BLITAR - Goa Embultuk di Desa Tempak, Kecamatan Kademangan, Kabupaten Blitar, menyimpan pesona alam bawah tanah yang masih alami sekaligus cerita rakyat yang terus diwariskan dari generasi ke generasi. Salah satu kisah yang paling dikenal warga adalah tentang seorang pertapa yang disebut pernah bertahan selama sekitar satu bulan hingga ditemukan dalam kondisi tubuh memutih.
Penelusuran menuju bagian dalam goa harus didampingi warga setempat yang memahami medan. Jalur yang dilalui cukup ekstrem karena dipenuhi genangan air, bebatuan kapur yang licin, serta lorong sempit dengan banyak percabangan.
Menurut penuturan pemandu, sosok pertapa tersebut datang dengan tujuan melakukan ritual pertapaan di bagian terdalam Goa Embultuk. Setelah beberapa waktu berada di dalam goa, ia ditemukan dalam kondisi tubuh berubah menjadi putih pucat. Sementara versi lain menyebut tubuhnya dipenuhi lumut akibat terlalu lama berada di kawasan yang lembap.
Baca Juga: Legenda Lembu Suro dan Asal-usul Gunung Kelud, Kisah Sayembara Majapahit yang Melegenda Hingga Kini
Penelusuran Goa Penuh Tantangan
Memasuki Goa Embultuk, pengunjung harus berjalan menyusuri aliran sungai bawah tanah dengan air yang jernih. Kedalamannya bervariasi, mulai sebatas lutut hingga mencapai dada orang dewasa di beberapa titik.
Di sepanjang perjalanan tampak stalaktit dan stalagmit yang terbentuk secara alami. Warga juga menunjukkan fosil kayu yang dipercaya telah berusia sangat tua, serta sejumlah batu unik yang menyerupai bentuk buaya.
Semakin jauh ke dalam, lorong goa semakin sempit sehingga rombongan harus membungkukkan badan bahkan merangkak untuk melewati beberapa bagian.
Banyak Lubang Alami dan Jalur Berbahaya
Pemandu mengingatkan bahwa Goa Embultuk memiliki banyak lubang alami dan sumuran yang tertutup air. Kondisi tersebut membuat pengunjung tidak disarankan menjelajah tanpa pendamping karena berisiko tersesat maupun terjatuh.
Selain itu, batu kapur yang terus dialiri air membuat permukaannya sangat licin. Pengunjung juga harus memperhatikan setiap langkah karena terdapat bagian dengan kedalaman yang sulit diperkirakan.
Titik Pertapaan Berada di Ujung Goa
Menurut warga, lokasi yang dipercaya sebagai tempat pertapaan berada di bagian paling ujung Goa Embultuk. Namun akses menuju lokasi tersebut kini tidak dapat dilalui karena jembatan penghubung telah putus.
Untuk mencapai titik akhir, pengunjung harus berenang melewati genangan air yang cukup dalam. Karena membawa perlengkapan dokumentasi, penelusuran akhirnya dihentikan sebelum mencapai lokasi tersebut.
Meski demikian, Goa Embultuk tetap menjadi salah satu destinasi alam yang menarik di Kabupaten Blitar. Keindahan lorong bawah tanah, aliran sungai yang jernih, serta cerita pertapa yang masih dipercaya sebagian masyarakat menjadikan goa ini memiliki daya tarik tersendiri bagi pecinta wisata alam maupun penelusuran sejarah dan budaya lokal.
Editor : M. Helmi NurhisamSumber : Petung Sewu