ABDI NEGARA: ASN di lingkungan Pemkot Blitar akan ditata ulang untuk mengisi posisi jabatan lowong seiring lelang jabatan 6 JPT.
BLITAR KAWENTAR – Pemerintah Kota (Pemkot) Blitar masih menunggu terbitnya pertimbangan teknis (pertek) dari Badan Kepegawaian Negara (BKN) sebagai tahapan lanjutan seleksi terbuka enam Jabatan Pimpinan Tinggi (JPT) Pratama.
Sembari menanti proses tersebut, pemkot mulai menyiapkan skema mutasi ASN secara berjenjang agar seluruh posisi yang nantinya kosong dapat segera terisi.
Pengisian jabatan tidak hanya berhenti pada enam kursi kepala organisasi perangkat daerah (OPD), tetapi juga akan berdampak pada posisi di bawahnya sehingga diperlukan penataan pegawai secara menyeluruh.
Baca Juga: Kontes Sapi Blitar Bangkit Lagi, Jadi Ajang Dongkrak Nilai Jual Ternak Usai PMK
Kabid Mutasi, Promosi, dan Pengembangan Kompetensi BKPSDM Kota Blitar Andy Setiawan menjelaskan, penerbitan pertek oleh BKN dilakukan secara bertahap karena banyaknya usulan dari pemerintah daerah di seluruh Indonesia.
Menurutnya, BKN memiliki keterbatasan jumlah auditor sehingga proses administrasi dilakukan secara bergelombang. Karena itu, pihaknya belum bisa memastikan kapan seluruh pertek akan selesai diterbitkan.
Meski demikian, proses administrasi terus berjalan baik di tingkat BKN maupun internal Pemkot Blitar sebagai persiapan memasuki tahap pelantikan pejabat terpilih.
Andy mengatakan, pengisian enam jabatan pimpinan tinggi akan memunculkan efek berantai terhadap jabatan lain.
Sebagai contoh, apabila seorang sekretaris dinas terpilih menjadi kepala dinas melalui seleksi terbuka, maka posisi sekretaris yang ditinggalkan harus segera diisi oleh pejabat di bawahnya.
Proses serupa akan terus berlangsung hingga ke tingkat staf agar pelayanan pemerintahan tidak terganggu.
Karena itu, Pemkot Blitar harus menyiapkan mekanisme mutasi dan promosi secara matang sehingga seluruh jabatan yang kosong dapat segera terisi setelah pelantikan pejabat baru.
Saat ini terdapat enam posisi kepala OPD yang sedang diproses melalui seleksi terbuka.
Posisi tersebut meliputi Kepala BKPSDM, Kepala DPMPTSP, Sekretaris DPRD, Kepala Disperkim, Kepala Disbudpar, serta Kepala Dispora.
Baca Juga: Veddriq Leonardo Sabet Emas Speed World Cup Salt Lake City, Catat Waktu 4,95 Detik di Final
Dari seluruh tahapan seleksi, masing-masing jabatan kini telah mengerucut menjadi tiga kandidat terbaik.
Berkas hasil seleksi telah diajukan untuk proses administrasi lanjutan di BKN sebelum nantinya ditetapkan satu nama definitif oleh Wali Kota Blitar selaku Pejabat Pembina Kepegawaian (PPK).
Selain enam jabatan yang sedang berproses, Pemkot Blitar juga masih memiliki tiga posisi strategis yang saat ini dijabat oleh pelaksana tugas maupun penjabat.
Baca Juga: Cara Kerja Pesawat Siluman Terungkap, Ini Rahasia Stealth Aircraft Sulit Terdeteksi Radar Musuh
Ketiga posisi tersebut meliputi jabatan Sekretaris Daerah yang sementara diisi Penjabat Tri Iman Prasetyono, Kepala Dinas Kesehatan yang dijabat Pelaksana Tugas Dissie Laksnomowati Arlini, serta Direktur RSUD Mardi Waluyo yang saat ini dijabat Pelaksana Tugas Bernard Theodore Ratulangi.
Keberadaan sejumlah jabatan yang masih kosong membuat penataan organisasi menjadi salah satu pekerjaan rumah penting bagi Pemkot Blitar.
Pemerintah berharap seluruh proses administrasi di tingkat pusat dapat segera selesai sehingga pelantikan pejabat definitif dapat dilakukan dan pelayanan publik tetap berjalan optimal.
Dengan selesainya proses seleksi dan mutasi berjenjang nanti, struktur organisasi di lingkungan Pemkot Blitar diharapkan menjadi lebih stabil serta mampu mendukung peningkatan kinerja birokrasi dan pelayanan kepada masyarakat. (mg1/c1/ady)
Editor : Ratna Anggi Puspita Sari