Pasien ODJG di Kota Blitar Terbanyak ada di Kecamatan Sananwetan, Dinkes Ungkap Faktanya

Noormalady Usman • Dipublikasikan Minggu, 26 Juli 2026 | 13:19 WIB
Ilustrasi ODGJ.
Ilustrasi ODGJ.

BLITAR KAWENTAR - Kecamatan Sananwetan menjadi wilayah dengan jumlah orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) berat terbanyak di Kota Blitar. Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Blitar mencatat 264 pasien ODGJ berat mendapatkan pelayanan sepanjang Januari hingga Juni 2026.

Kepala Bidang (Kabid) Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Kota Blitar, Silvia Dewi Kusumawati mengatakan, dari total 246 pasien, 103 pasien berasal dari Kecamatan Sananwetan. Rinciannya terdiri atas 58 laki-laki dan 45 perempuan. Sementara Kecamatan Sukorejo tercatat 84 kasus, sedangkan Kecamatan Kepanjenkidul 77 kasus.

“Data tersebut merupakan pasien ODGJ berat yang mendapatkan pelayanan kesehatan selama Januari hingga Juni tahun ini,” ujarnya.

Baca Juga: Pemkot Blitar Masih Tunggu Juknis Penyaluran Bantuan Sosial Lewat Koperasi Merah Putih

Silvia menjelaskan, seluruh pasien tetap mendapatkan pendampingan secara berkala. Dinkes menggandeng dokter spesialis kejiwaan dari Rumah Sakit Jiwa Lawang, Malang, untuk memberikan pelayanan di Kota Blitar.

“Kegiatan pembinaan kami laksanakan minimal dua bulan sekali dengan menghadirkan dokter spesialis kejiwaan. Lokasinya bergilir di tiga puskesmas sehingga pasien lebih mudah mengakses layanan,” katanya.

Selain pembinaan, pasien juga rutin menjalani konsultasi melalui poli jiwa di puskesmas. Apabila memerlukan penanganan lanjutan, pasien akan dirujuk ke rumah sakit yang memiliki layanan spesialis kesehatan jiwa (SPKJ).

Baca Juga: 5 Rekomendasi Laptop Kuliah 2026 untuk Office, Mulai Rp6 Jutaan hingga MacBook, Mana yang Paling Worth It?

“Kalau membutuhkan pelayanan lebih lanjut, pasien kami rujuk ke rumah sakit yang memiliki layanan SPKJ. Saat ini layanan BPJS untuk SPKJ di Kota Blitar tersedia di dua rumah sakit,” jelas Silvia.

Dia menegaskan, penanganan ODGJ tidak hanya mengandalkan pengobatan, tetapi juga membutuhkan dukungan keluarga agar pasien tetap rutin menjalani terapi.

“Peran keluarga sangat penting untuk memastikan pasien tetap minum obat, kontrol sesuai jadwal, dan tidak putus pengobatan. Dengan begitu kondisi pasien dapat lebih stabil,” pungkasnya.(bud/c1/ady)

Editor : M. Subchan Abdullah
pasien ODGJ layanan spesialis kesehatan jiwa Rumah Sakit Jiwa Lawang pelayanan dinkes kota blitar