fleksibilitas bagi wisatawan untuk menikmati suasana sekitar tanpa tekanan waktu. Mereka dapat menghabiskan sore di kedai kopi lokal, berjalan kaki menyusuri kawasan bersejarah, atau sekadar menikmati panorama alam tanpa harus memikirkan jadwal destinasi berikutnya.

Diprediksi Terus Berkembang

Perubahan preferensi wisatawan menunjukkan bahwa ukuran keberhasilan sebuah perjalanan kini tidak lagi ditentukan oleh banyaknya destinasi yang dikunjungi.

Sebaliknya, kualitas pengalaman, kedekatan dengan budaya lokal, serta kenangan yang dibawa pulang menjadi nilai yang semakin dihargai.

Baca Juga: Wisata Gunung Kelud Kediri Dibuka Kembali! Intip Tarif Ojek Terbaru, Rute Jalan, dan Spot Foto Terhits Ini

Vebrilia menilai tren slow travel berpotensi terus berkembang seiring meningkatnya kesadaran masyarakat mengenai pentingnya menikmati perjalanan secara lebih bermakna.

Wisatawan modern kini tidak lagi sekadar mengejar daftar tempat populer, tetapi mencari pengalaman yang mampu memberikan kesan mendalam selama berlibur.

Apabila tren ini terus berkembang, industri pariwisata juga diperkirakan akan semakin banyak menghadirkan paket perjalanan yang lebih fleksibel, memberi ruang bagi wisatawan untuk menikmati setiap destinasi tanpa terburu-buru.

 Dengan demikian, liburan bukan lagi soal seberapa jauh seseorang bepergian, melainkan bagaimana perjalanan tersebut mampu memberikan pengalaman yang berkesan.(kho/c1/sub)

Editor : Aprillita Saskia Azzahrah Putri Kurniawan
slow travel Trend Liburan wisata traveler destinasi wisata