Misteri Goa Umbul Tuk di Blitar, Kisah Pertapa Berkulit Putih hingga Lorong Bawah Tanah yang Sulit Dijangkau

M. Helmi Nurhisam • Dipublikasikan Kamis, 23 Juli 2026 | 19:30 WIB
Misteri Goa Umbul Tuk di Blitar menarik perhatian lewat kisah pertapa berkulit putih dan lorong bawah tanah yang penuh tantangan. (Pinterest)
Misteri Goa Umbul Tuk di Blitar menarik perhatian lewat kisah pertapa berkulit putih dan lorong bawah tanah yang penuh tantangan. (ScYoutube) 

BLITAR - Goa Umbul Tuk di Desa Tempak, Kecamatan Kademangan, Kabupaten Blitar, kembali menjadi sorotan setelah kisah seorang pertapa yang disebut bertahan selama berhari-hari di dalam lorong bawah tanah kembali diperbincangkan. Cerita tersebut berkembang di tengah masyarakat dan menjadi salah satu daya tarik kawasan goa yang masih alami.

Untuk mencapai bagian terdalam Goa Umbul Tuk, pengunjung harus didampingi warga setempat yang memahami medan. Jalurnya dipenuhi genangan air, lorong sempit, bebatuan kapur, hingga lubang-lubang alami yang dinilai cukup berbahaya bagi orang yang belum mengenal lokasi.

Dalam penelusuran tersebut, dua warga setempat menjadi pemandu menuju bagian dalam goa. Mereka menceritakan bahwa pernah ada seseorang yang menjalani pertapaan selama kurang lebih satu bulan di lokasi tersebut.

Menurut penuturan warga, pertapa itu ditemukan dalam kondisi tubuh berubah menjadi putih pucat. Ada pula versi lain yang menyebut tubuhnya dipenuhi lumut akibat terlalu lama berada di dalam goa yang lembap. Cerita tersebut masih hidup sebagai kisah yang diwariskan secara lisan oleh masyarakat sekitar.

Baca Juga: Dibalik Keindahan Telaga Rambut Monte Blitar, Tersimpan Legenda Ikan Dewa dan Cerita yang Masih Hidup

Lorong Bawah Tanah Dipenuhi Air dan Bebatuan Kapur

Perjalanan memasuki Goa Umbul Tuk tidak mudah. Pengunjung harus menyusuri aliran air yang jernih dengan kedalaman mulai sebatas lutut hingga dada orang dewasa. Di sepanjang lorong tampak stalaktit dan stalagmit yang terbentuk secara alami selama ribuan tahun.

Beberapa bagian goa juga memperlihatkan fosil kayu yang disebut warga telah berusia sangat tua. Selain itu terdapat bebatuan dengan bentuk menyerupai berbagai objek, termasuk batu yang dipercaya menyerupai buaya.

Kondisi lorong yang licin membuat setiap langkah harus dilakukan dengan hati-hati. Beberapa titik memiliki langit-langit rendah sehingga pengunjung harus membungkukkan badan saat melintas.

Warga Ingatkan Pentingnya Menggunakan Pemandu

Pemandu menegaskan bahwa penelusuran Goa Umbul Tuk tidak disarankan dilakukan sendirian. Banyak percabangan lorong, lubang alami, serta sumuran yang tertutup air sehingga berpotensi membahayakan apabila pengunjung tidak memahami jalur.

Selama penelusuran, rombongan beberapa kali harus melewati genangan yang semakin dalam. Di titik tertentu, akses menuju bagian berikutnya bahkan hanya bisa ditempuh dengan berenang.

Baca Juga: Dibalik Keindahan Telaga Rambut Monte Blitar, Tersimpan Legenda Ikan Dewa dan Cerita yang Masih Hidup

 

Lokasi Pertapaan Berada di Bagian Terdalam Goa

Menurut penuturan warga, lokasi yang dipercaya menjadi tempat pertapaan berada di bagian paling dalam goa. Namun rombongan tidak dapat mencapai titik tersebut karena jembatan penghubung menuju lokasi telah putus.

Alternatif menuju area itu hanya dapat dilakukan dengan berenang melewati genangan yang cukup dalam. Karena membawa perlengkapan dokumentasi, penelusuran akhirnya dihentikan sebelum mencapai lokasi yang dimaksud.

Meski demikian, kisah mengenai pertapa yang disebut pernah ditemukan di kawasan tersebut tetap menjadi cerita yang dikenal masyarakat setempat. Dipadukan dengan keindahan lorong bawah tanah, air yang jernih, serta formasi batuan alami, Goa Umbul Tuk menjadi salah satu destinasi yang menyimpan perpaduan antara wisata alam dan cerita rakyat yang terus diwariskan dari generasi ke generasi.

Editor : M. Helmi Nurhisam
Sumber : Petung Sewu
Goa Umbul Tuk Blitar Goa Blitar pertapa Goa Umbul Tuk misteri Goa wisata blitar