BLITAR KAWENTAR – Kunjungan wisata Kota Blitar terus menunjukkan tren positif sepanjang semester I 2026.
Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Blitar mencatat sebanyak 1.606.358 wisatawan datang ke berbagai destinasi wisata selama Januari hingga Juni 2026.
Dari jumlah tersebut, Makam Bung Karno (MBK) masih menjadi tujuan wisata paling diminati dengan total kunjungan mencapai sekitar 1 juta wisatawan.
Capaian itu menjadikan kawasan wisata sejarah tersebut sebagai penyumbang terbesar kunjungan wisata di Kota Blitar.
Plt Kepala Disbudpar Kota Blitar Rike Rochmawati mengatakan, jumlah kunjungan wisatawan mengalami peningkatan pada triwulan II dibanding triwulan I.
Pada triwulan I, jumlah wisatawan tercatat sebanyak 721.582 orang. Sementara pada periode April hingga Juni meningkat menjadi 884.776 wisatawan.
Peningkatan tersebut menunjukkan minat masyarakat untuk berwisata ke Kota Blitar terus bertambah seiring membaiknya sektor pariwisata
Menurut Rike, kunjungan wisatawan tidak hanya terpusat di Makam Bung Karno, tetapi juga tersebar di sekitar 20 destinasi wisata yang ada di Kota Blitar.
Beberapa di antaranya ialah Istana Gebang, Masjid Ar-Rahman, Kebon Rojo, hingga berbagai objek wisata sejarah, religi, dan rekreasi lainnya.
Setiap harinya, rata-rata terdapat sekitar 8.000 hingga 9.000 wisatawan yang berkunjung ke Kota Blitar.
Angka tersebut menunjukkan bahwa sektor pariwisata masih menjadi salah satu penggerak ekonomi daerah.
Disbudpar menilai meningkatnya jumlah wisatawan tidak terlepas dari semakin masifnya promosi melalui berbagai platform digital.
Baca Juga: Kontes Sapi Blitar Bangkit Lagi, Jadi Ajang Dongkrak Nilai Jual Ternak Usai PMK
Kemudahan memperoleh informasi mengenai destinasi wisata membuat masyarakat lebih mudah merencanakan perjalanan ke Kota Blitar.
Selain itu, pertumbuhan sektor kuliner juga dinilai menjadi daya tarik tambahan. Kehadiran restoran, depot, warung makan, hingga kafe memberikan lebih banyak pilihan bagi wisatawan selama berada di Kota Blitar.
Meski jumlah kunjungan terus meningkat, Disbudpar masih memiliki target untuk memperpanjang lama tinggal wisatawan di Kota Blitar.
Baca Juga: Kebakaran Rumah di Klampok Diduga Dipicu Tungku Perebus Lontong, Gas Melon Ikut Meledak
Salah satu strategi yang disiapkan adalah membangun sinergi dengan Pemerintah Kabupaten Blitar melalui paket wisata terpadu.
Konsep tersebut akan menggabungkan wisata sejarah, religi, hingga edukasi sehingga wisatawan memiliki lebih banyak pilihan destinasi dalam satu perjalanan.
Dengan meningkatnya durasi kunjungan, pemerintah berharap dampak ekonomi dapat dirasakan lebih luas oleh pelaku usaha pariwisata, UMKM, perhotelan, restoran, hingga sektor ekonomi kreatif di wilayah Blitar Raya.
Baca Juga: Pembatasan Akses Bendungan Lahor Ancam Ekonomi Warga, Pemkab Blitar Dorong Solusi Terbaik
Pemerintah optimistis tren positif sektor pariwisata akan terus berlanjut apabila promosi, pengembangan destinasi, serta kolaborasi antardaerah terus diperkuat.
Selain meningkatkan jumlah wisatawan, strategi tersebut juga diharapkan mampu memperbesar perputaran ekonomi lokal dan memperkuat posisi Kota Blitar sebagai salah satu destinasi wisata sejarah unggulan di Jawa Timur. (bud/c1/ady)
Editor : Ratna Anggi Puspita Sari