Melalui pengembangan LeleGrow, SMKN 1 Kademangan tidak hanya mengajarkan keterampilan teknis kepada peserta didik, tetapi juga membangun jiwa kewirausahaan berbasis lingkungan atau green entrepreneurship. Seluruh proses produksi dilakukan secara langsung oleh siswa, mulai dari pengolahan limbah hingga pemasaran produk, sehingga mereka memperoleh pengalaman nyata yang selaras dengan kebutuhan dunia usaha dan industri.
Inovasi pupuk organik cair LeleGrow dikembangkan di SMKN 1 Kademangan yang berlokasi di Jalan Sadewo Nomor 1, Desa Kademangan, Kecamatan Kademangan, Kabupaten Blitar. Produk ini memanfaatkan limbah hasil budidaya dan pengolahan ikan lele yang sebelumnya belum memiliki nilai ekonomi menjadi pupuk organik berkualitas melalui proses fermentasi.
Baca Juga: Samsung Galaxy Z Trifold Bikin Geger, HP Lipat Tiga dengan DeX dan Layar 10 Inci Siap Tantang Huawei
Guru Produktif Perikanan SMKN 1 Kademangan, Ida Agus Setyani, menjelaskan bahwa LeleGrow lahir sebagai bagian dari implementasi pembelajaran berbasis teaching factory. Konsep ini mengintegrasikan proses belajar di sekolah dengan praktik yang menyerupai dunia kerja sehingga siswa tidak hanya memahami teori, tetapi juga mampu menghasilkan produk yang siap dipasarkan.
Dalam prosesnya, peserta didik terlibat secara langsung mulai dari pengumpulan bahan baku, pencacahan limbah ikan lele, pencampuran dengan aktivator mikroorganisme, proses fermentasi, penyaringan, hingga pengemasan menggunakan botol yang ramah lingkungan. Tahapan tersebut dirancang agar siswa memahami seluruh rantai produksi secara menyeluruh.
Menurut Ida Agus Setyani, limbah ikan lele ternyata masih mengandung berbagai unsur hara penting seperti nitrogen, fosfor, kalium, dan asam amino yang sangat dibutuhkan tanaman. Melalui proses fermentasi, kandungan tersebut dapat dimanfaatkan menjadi pupuk organik cair yang bermanfaat sekaligus mengurangi pencemaran lingkungan akibat limbah perikanan.
Baca Juga: Review Vivo X300 Pro: Dipakai 7 Bulan, Ini Alasan HP Kamera Flagship Ini Masih Sulit Dikalahkan
Produk LeleGrow tidak hanya berhenti pada tahap pengembangan di laboratorium sekolah. Pupuk organik cair tersebut telah diuji coba di lingkungan SMKN 1 Kademangan maupun pada lahan pertanian milik mitra sekolah. Hasil uji coba menunjukkan bahwa LeleGrow mampu membantu pertumbuhan tanaman dengan hasil yang cukup baik.
Untuk menjaga kualitas produk, sekolah juga telah menyusun standar operasional prosedur (SOP) produksi. SOP tersebut diterapkan pada setiap tahapan pengolahan agar mutu pupuk tetap terjaga serta proses produksi berlangsung aman dan konsisten.
Keberadaan SOP sekaligus menjadi bekal penting bagi siswa dalam memahami standar produksi yang diterapkan di dunia industri. Dengan demikian, lulusan tidak hanya memiliki keterampilan teknis, tetapi juga memahami pentingnya menjaga kualitas produk yang dihasilkan.
Melalui inovasi LeleGrow, SMKN 1 Kademangan ingin membuktikan bahwa limbah perikanan tidak harus berakhir menjadi pencemar lingkungan. Sebaliknya, limbah tersebut dapat diolah menjadi produk bernilai tambah yang memiliki peluang pasar sekaligus memberikan manfaat bagi sektor pertanian.
Program ini juga menjadi media pembelajaran kewirausahaan hijau bagi peserta didik. Selain belajar memproduksi pupuk organik cair, siswa turut mempelajari strategi pengemasan dan pemasaran sehingga memperoleh pengalaman berwirausaha sejak masih berada di bangku sekolah.
SMKN 1 Kademangan berharap inovasi LeleGrow dapat menjadi contoh penerapan pendidikan vokasi yang inovatif, produktif, dan berkelanjutan. Melalui pendekatan tersebut, sekolah berupaya mencetak generasi muda yang memiliki kepedulian terhadap lingkungan sekaligus siap menjadi wirausaha di bidang pertanian maupun perikanan.
Editor : Carissa Emrys Fawnia