BLITAR KAWENTAR – Dinas Pendidikan (Dispendik) Kota Blitar terus mengevaluasi penurunan jumlah peserta didik baru di sejumlah sekolah dasar (SD) negeri. Fenomena ini menjadi perhatian setelah ada sekolah yang hanya menerima lima murid baru selama dua tahun berturut-turut.
Kondisi tersebut tidak hanya terjadi di satu sekolah. Dispendik mencatat penurunan minat masyarakat terhadap beberapa SD negeri, khususnya yang berada di wilayah Sukorejo.
Berbagai faktor dinilai memengaruhi kondisi tersebut, mulai dari perubahan preferensi orang tua hingga kondisi lingkungan sekolah.
Sekretaris Dispendik Kota Blitar Iwan Nurdiyanto mengatakan, tren penurunan jumlah siswa baru sudah berlangsung selama dua hingga tiga tahun terakhir.
Karena itu, pihaknya menjadikan persoalan tersebut sebagai bahan evaluasi agar kualitas layanan pendidikan di sekolah negeri tetap diminati masyarakat.
Perubahan Pilihan Orang Tua
Menurut Iwan, salah satu faktor yang memengaruhi minimnya jumlah murid baru adalah bergesernya pilihan masyarakat terhadap sekolah berbasis keagamaan. Banyak orang tua kini lebih mempertimbangkan sekolah yang memiliki porsi pendidikan agama lebih besar.
Selain itu, lokasi beberapa sekolah yang berada di kawasan Pasar Legi juga menjadi salah satu pertimbangan masyarakat ketika memilih sekolah untuk anak-anaknya.
Meski demikian, Dispendik menilai kondisi tersebut tidak berkaitan dengan kualitas tenaga pendidik di sekolah negeri. Seluruh guru yang bertugas telah ditempatkan secara merata agar kualitas pembelajaran tetap terjaga di setiap sekolah.
"Kami melihat memang ada kecenderungan orang tua memilih sekolah dengan pendidikan agama yang lebih banyak. Itu menjadi salah satu faktor yang kami evaluasi," jelasnya.
Tingkatkan Sarana dan Pemerataan Guru
Sebagai langkah untuk meningkatkan daya tarik sekolah negeri, Dispendik terus melakukan pemerataan tenaga pendidik di seluruh SD negeri di Kota Blitar.
Tidak hanya itu, peningkatan sarana dan prasarana juga menjadi fokus agar lingkungan belajar semakin nyaman.
Perbaikan fasilitas dilakukan secara bertahap melalui renovasi sejumlah sekolah. Harapannya, kualitas layanan pendidikan semakin baik sehingga mampu menarik minat masyarakat untuk kembali memilih sekolah negeri.
Menurut Dispendik, peningkatan mutu pendidikan tidak hanya diukur dari jumlah siswa, tetapi juga kualitas proses belajar mengajar yang diterima peserta didik.
"Kami sudah melakukan pemerataan guru dan memperbaiki sarana prasarana. Upaya itu akan terus dilakukan agar sekolah negeri semakin diminati," ujar Iwan.
Belum Ada Rencana Merger Sekolah
Meski terdapat sekolah dengan jumlah murid sangat sedikit, Pemerintah Kota Blitar memastikan belum memiliki rencana melakukan penggabungan atau merger sekolah.
Baca Juga: Polemik KDMP Tlogo Diluruskan, Pemdes Tegaskan Tak Ada Penggusuran Fasilitas Sekolah
Keberadaan sekolah tetap dipertahankan agar anak-anak yang tinggal di sekitar lingkungan tersebut tetap memiliki akses pendidikan yang mudah dijangkau.
Dispendik menilai penutupan sekolah justru berpotensi menambah jarak tempuh siswa menuju sekolah lain. Kondisi itu dikhawatirkan dapat meningkatkan risiko anak putus sekolah apabila akses pendidikan semakin jauh.
Karena itu, pemerintah memilih tetap mempertahankan operasional sekolah sambil terus menyusun strategi untuk meningkatkan jumlah peserta didik baru pada tahun-tahun mendatang.
Evaluasi Jadi Dasar Penyusunan Strategi
Dispendik Kota Blitar menegaskan evaluasi terhadap penurunan jumlah siswa akan terus dilakukan. Hasil evaluasi tersebut akan menjadi dasar dalam menyusun berbagai program peningkatan mutu layanan pendidikan sekaligus memperkuat daya saing sekolah negeri.
Selain pembenahan fasilitas dan pemerataan guru, berbagai inovasi juga akan dipertimbangkan agar sekolah negeri mampu menjawab kebutuhan masyarakat yang terus berkembang.
Dengan langkah tersebut, pemerintah berharap kepercayaan masyarakat terhadap sekolah negeri dapat kembali meningkat sehingga jumlah murid baru pada tahun ajaran berikutnya ikut bertambah.m
Editor : Aprillita Saskia Azzahrah Putri Kurniawan