Pengembangan Makam Bung Karno Ditunda, Pemkot Blitar Fokus Pemeliharaan Rutin karena Keterbatasan Anggaran

Noormalady Usman • Dipublikasikan Selasa, 28 Juli 2026 | 11:30 WIB
Rencana pengembangan kawasan Makam Bung Karno (MBK) di Kota Blitar pada 2026 dipastikan ditunda akibat keterbatasan anggaran. Tahun ini, Pemkot Blitar hanya mengalokasikan dana untuk pemeliharaan rutin, seperti pengecatan pagar dan perawatan fasilitas, sembari menyiapkan perencanaan pengembangan yang lebih matang untuk diajukan ke pemerintah pusat.
Rencana pengembangan kawasan Makam Bung Karno (MBK) di Kota Blitar pada 2026 dipastikan ditunda akibat keterbatasan anggaran. Tahun ini, Pemkot Blitar hanya mengalokasikan dana untuk pemeliharaan rutin, seperti pengecatan pagar dan perawatan fasilitas, sembari menyiapkan perencanaan pengembangan yang lebih matang untuk diajukan ke pemerintah pusat.

BLITAR KAWENTAR – Pengembangan kawasan Makam Bung Karno (MBK) di Kota Blitar dipastikan belum bisa direalisasikan pada 2026. Pemerintah Kota (Pemkot) Blitar memilih menunda proyek pengembangan fisik karena keterbatasan anggaran. Tahun ini, alokasi dana hanya difokuskan untuk pemeliharaan rutin agar kawasan wisata sejarah tersebut tetap nyaman dan layak dikunjungi masyarakat.

Keputusan menunda pengembangan Makam Bung Karno diambil setelah pemerintah melakukan penyesuaian prioritas belanja daerah. Di tengah keterbatasan fiskal, pemkot menilai menjaga kondisi fasilitas yang sudah ada lebih penting dibanding memaksakan pembangunan baru yang membutuhkan biaya besar.

Wali Kota Blitar Syauqul Muhibbin mengatakan, anggaran yang tersedia saat ini hanya mencukupi untuk pekerjaan pemeliharaan sederhana. Beberapa kegiatan yang akan dilakukan antara lain pengecatan pagar serta perawatan fasilitas umum yang sudah ada di kawasan MBK.

Baca Juga: Kunjungan Wisata Kota Blitar Tembus 1,6 Juta, Makam Bung Karno Tetap Jadi Primadona

“Tahun ini memang anggarannya kecil. Hanya cukup untuk pemeliharaan rutin, seperti pengecatan pagar dan perawatan fasilitas yang ada,” ujarnya.

Pengembangan Ditunda, Perencanaan Tetap Berjalan

Meski pembangunan fisik belum bisa dilaksanakan, Pemkot Blitar memastikan proses perencanaan tetap berjalan. Pemerintah ingin menyiapkan konsep penataan kawasan secara lebih matang sehingga pengembangan yang dilakukan nantinya benar-benar sesuai kebutuhan.

Baca Juga: Info Wisata Makam Bung Karno Blitar: Harga Tiket Masuk, Fasilitas Perpustakaan, dan Rute Tempat Oleh-Oleh

Menurut Syauqul Muhibbin, pemetaan kawasan menjadi langkah awal sebelum mengusulkan dukungan anggaran yang lebih besar kepada pemerintah pusat. Dengan perencanaan yang matang, pengembangan kawasan MBK diharapkan tidak dilakukan secara bertahap tanpa arah yang jelas.

“Kami petakan dulu kebutuhannya. Setelah perencanaannya matang, baru kami akan mengajukan dukungan kepada pemerintah pusat agar kawasan ini bisa lebih representatif,” katanya.

Langkah tersebut juga diharapkan dapat mempermudah pemerintah dalam menentukan skala prioritas pembangunan, mulai dari penataan fasilitas, aksesibilitas pengunjung, hingga penyediaan sarana pendukung yang lebih memadai.

Tetap Jadi Destinasi Wisata Sejarah Unggulan

Sebagai salah satu destinasi wisata sejarah nasional, Makam Bung Karno setiap tahun menjadi tujuan ribuan peziarah dari berbagai daerah di Indonesia. Selain menjadi tempat peristirahatan Presiden Pertama Republik Indonesia, kawasan ini juga memiliki museum dan perpustakaan yang menyimpan berbagai koleksi sejarah tentang perjalanan Bung Karno.

Karena itu, pemerintah berkomitmen menjaga kualitas kawasan meskipun belum dapat melakukan pembangunan besar-besaran. Pemeliharaan rutin dinilai penting agar kenyamanan pengunjung tetap terjaga.

Pemerintah berharap kondisi kawasan tetap bersih, aman, dan nyaman sehingga aktivitas ziarah maupun wisata edukasi sejarah tidak terganggu akibat keterbatasan anggaran pembangunan.

Baca Juga: Ziarah Wisata Sejarah ke Makam Bung Karno di Blitar, Kompleks Edukasi Lengkap

Berharap Dukungan Pemerintah Pusat

Pemkot Blitar optimistis pengembangan kawasan MBK masih memiliki peluang untuk direalisasikan pada tahun-tahun mendatang. Setelah dokumen perencanaan selesai disusun, pemerintah akan mengupayakan dukungan pembiayaan dari pemerintah pusat.

Dengan adanya bantuan tersebut, kawasan Makam Bung Karno diharapkan dapat berkembang menjadi destinasi sejarah yang lebih representatif, baik dari sisi fasilitas maupun kualitas pelayanan bagi masyarakat.

Baca Juga: Makam Bung Karno Blitar Tak Pernah Sepi Pengunjung, Museum Gratis dan Ribuan Koleksi Bersejarah Jadi Daya Tarik

Menurut Syauqul Muhibbin, pengembangan kawasan bukan hanya bertujuan meningkatkan kenyamanan pengunjung, tetapi juga memperkuat fungsi edukasi sejarah bagi generasi muda.

“Kami ingin para peziarah datang dengan nyaman, bisa berziarah dengan khusyuk, sekaligus meneladani semangat Bung Karno. Jas Merah, jangan sekali-kali melupakan sejarah,” tandasnya.

Penundaan pengembangan kawasan MBK menjadi gambaran bahwa pemerintah daerah harus menyesuaikan berbagai program pembangunan dengan kemampuan keuangan yang tersedia. Meski demikian, komitmen menjaga kawasan tetap terawat dan menyiapkan perencanaan jangka panjang diharapkan menjadi fondasi agar pengembangan Makam Bung Karno dapat diwujudkan ketika dukungan anggaran sudah tersedia.

Editor : Regina Gavin Agata
pengembangan MBK Syauqul Muhibbin makam bung karno wisata sejarah blitar Pemkot Blitar