Menelusuri Goa Embultuk Blitar, Kisah Pertapa Bertubuh Putih dan Lorong Bawah Tanah yang Menantang

M. Helmi Nurhisam • Dipublikasikan Kamis, 23 Juli 2026 | 19:35 WIB
Goa Embultuk Blitar menawarkan penelusuran lorong bawah tanah yang menantang serta kisah pertapa bertubuh putih yang masih dipercaya warga. (Pinterest)
Goa Embultuk Blitar menawarkan penelusuran lorong bawah tanah yang menantang serta kisah pertapa bertubuh putih yang masih dipercaya warga. (Pinterest)

BLITAR - Goa Embultuk yang berada di Desa Tempak, Kecamatan Kademangan, Kabupaten Blitar, menjadi salah satu destinasi alam yang menyimpan cerita turun-temurun di tengah masyarakat. Selain dikenal memiliki lorong bawah tanah yang panjang, goa ini juga dikaitkan dengan kisah seorang pertapa yang disebut pernah bertahan selama sekitar satu bulan hingga ditemukan dalam kondisi tubuh memutih.

Penelusuran menuju bagian dalam Goa Embultuk dilakukan bersama dua warga setempat yang telah lama mengenal kawasan tersebut. Mereka menjelaskan bahwa jalur di dalam goa cukup ekstrem sehingga pengunjung tidak dianjurkan masuk tanpa didampingi pemandu.

Menurut cerita warga, seseorang pernah datang ke Goa Embultuk dengan tujuan melakukan pertapaan. Setelah sekitar satu bulan berada di dalam goa, orang tersebut ditemukan dalam kondisi tubuh yang berubah menjadi putih pucat. Versi lain yang berkembang di masyarakat menyebut tubuhnya dipenuhi lumut akibat terlalu lama berada di lingkungan goa yang lembap.

Baca Juga: Legenda Lembu Suro dan Asal-usul Gunung Kelud, Kisah Sayembara Majapahit yang Melegenda Hingga Kini

Lorong Goa Dipenuhi Air dan Formasi Batu Alami

Perjalanan menyusuri Goa Embultuk diawali dengan melewati aliran air yang jernih. Kedalaman air terus berubah, mulai sebatas mata kaki hingga mencapai dada orang dewasa. Dasar goa berupa batu kapur yang licin membuat setiap langkah harus dilakukan dengan hati-hati.

Di sepanjang lorong tampak berbagai formasi stalaktit dan stalagmit yang terbentuk secara alami. Warga juga menunjukkan fosil kayu yang diyakini telah berusia sangat tua, serta sejumlah batu dengan bentuk unik yang menyerupai berbagai objek, termasuk buaya.

Semakin jauh memasuki goa, lorong menjadi semakin sempit. Pada beberapa titik, rombongan harus menundukkan badan bahkan merangkak agar dapat melewati celah batu.

Warga Minta Pengunjung Tidak Masuk Sendirian

Pemandu mengingatkan bahwa Goa Embultuk memiliki banyak percabangan lorong dan lubang alami yang tertutup air. Kondisi tersebut membuat penelusuran tanpa pendamping sangat berisiko karena pengunjung dapat tersesat maupun terperosok ke sumuran alami.

Selain itu, kondisi goa yang terus dialiri air membuat bebatuan menjadi licin sehingga membutuhkan kewaspadaan selama perjalanan.

Baca Juga: Dibalik Keindahan Telaga Rambut Monte Blitar, Tersimpan Legenda Ikan Dewa dan Cerita yang Masih Hidup

Lokasi Pertapaan Berada di Ujung Goa

Menurut penjelasan warga, lokasi yang dipercaya sebagai tempat pertapaan berada di bagian paling ujung Goa Embultuk. Namun rombongan tidak dapat mencapai titik tersebut karena jembatan menuju lokasi telah rusak.

Akses menuju bagian terdalam hanya bisa dilakukan dengan berenang melewati genangan air yang cukup dalam. Karena membawa perlengkapan dokumentasi, perjalanan akhirnya dihentikan sebelum mencapai lokasi tersebut.

Meski tidak berhasil menjangkau titik akhir penelusuran, Goa Embultuk tetap menawarkan pengalaman menjelajahi lorong bawah tanah yang masih alami. Dipadukan dengan cerita tentang pertapa yang berkembang di masyarakat, goa ini menjadi salah satu destinasi di Kabupaten Blitar yang memadukan keindahan alam dengan kisah rakyat yang terus diwariskan dari generasi ke generasi.

Editor : M. Helmi Nurhisam
Sumber : Petung Sewu
Goa Embultuk Blitar Goa Embultuk pertapa Goa Embultuk lorong bawah tanah Blitar wisata blitar