Sanggar Patrialoka Blitar Raih 5 Penampil Terbaik di Festival Garudeya Mahambara Lewat Dramatari Sang Garuda

Fajar Rahmad Ali Wardana • Dipublikasikan Jumat, 24 Juli 2026 | 09:52 WIB
Prestasi membanggakan kembali diukir oleh dunia seni pertunjukan Kota Blitar. Adalah Sanggar Patrialoka yang kembali sukses menguncang panggung Gedung Cak Durasim, Surabaya, dalam pergelaran Festival Garudeya Mahambara pada Rabu (22/7).
Prestasi membanggakan kembali diukir oleh dunia seni pertunjukan Kota Blitar. Adalah Sanggar Patrialoka yang kembali sukses menguncang panggung Gedung Cak Durasim, Surabaya, dalam pergelaran Festival Garudeya Mahambara pada Rabu (22/7).

BLITAR KAWENTAR – Sanggar Patrialoka Blitar kembali mengharumkan nama Kota Blitar di tingkat provinsi. Sanggar seni yang bermarkas di Kelurahan Pakunden tersebut berhasil meraih penghargaan sebagai lima penampil terbaik dalam ajang Festival Garudeya Mahambara yang digelar di Gedung Cak Durasim, Surabaya.

Prestasi tersebut diraih berkat penampilan dramatari berjudul Sang Garuda, sebuah karya yang mengangkat kisah heroik asal-usul Garuda sebagai lambang negara Indonesia. Penampilan yang memadukan tari, musik, teater, dan tata panggung tersebut berhasil memukau dewan juri maupun para penonton yang hadir.

Keberhasilan ini menjadi kebanggaan tersendiri bagi dunia seni pertunjukan Kota Blitar. Sanggar Patrialoka kembali membuktikan konsistensinya dalam mencetak seniman muda berprestasi sekaligus membawa nama daerah bersaing di ajang bergengsi tingkat Jawa Timur.

Baca Juga: Sego Sambel Mbok Genuk Blitar Jadi Buruan Pecinta Kuliner Pedas, Sajikan Cita Rasa Masakan Simbok dengan Harga Mulai Rp10 Ribu

Dalam Festival Garudeya Mahambara, Sanggar Patrialoka menampilkan dramatari berdurasi sekitar 30 menit berjudul Sang Garuda. Pertunjukan tersebut terinspirasi dari gagasan Presiden pertama RI, Ir. Soekarno, ketika menggali filosofi dan nilai-nilai yang kemudian melahirkan lambang negara Garuda Pancasila.

Cerita yang disajikan mengisahkan perjuangan Garuda membebaskan ibunya, Dewi Winata, dari perbudakan akibat tipu daya Dewi Kadru. Demi memperoleh Tirta Amerta sebagai syarat pembebasan sang ibu, Garuda harus melewati berbagai rintangan hingga akhirnya berhasil meraih kemenangan berkat bantuan Dewa Wisnu.

Kisah tersebut dikemas secara modern dengan koreografi yang dinamis, tata musik yang kuat, serta alur dramatik yang mampu menarik perhatian penonton sejak awal hingga akhir pertunjukan.

Baca Juga: Goa Embultuk Blitar Simpan Kisah Pertapa Sebulan, Lorong Bawah Tanahnya Penuh Tantangan

Kesuksesan pertunjukan tidak lepas dari kolaborasi para seniman muda di balik layar. Galih Rohibinur bertindak sebagai sutradara, Albet Yonatan sebagai penata koreografi, sementara Maftuh Alvin dipercaya sebagai penata musik.

Seluruh pemeran merupakan seniman muda yang tergabung dalam Sanggar Patrialoka Blitar. Kekompakan mereka menghadirkan pertunjukan yang tidak hanya menghibur, tetapi juga sarat pesan sejarah dan nilai kebangsaan.

Ketua Sanggar Patrialoka Blitar, Erwien Yohanes, mengaku bersyukur atas penghargaan yang berhasil diraih. Menurutnya, pencapaian tersebut merupakan hasil dari proses latihan yang panjang, kerja keras, serta dedikasi seluruh tim yang terlibat dalam pementasan.

Ia juga menegaskan bahwa tujuan utama keikutsertaan Sanggar Patrialoka bukan semata mengejar prestasi, melainkan memperkenalkan kembali sejarah lahirnya Garuda sebagai lambang negara kepada generasi muda melalui media seni pertunjukan.

Baca Juga: Goa Embultuk Blitar Simpan Kisah Pertapa Sebulan, Lorong Bawah Tanahnya Penuh Tantangan

Selain meraih penghargaan, penampilan Sanggar Patrialoka membawa misi edukasi agar masyarakat, khususnya generasi muda, semakin mengenal sejarah bangsa. Melalui pertunjukan dramatari, nilai-nilai nasionalisme dan kecintaan terhadap budaya Indonesia dikemas dengan cara yang lebih menarik dan mudah dipahami.

Keberhasilan ini diharapkan menjadi motivasi bagi komunitas seni lainnya di Kota Blitar untuk terus berkarya dan berprestasi di berbagai ajang. Di sisi lain, capaian tersebut membuktikan bahwa seni pertunjukan daerah mampu bersaing sekaligus menjadi media efektif dalam menyampaikan pesan sejarah dan kebangsaan.

Dengan masuk sebagai salah satu dari lima penampil terbaik Festival Garudeya Mahambara, Sanggar Patrialoka kembali menegaskan eksistensinya sebagai salah satu sanggar seni yang konsisten melahirkan karya berkualitas sekaligus mengharumkan nama Kota Blitar di tingkat provinsi. (jar/c1/ady)

Editor : Azahra Meilisani Salma
Sanggar Patrialoka Blitar Festival Garudeya Mahambara Sang Garuda Seni Budaya Blitar Garuda Pancasila