Gunung Pegat Blitar Simpan Filosofi yang Jarang Diketahui, Penelusuran Ini Bongkar Makna Sebenarnya

M. Helmi Nurhisam • Dipublikasikan Kamis, 23 Juli 2026 | 18:55 WIB
Gunung Pegat Blitar ternyata bukan simbol perpisahan. Penelusuran budaya mengungkap filosofi memutus bala, penyakit, dan energi negatif. (Pinterest)
Gunung Pegat Blitar ternyata bukan simbol perpisahan. Penelusuran budaya mengungkap filosofi memutus bala, penyakit, dan energi negatif. (Pinterest)

BLITAR - Gunung Pegat di Desa Kawasan, Kecamatan Ponggok, Kabupaten Blitar kembali menjadi perhatian setelah penelusuran budaya dan spiritual mengungkap makna sebenarnya di balik nama yang selama ini identik dengan mitos perpisahan. Berdasarkan penjelasan para narasumber, filosofi Gunung Pegat bukan bermakna memutus hubungan antarmanusia, melainkan memutus segala bentuk bala, marabahaya, penyakit, serta hal-hal negatif dalam kehidupan.

Penelusuran dilakukan oleh Sat 76 Channel bersama sejumlah pemerhati budaya dan tokoh spiritual pada Minggu Pon, 26 Mei 2024. Tim menyusuri kawasan Gunung Pegat hingga ke punden dan makam untuk menggali sejarah yang selama ini belum banyak diketahui masyarakat.

Nama Gunung Pegat selama bertahun-tahun dikenal melalui berbagai cerita yang mengaitkannya dengan perpisahan pasangan. Namun, penelusuran tersebut berupaya meluruskan anggapan itu dengan menghadirkan penjelasan langsung dari narasumber yang memahami sejarah kawasan tersebut.

Baca Juga: Kali Bladak Blitar Jadi Destinasi Favorit Wisata Alam, Suguhkan Panorama Gunung Kelud yang Memikat

Filosofi Gunung Pegat Diluruskan

Pembina Padepokan Gunung Pegat, Raden Agung Jo atau Mbah Joh, menjelaskan bahwa kata "pegat" memang berarti putus. Akan tetapi, makna yang dimaksud bukan memutus hubungan seseorang dengan pasangannya.

Menurutnya, filosofi Gunung Pegat adalah memutus segala bentuk keburukan, penyakit, bala, marabahaya, hingga energi negatif yang mengganggu kehidupan manusia.

Ia menegaskan padepokan tersebut dibangun bukan untuk tujuan memisahkan hubungan, melainkan sebagai simbol harapan agar seseorang terbebas dari berbagai kesulitan hidup.

Karena itu, ia berharap masyarakat tidak lagi memandang Gunung Pegat hanya berdasarkan mitos, tetapi juga memahami nilai budaya yang diwariskan oleh para leluhur.

Sejarah Ki Ageng Kalijira

Selain menjelaskan filosofi Gunung Pegat, Mbah Joh juga menerangkan mengenai makam yang berada di kawasan tersebut.

Ia menyebut sosok yang dimakamkan dikenal sebagai Ki Ageng Kalijira, tokoh yang memiliki peran penting pada masanya. Menurutnya, keberadaan tokoh tersebut berkaitan dengan perjalanan penyebaran agama Islam di wilayah itu.

Penjelasan mengenai sosok tersebut disampaikan agar masyarakat memahami bahwa kawasan Gunung Pegat bukan hanya memiliki cerita mistis, tetapi juga menyimpan sejarah yang patut dikenali.

Menyusuri Jalur Hutan Menuju Punden

Perjalanan menuju lokasi dilakukan dengan menyusuri kawasan hutan yang masih alami.

Pepohonan rindang, suasana yang tenang, dan kondisi alam yang masih terjaga menjadi bagian dari perjalanan menuju punden dan makam di kawasan Gunung Pegat.

Sesampainya di lokasi, tim mendengarkan penjelasan mengenai sejarah, filosofi, dan berbagai cerita yang berkembang di tengah masyarakat.

Baca Juga: Touring Blitar Wilis Club Berlangsung Meriah, Puskesmas Sukorejo Sampaikan Apresiasi kepada Peserta

Pemerhati Budaya Rasakan Suasana Tenang

Ketua DPW Masyarakat Adat Nusantara Matra Jawa Timur sekaligus Ketua Perkumpulan Jowo Deles, Kanjeng Pangeran Panji Cipto Negoro, mengaku merasakan suasana yang berbeda ketika berada di kawasan Gunung Pegat.

Menurutnya, lokasi tersebut justru menghadirkan rasa nyaman dan tenang. Ia menilai setiap tempat memiliki karakter yang berbeda, tergantung bagaimana seseorang memaknainya.

Ia juga mengatakan kawasan tersebut masih mempertahankan kondisi alam yang asli sehingga memiliki nilai sejarah dan budaya yang tinggi.

Penelusuran Jadi Upaya Meluruskan Mitos

Melalui penelusuran ini, para narasumber berharap masyarakat tidak lagi hanya mengenal Gunung Pegat dari cerita yang berkembang secara turun-temurun.

Mereka mengajak masyarakat melihat Gunung Pegat sebagai bagian dari warisan budaya yang menyimpan filosofi kehidupan, yakni memutus segala keburukan dan marabahaya agar manusia dapat menjalani hidup dengan lebih baik.

Penelusuran tersebut juga diharapkan menjadi langkah untuk mengenalkan sejarah lokal kepada generasi muda sekaligus menjaga nilai-nilai budaya yang telah diwariskan oleh para leluhur.

Editor : M. Helmi Nurhisam
Sumber : Satna76Chanel Reborn
Gunung Pegat Blitar Desa Kawasan sejarah Gunung Pegat blitar gunung pegat