Kontes Sapi Blitar Bangkit Lagi, Jadi Ajang Dongkrak Nilai Jual Ternak Usai PMK

Fajar Rahmad Ali Wardana • Dipublikasikan Senin, 27 Juli 2026 | 10:30 WIB
LAMA VAKUM: Salah satu peserta kontes sapi yang bersiap untuk unjuk gigi di PHT Wlingi, senin (27/7).
LAMA VAKUM: Salah satu peserta kontes sapi yang bersiap untuk unjuk gigi di PHT Wlingi, senin (27/7).

BLITAR KAWENTAR – Kontes sapi Blitar kembali digelar setelah sempat vakum akibat wabah penyakit mulut dan kuku (PMK). Ajang yang berlangsung di Pasar Hewan Terpadu (PHT) Wlingi itu menjadi momentum kebangkitan sektor peternakan sekaligus upaya mendongkrak nilai jual ternak di pasaran.

Kontes sapi Blitar yang diinisiasi Perhimpunan Peternak Sapi Blitar (PSBB) bersama Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakkan) Kabupaten Blitar mendapat sambutan luar biasa. Lebih dari 200 ekor sapi unggulan dari berbagai daerah di Jawa Timur hingga Jawa Tengah ikut ambil bagian dalam sembilan kategori perlombaan.

Kembalinya kontes sapi Blitar menjadi angin segar bagi para peternak. Selain menjadi ajang kompetisi, kegiatan tersebut juga menjadi sarana bertukar pengalaman, meningkatkan mutu genetik ternak, hingga memperluas jaringan usaha di kalangan peternak.

Baca Juga: Kebakaran Rumah di Klampok Diduga Dipicu Tungku Perebus Lontong, Gas Melon Ikut Meledak

Kepala Disnakkan Kabupaten Blitar Heri Widyatmoko mengatakan, melandainya kasus PMK menjadi alasan utama digelarnya kembali kontes yang sempat terhenti beberapa tahun terakhir.

Menurutnya, kegiatan tersebut bukan hanya perlombaan mencari sapi terbaik, tetapi juga menjadi ajang silaturahmi serta konsultasi mengenai pengembangan kualitas ternak. Kontes juga diharapkan mampu menjadi tolok ukur kualitas sekaligus meningkatkan nilai ekonomi sapi yang dipelihara para peternak.

Ia menilai kepercayaan diri peternak mulai pulih seiring membaiknya kondisi kesehatan hewan ternak. Karena itu, kegiatan seperti ini dinilai penting untuk membangkitkan kembali gairah usaha peternakan di Kabupaten Blitar.

Baca Juga: Pembatasan Akses Bendungan Lahor Ancam Ekonomi Warga, Pemkab Blitar Dorong Solusi Terbaik

Kabid Pengembangan dan Budidaya Peternakan Disnakkan Kabupaten Blitar Andy Mulya menjelaskan, selama dua hari pelaksanaan, peserta bersaing dalam sembilan kelas yang diperlombakan. Mulai kelas pedet jantan dan betina, calon induk, kelas P0 hingga P3, sampai kelas ekstrem.

Menariknya, seluruh penyelenggaraan kontes dilakukan tanpa menggunakan dana APBD. Kegiatan murni merupakan inisiatif para pelaku usaha peternakan yang mendapat dukungan sponsor.

Menurut Andy, antusiasme peserta sangat tinggi. Jumlah pendaftar bahkan menembus lebih dari 200 peserta. Hal itu menunjukkan semangat peternak untuk kembali mengembangkan usaha setelah sempat terpukul akibat PMK.

Baca Juga: ASN Dilarang Live TikTok saat Jam Kerja, BKPSDM Kota Blitar Keluarkan Imbauan Tegas demi Jaga Profesionalisme

Persaingan semakin menarik dengan hadirnya sapi-sapi unggulan dari luar daerah. Salah satunya milik Henki Suhardono dari Nirwana Farm, Wates, Kabupaten Kediri.

Henki membawa sapi jenis Simmental berusia 31 bulan yang memiliki bobot lebih dari 1.008 kilogram. Saat penimbangan resmi, bobot sapi tersebut diperkirakan masih bertambah hingga sekitar 1.048 kilogram.

Keunggulan sapi itu tidak hanya terletak pada ukuran tubuhnya, tetapi juga pola pemeliharaannya. Henki mengaku tidak menggunakan konsentrat pabrikan. Sapi dipelihara dengan pakan alami berupa rumput hijau segar yang dipadukan dengan ubi atau ketela.

Ia berharap penampilannya pada kontes sapi Blitar mampu membawa pulang gelar juara sekaligus meningkatkan nilai jual ternaknya di pasaran.

Baca Juga: Lapas Blitar Perketat Tes Urine Napi Usai Gagalkan Penyelundupan 920 Pil Koplo

Penyelenggaraan kontes sapi tidak hanya menjadi ajang adu kualitas ternak, tetapi juga memberikan dampak ekonomi bagi para peternak. Prestasi yang diraih dalam kompetisi diyakini mampu meningkatkan kepercayaan pembeli terhadap kualitas sapi sehingga harga jual ikut terdongkrak.

Selain itu, kegiatan tersebut menjadi wadah promosi bagi peternak untuk memperkenalkan hasil budidayanya kepada masyarakat maupun calon pembeli dari berbagai daerah.

Dengan tingginya antusiasme peserta dan mulai pulihnya kondisi sektor peternakan pasca-PMK, kontes sapi Blitar diharapkan dapat kembali menjadi agenda rutin yang mampu meningkatkan kualitas ternak sekaligus memperkuat daya saing peternak lokal di tingkat regional maupun nasional. (jar/c1/sub)

Editor : Azahra Meilisani Salma
kontes sapi blitar pasar hewan terpadu wlingi pmk peternak sapi disnakkan kabupaten blitar