Luas Tanam Jagung Pembenihan di Kabupaten Blitar Tembus 4.173 Hektare, Kurangi Ketergantungan Benih dari Luar Daerah

Akhmad Nur Khoiri • Dipublikasikan Selasa, 28 Juli 2026 | 14:00 WIB
Petani merawat jagung pembenihan di Kabupaten Blitar untuk memperkuat ketersediaan benih lokal.
Petani merawat jagung pembenihan di Kabupaten Blitar untuk memperkuat ketersediaan benih lokal.

BLITAR KAWENTAR – Upaya memperkuat kemandirian benih jagung di Kabupaten Blitar terus menunjukkan hasil positif. Hingga Mei 2026, luas tanam jagung pembenihan di Kabupaten Blitar telah mencapai 4.173 hektare. Capaian tersebut menjadi langkah strategis untuk mengurangi ketergantungan petani terhadap pasokan benih dari luar daerah sekaligus menjaga keberlanjutan produksi pertanian.

Data Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Blitar mencatat, dari total luas tanam tersebut, sebanyak 581 hektare telah dipanen dengan total produksi mencapai 3.767 ton jagung gelondong. Rata-rata produktivitas jagung pembenihan mencapai 6,48 ton gelondong per hektare.

Pengembangan jagung pembenihan menjadi salah satu fokus pemerintah daerah karena keberadaan benih berkualitas merupakan faktor penting dalam menjaga produktivitas tanaman. Selain memenuhi kebutuhan petani lokal, langkah ini juga mendukung ketahanan pangan dan sektor peternakan yang membutuhkan pasokan jagung secara berkelanjutan.

Baca Juga: KAINRATU Kembangkan Tenun Troso hingga Tembus Pasar Global Berkat Pemberdayaan Rumah BUMN BRI

Kepala Bidang Sarana Tanaman Pangan dan Hortikultura DKPP Kabupaten Blitar, Siswoyo Adi Prasetyo, mengatakan pengembangan jagung pembenihan menjadi fondasi penting dalam membangun kemandirian sektor pertanian di Kabupaten Blitar.

Menurutnya, keberhasilan pengembangan jagung pembenihan hingga lebih dari 4,1 ribu hektare merupakan tonggak penting dalam menjaga kesinambungan rantai pasok pertanian dari hulu hingga hilir.

"Dengan ketersediaan benih lokal yang tangguh dan produktivitas jagung konsumsi yang hampir menyentuh 10 ton per hektare, kita dapat memastikan rantai pasok pertanian tetap terjaga," ujarnya.

Baca Juga: Transformasi Digital BRI Pacu Pertumbuhan Bisnis Merchant dan Transaksi QRIS di Masyarakat

Selain sektor pembenihan, produksi jagung konsumsi di Kabupaten Blitar juga menunjukkan performa yang menggembirakan. Pada periode Januari hingga Mei 2026, produksi jagung konsumsi mencapai 172.274 ton gelondong.

Jumlah tersebut dihasilkan dari luas panen 17.591 hektare dengan produktivitas rata-rata mencapai 9,79 ton gelondong per hektare. Angka tersebut menunjukkan bahwa Kabupaten Blitar masih menjadi salah satu daerah dengan produktivitas jagung yang cukup tinggi.

Produksi yang stabil dinilai menjadi modal penting dalam menjaga ketersediaan bahan baku industri pakan ternak sekaligus mendukung program ketahanan pangan nasional.

Baca Juga: Samsung Galaxy Z Trifold Bikin Geger, HP Lipat Tiga dengan DeX dan Layar 10 Inci Siap Tantang Huawei

Siswoyo menjelaskan, pengembangan jagung pembenihan tidak hanya bertujuan meningkatkan produksi benih, tetapi juga mengurangi ketergantungan petani terhadap pasokan benih dari luar daerah.

Dengan semakin banyaknya benih yang diproduksi di Kabupaten Blitar, petani akan lebih mudah memperoleh benih berkualitas sesuai kebutuhan musim tanam. Selain memangkas biaya distribusi, ketersediaan benih lokal juga diharapkan mampu mempercepat proses tanam ketika memasuki musim tanam berikutnya.

Langkah tersebut sekaligus memperkuat ketahanan sektor pertanian daerah agar tidak terlalu bergantung pada pasokan dari wilayah lain.

Baca Juga: Samsung Galaxy Z Fold 7 Terungkap! Dipakai Jadi Daily Driver, Ternyata Ini Plus Minus HP Lipat Rp35 Juta

DKPP Kabupaten Blitar juga mencatat aktivitas pertanaman jagung masih terus berlangsung sepanjang tahun. Hingga pertengahan 2026, luas tanam baru jagung konsumsi telah mencapai 8.756 hektare.

Luas tanam tersebut diproyeksikan akan semakin memperkuat pasokan hasil panen pada musim berikutnya. Dengan dukungan pendampingan kepada petani serta pengembangan sektor pembenihan, pemerintah optimistis produktivitas jagung di Kabupaten Blitar dapat terus dipertahankan bahkan meningkat.

Ke depan, pemerintah daerah berharap keberhasilan pengembangan jagung pembenihan mampu memberikan manfaat lebih luas bagi petani, memperkuat ketahanan pangan, serta menjaga pasokan bahan baku pakan ternak yang menjadi salah satu sektor unggulan di Kabupaten Blitar. (kho/c1/sub)

Editor : Azahra Meilisani Salma
Jagung pembenihan Kabupaten Blitar Benih jagung lokal ketahanan pangan produksi jagung DKPP Kabupaten Blitar