BLITAR KAWENTAR – Kebakaran kandang ayam KUB di Desa Tambakan, Kecamatan Gandusari, Kabupaten Blitar, menyebabkan ratusan ekor ayam mati terpanggang, Senin (28/7).
Peristiwa tersebut diduga dipicu korsleting listrik pada instalasi penghangat kandang sehingga api dengan cepat melalap seluruh bangunan.
Kebakaran kandang ayam KUB ini menimbulkan kerugian materiil yang cukup besar. Selain bangunan kandang yang hangus terbakar, sebanyak 450 ekor ayam juga tidak dapat diselamatkan. Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam insiden tersebut.
Baca Juga: Kebakaran Rumah di Klampok Diduga Dipicu Tungku Perebus Lontong, Gas Melon Ikut Meledak
Petugas Satpol PP dan Damkar Kabupaten Blitar bersama aparat kepolisian langsung mendatangi lokasi setelah menerima laporan dari perangkat desa untuk melakukan pemadaman dan penyelidikan penyebab kebakaran.
Api Muncul Saat Pemilik Berada di Sawah
Peristiwa nahas itu pertama kali diketahui pemilik kandang, Misman, sekitar pukul 07.30 WIB. Saat itu ia sedang menggarap sawah yang berjarak kurang lebih 150 meter dari lokasi kandang.
Dari kejauhan, ia melihat kepulan asap hitam pekat membumbung tinggi dari arah bangunan tempat usahanya. Menyadari ada sesuatu yang tidak beres, Misman segera berlari menuju lokasi.
Namun sesampainya di kandang, api sudah membesar dan membakar hampir seluruh bagian bangunan berukuran sekitar 15 x 5 meter. Kobaran api yang cepat membuat upaya penyelamatan ternak menjadi sangat sulit dilakukan.
Warga dan Damkar Berupaya Padamkan Api
Warga sekitar sempat bergotong royong memadamkan api menggunakan peralatan seadanya sambil menunggu kedatangan armada pemadam kebakaran.
Tak lama kemudian, petugas Damkar Kabupaten Blitar bersama personel kepolisian tiba di lokasi dan langsung melakukan proses pemadaman serta lokalisasi api agar tidak merembet ke bangunan lain.
Setelah bekerja selama hampir dua jam, api akhirnya berhasil dipadamkan sekitar pukul 09.30 WIB. Meski demikian, sebagian besar bangunan kandang sudah ludes terbakar sehingga tidak dapat diselamatkan.
Petugas kemudian melakukan proses pendinginan untuk memastikan tidak ada titik api yang kembali menyala.
Baca Juga: Kebakaran Gudang di Blitar Jadi Kasus Tertinggi Nilai Kerugiannya, Damkar Ungkap Faktornya
Ratusan Ayam Mati, Kerugian Tembus Rp100 Juta
Akibat kebakaran tersebut, bangunan permanen beratap genting dengan dinding tembok dan kawat ram mengalami kerusakan berat.
Selain itu, sebanyak 250 ekor ayam Kampung Unggul Balitbangtan (KUB) berusia sekitar lima bulan ikut hangus terbakar. Tidak hanya itu, 200 ekor bibit ayam yang baru berumur sekitar sepekan juga mati akibat kobaran api.
Dengan kerusakan bangunan beserta hilangnya ratusan ekor ayam, total kerugian ditaksir mencapai sekitar Rp100 juta.
Baca Juga: Melihat Puluhan Relawan SPPG di Kota Blitar Diajarkan Padamkan Api Kebakaran, Sempat Ada yang Trauma
Peristiwa ini menjadi pukulan berat bagi pemilik kandang yang menggantungkan penghasilan dari usaha peternakan ayam tersebut.
Diduga Dipicu Korsleting Instalasi Listrik
Hasil olah tempat kejadian perkara (TKP) sementara menunjukkan kebakaran diduga berasal dari arus pendek listrik pada instalasi lampu penghangat kandang.
Petugas kepolisian menduga ukuran kabel listrik yang digunakan tidak sebanding dengan beban empat lampu pijar berdaya masing-masing 60 watt. Kondisi tersebut diduga memicu panas berlebih hingga akhirnya menimbulkan percikan api.
Baca Juga: Kebakaran Gudang di Blitar Jadi Kasus Tertinggi Nilai Kerugiannya, Damkar Ungkap Faktornya
Peristiwa ini menjadi pengingat penting bagi para peternak agar rutin memeriksa instalasi listrik, terutama pada kandang yang menggunakan lampu penghangat selama 24 jam. Pemeriksaan berkala terhadap kabel, sambungan listrik, maupun kapasitas beban dapat meminimalkan risiko korsleting yang berpotensi menimbulkan kebakaran.
Masyarakat juga diimbau segera menghubungi petugas apabila menemukan kebakaran agar penanganan dapat dilakukan lebih cepat dan kerugian tidak semakin besar. (jar/c1/sub)
Editor : Aprillita Saskia Azzahrah Putri Kurniawan